Menkeu: Utang Indonesia terus mengalami tren penurunan
Sabtu, 26 Mei 2018 14:05 WIB
Menkeu: Utang Indonesia terus mengalami tren penurunan
Menteri Keuangan Sri Mulyani (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Sukoharjo (ANTARA News) - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati
mengatakan utang Indonesia terus mengalami tren penurunan dari tahun ke
tahun.
"Sesuai dengan yang diatur dalam undang-undang keuangan, setiap tahun
kita tidak boleh utang lebih dari 3 persen dari total kue ekonomi kita,"
katanya pada Kuliah Umum di Kampus IAIN Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu.
Menurut dia, untuk kue ekonomi Indonesia atau produk domestik bruto di
Indonesia saat ini sebesar Rp14.000 triliun.
Ia mengatakan jika pada tahun sebelumnya utang Indonesia berada pada
angka 2,99 persen, tahun lalu turun menjadi 2,55 persen, dan tahun ini
kembali turun menjadi 2,19 persen.
"Pemerintah menargetkan pada tahun depan, utang kita bisa turun 2 persen
dari angka saat ini," katanya.
Masih berdasarkan UU Keuangan, dikatakannya, batas maksimum utang total
tidak boleh lebih besar dari 60 persen dari PDB dalam negeri. Oleh
karena itu, jika melihat PDB Indonesia sekitar Rp14.000 triliun, batas
maksimum utang bisa mencapai Rp8.400 triliun. "Padahal sekarang utang
kita sekitar Rp4.000 triliun," katanya.
Terkait hal itu, ia menyayangkan pernyataan mengenai utang negara yang
seakan-akan memojokkan pemerintah.
"Utang ini bukan seenaknya Menteri Keuangan, semua sudah diatur dalam
undang-undang," katanya.
Selama ini, dikatakannya, utang masa lalu Indonesia juga telah
dibayarkan tetapi ada pengajuan utang baru.
Menurut dia, utang baru tersebut dampak dari neraca perdagangan dalam
negeri yang mengalami defisit.
"Untuk diketahui, penerimaan negara yang di antaranya berasal dari pajak
dan hibah sebesar Rp1.890 triliun, sedangkan untuk kebutuhan belanja
negara sekitar Rp2.200 triliun. Pada prinsipnya kita mengalami defisit
sekitar Rp325 triliun," katanya.
Ia mengatakan tingginya kebutuhan belanja negara tidak lepas dari
banyaknya subsidi dari pemerintah yang masih dirasakan oleh masyarakat.
Di sisi lain, pemerintah juga terus membenahi infrastruktur untuk
kemudahan hidup masyarakat termasuk untuk perkembangan industri di dalam
negeri.
Pewarta:Aries Wasita Widi Astuti
Editor: Ruslan Burhani
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com