Bulan Ramadan, Said Aqil Minta Umat Islam Jaga Keharmonisan



Reporter:


       Budiarti Utami Putri

Editor:


       Ninis Chairunnisa

Minggu, 27 Mei 2018 06:57 WIB


#
#

#


#







ketua Umum PBNU, Said Aqil Siroj saat hadir dalam Konferensi Pers Muhasabah Kebangsaan: Resolusi 2018 dan Refleksi 2017 di Gedung PBNU , 3 Januari 2018. Menurut PBNU ketimpangan merupakan kanker dalam pembangunan dan ancaman nyata bagi kesatuan dan persatuan bangsa. MAGANG TEMPO/Wildan Aulia Rahman <https://statik.tempo.co/data/2018/01/03/id_673900/673900_720.jpg>

ketua Umum PBNU, Said Aqil Siroj saat hadir dalam Konferensi Pers Muhasabah Kebangsaan: Resolusi 2018 dan Refleksi 2017 di Gedung PBNU , 3 Januari 2018. Menurut PBNU ketimpangan merupakan kanker dalam pembangunan dan ancaman nyata bagi kesatuan dan persatuan bangsa. MAGANG TEMPO/Wildan Aulia Rahman

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj berpesan agar umat Islam menjaga keharmonisan pada bulan Ramadan yang juga bertepatan dengan tahun politik ini.

"Mari kita jadikan Ramadan ini bulan yang suci, mulia, harmonis. Tolong tidak ada konflik dan ketegangan, stop dulu lah," kata Said di Masjid Raya Hasyim Asyari, Daan Mogot, Jakarta Barat pada Sabtu, 26 Mei 2018.

Baca:Larangan Calon Kepala Daerah Bersedekah Ramadan Direvisi <https://pilkada.tempo.co/read/1091278/larangan-calon-kepala-daerah-bersedekah-ramadan-direvisi>

Namun, Said tak ingin keharmonisan itu hanya berlangsung di bulan Ramadan. Ia mengatakan umat Islam harus terus menjaga keharmonisan dan persaudaraan dengan siapapun.

Tahun ini, Indonesia akan melaksanakan pilkada serentak 2018. Bulan Ramadan ini pun bertepatan dengan masa kampanye pilkada. Selain itu, tahun ini tahapan menuju pilpres 2019 mulai digelar.

Baca:Muhammadiyah: Ramadan, Perkuat Karakter Bersuri Teladan Baik <https://nasional.tempo.co/read/1088886/muhammadiyah-ramadan-perkuat-karakter-bersuri-teladan-baik>

Said pun menjelaskan ada tiga macam persaudaraan dalam Islam menurut NU. Pertama yaitu persaudaraan dengan umat Islam dari seluruh dunia. Kedua, persaudaraan sebangsa dan setanah air, kendati berbeda agama dan keyakinan. Terakhir, Said mengatakan bahwa semua umat manusia bersaudara. "Karena sama-sama keturunan Adam dan Hawa," ujarnya.

Said juga meminta agar agama tak dijadikan komoditas politik atau kepentingan lainnya yang bersifat sesaat. "Walaupun tahun politik kita harus tetap bersaudara, harmonis, dan dewasa," ujarnya.

Baca:Ramadan, Bawaslu Ingatkan Larangan Kampanye di Tempat Ibadah <https://pilkada.tempo.co/read/1090797/ramadan-bawaslu-ingatkan-larangan-kampanye-di-tempat-ibadah>




---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com

Kirim email ke