Peneliti Prancis Sebut Cina Mempunyai 18 Lembaga Intelijen
Reporter:
Non Koresponden
Editor:
Budi Riza
Sabtu, 26 Mei 2018 11:02 WIB
Bendera nasional China dan Kong Hong dipamerkan di luar pusat
perbelanjaan di Hong Kong, 28 Juni 2017 untuk menandai ulang tahun ke-20
serah terima Hong Kong ke Cina. AP/Kin Cheung
<https://statik.tempo.co/data/2017/06/28/id_619261/619261_620.jpg>
Bendera nasional China dan Kong Hong dipamerkan di luar pusat
perbelanjaan di Hong Kong, 28 Juni 2017 untuk menandai ulang tahun ke-20
serah terima Hong Kong ke Cina. AP/Kin Cheung
*TEMPO.CO, Paris*- PemerintahCina
<https://www.google.com/url?q=https://dunia.tempo.co/read/1092505/prancis-ungkap-2-eks-intel-nya-bekerja-untuk-cina&sa=U&ved=0ahUKEwjZxLbVv6LbAhWUbysKHW4CDCEQFggUMAU&client=internal-uds-cse&cx=017919681120236631753:x1vdggjnsq8&usg=AOvVaw3vBcVAcMJHyYRIj_ysIV-M>memiliki
18 lembaga intelijen yang mempekerjakan 7.000 pegawai. Mereka mengelola
sekitar 50 ribu agen intelijen yang disebut/chen diyu/atau ikan yang
berenang di air dalam.
Menurut peneliti Prancis, Phillippe Marvalin, sejumlah negara Barat
menjadi sasaran utama. "Amerika Serikat merupakan target utama mereka.
Di Eropa, mereka aktif di Prancis, Inggris, Belanda, dan Jerman," kata
Marvalin, yang baru saja meluncurkan buku berjudul/Dictionary of
Intelligence/pada Maret 2018, seperti dilansir/Channel News Asia/,
Jumat, 25 Mei 2018.
*Baca:**Tangkap Bekas Agen CIA Pembocor Jaringan Intel AS di Cina*
<https://dunia.tempo.co/read/1051264/fbi-tangkap-bekas-agen-cia-pembocor-jaringan-intel-as-di-cina>
Beijing telah lama dicurigai melakukan berbagai macam kegiatan mata-mata
komersial untuk mengambil kekayaan intelektual berharga. Namun operasi
intelijen Cina diperkirakan telah melebar seiring ekspansi kepentingan
globalnya.
"Mereka mencoba mempelajari apa yang akan dilakukan negara-negara lain
dalam hal politik, diplomasi, dan lainnya sambil melanjutkan perburuan
mereka mencari informasi ekonomi," ucap Alain Chouet, bekas kepala
intelijen dan keamanan di DGSE.
*Baca:** Kompak! Intel AS dan Cina Bilang Ini Soal Sanksi Korea Utara*
<https://dunia.tempo.co/read/1032342/kompak-intel-as-dan-cina-bilang-ini-soal-sanksi-korea-utara>
Seorang bekas kepala intelijen Prancis yang berbicara secara anonim
menuturkan Beijing mengirim banyak agen ke berbagai industri di Prancis.
Ini termasuk mengirim mahasiswa yang berpenampilan menarik untuk
berkuliah di universitas di Prancis yang dapat digunakan untuk menjebak
target.
"Anda bertemu dengan seseorang di sini atau di sana. Ini bentuk
infiltrasi senyap, tidak dramatis. Berbeda dengan film," tutur sumber
tersebut.
Francois-Yves Damon, sejarawan dan spesialis Cina serta konsultan di
DGSE, mengaku pernah memergoki seorang mahasiswa Cina di sekolah elite
ENA. Sekolah ini memproduksi pegawai negeri sipil top di Prancis. Siswa
tadi sedang memfotokopi sejumlah besar dokumen.
"Apa pun yang bisa dia peroleh," kata Damon, seperti dilansir/Channel
News Asia/. "Mengetahui kapasitas lembaga intelijen Cina serta melihat
dua bekas agen tertangkap dan dipenjara tidak membuat saya terkejut."
Saat ditanya soal penangkapan agen di Prancis ini, pejabat Kementerian
Luar Negeri Cina mengaku tidak tahu soal ini.
Seperti diberitakan/SCMP/, otoritas Prancis baru saja mengumumkan
penangkapan dua bekas agen DGSE, yang menangani kegiatan mata-mata di
luar negeri. Kedua agen diduga bekerja untuk kepentingan pemerintah Cina.
Mengenai aktivitas mata-mataCina
<https://www.google.com/url?q=https://dunia.tempo.co/read/15788/intel-cina-temukan-alat-pengintai-cia-tak-berkomentar&sa=U&ved=0ahUKEwjZxLbVv6LbAhWUbysKHW4CDCEQFgggMAk&client=internal-uds-cse&cx=017919681120236631753:x1vdggjnsq8&usg=AOvVaw3l9Jji76Rx8ChMpAvBTthT>di
Australia, negara itu baru saja melakukan reformasi legislasi soal
mata-mata dan gangguan asing tahun lalu. Legislasi ini menyorot Beijing
sebagai fokus utama.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com