https://tekno.tempo.co/read/1092608/ilmuwan-temukan-salah-satu-penyebab-kiamat-bumi-apa-itu?
TeknoUtama&campaign=TeknoUtama_Click_1
Ilmuwan Temukan Salah Satu Penyebab Kiamat
Bumi, Apa Itu?
Reporter:
Moh Khory Alfarizi
Editor:
Amri Mahbub
Sabtu, 26 Mei 2018 13:15 WIB
0 komentar
<https://tekno.tempo.co/read/1092608/ilmuwan-temukan-salah-satu-penyebab-kiamat-bumi-apa-itu?TeknoUtama&campaign=TeknoUtama_Click_1#comments>
11002
#
#
#
#
Apakah dunia akan segera kiamat?
<https://statik.tempo.co/data/2017/09/22/id_644257/644257_620.jpg>
Apakah dunia akan segera kiamat?
*TEMPO.CO, Jakarta* - Kemungkinan terbaru penyebab kiamat
<https://tekno.tempo.co/read/1080008/kiamat-23-april-sudah-diprediksi-sejak-tahun-1843>
bumi terungkap. Penelitian terbaru berhasil mengungkap ledakan supernova
yang menyebabkan menipisnya lapisan atmosfer bumi, bahkan bisa
menimbulkan kepunahan massal.
Astrophysicist dari Washburn University di Kansas Brian Thomas
mengatakan bahwa ledakan tersebut mempengaruhi kehidupan di bumi. "Kami
tertarik pada bagaimana bintang meledak mempengaruhi kehidupan di bumi
dan ternyata beberapa juta tahun yang lalu ada perubahan dalam hal-hal
yang hidup pada saat itu," ujar Thomas kepada /Astrobiology Magazine/
yang dikutip laman /Express.co.uk/, 22 Mei 2018. "Itu mungkin terhubung
dengan supernova."
Ilmuwan mempelajari fenomena tersebut selama jutaan tahun. Dan telah
menemukan jika bintang mati dan mengalami supernova dalam jarak yang
cukup dekat ke bumi, maka dapat mengakibatkan habisnya ozon planet.
*Baca juga: **Ilmuwan Harvard Hitung Kapan Alam Semesta /Kiamat/,
Hasilnya...*
<https://tekno.tempo.co/read/1076817/ilmuwan-harvard-hitung-kapan-alam-semesta-kiamat-hasilnya>
Dengan mengamati supernova yang terjadi antara 2,5 dan 8 juta tahun
lalu, pada jarak perkiraan sekitar 50 parsec (lebih dari 160 tahun
cahaya), Thomas dapat menentukan bahwa mereka dapat mempengaruhi
kehidupan di bumi. Laman /Science Alert/ menyatakan, ilmuwan menemukan
bahwa daripada menyebabkan skenario suatu gerakan yang menyebar luas
(apokaliptik) yang tiba-tiba.
Kemudian aliran konstan partikel matahari dari supernova selama ratusan
atau ribuan tahun akhirnya dapat menguras atmosfer bumi. "Ada bukti
fosil yang terjadi sekitar 2,5 juta tahun yang lalu. Perubahan, terutama
di Afrika, yang berubah dari banyak hutan menjadi lebih banyak padang
rumput." kata Thomas.
Thomas menambahkan bahwa, bukti menunjukkan kehidupan di bumi
dipengaruhi oleh supernova yang relatif dekat, tetapi radiasi yang
meningkat bisa memakan waktu ribuan tahun untuk terjadi. "Ini akan
memungkinkan lebih banyak radiasi kosmik untuk merembes ke permukaan
yang akhirnya menghasilkan kerusakan DNA yang ringan pada berbagai
bentuk kehidupan," tambah dia.
*Baca juga Apa Jadinya Kalau Matahari Tidak Menyinari Bumi? Ilmuwan:
/Kiamat/
<https://tekno.tempo.co/read/1066132/apa-jadinya-kalau-matahari-tidak-menyinari-bumi-ilmuwan-kiamat>*
Simak riset lainnya tentang kiamat <https://www.tempo.co/tag/kiamat>
hanya di kanal /Tekno Tempo.co/ <https://tekno.tempo.co/>.
*ASTROBIOLOGY MAGAZINE | EXPRESS.CO.UK | SCIENCE ALERT*