SAJAK KUSNI SULANG

SUATU HARI DI PACINAN  

Kepada May Kwie  dan seorang lelaki tua warga Pacinan Yogya


memang sudah berobah
semua sangat berobah
tanda kekal itu khayal
tapi  lorong-lorong pacinan kota masih kukenal 
rumah demi rumah masih  kuhapal  
pacinan dahulu adalah rumahku


seorang demi seorang 
wajah-wajah terbayang
apalagi ayah-ibu yang hilang 


ruang tamu
guci abu 
meja-meja dapur persegi ataupun bundar kursi abu-abu  
di mana aku langsung menuntaskan lapar saban tiba
kembali terbayang, semua kembali seperti kemarin pagi 
 

tiba di depan rumahmu melihat silam 
lama aku tertegun bungkam  
memandang yang tak bisa kembali


diam-diam aku menyeru-nyeru  namamu  
surat secarik dalam genggaman
surat tulis tangan izin tak lagi menunggu 
"kau jadi pengembara tanpa waktu" tulismu


ya benar, sejak hujan berdarah hari itu
hari ini pun aku tetap seorang pengembara 
yang hanya punya kata-kata


oleh getar udara 
digetarkan jiwaku  kukira kau tahu 
hari ini aku sedang mencarimu
ingin kembali bersama menghormati abu tetua
kendati  tahu keinginan itu sia-sia
ibarat niat memetik surya
seperti diucapkan seorang lelaki tua 
dari belakang menyapaku tiba-tiba


"cari apa di pacinan, o, lelaki pemimpi dan perindu
tapi betul kukenal remajamu dahulu
kotamu, nak, kotamu
bukan lagi kotamu dahulu " 


"pacinan kini pacinan baru
dibangun dari kehilangan
maka hitungan jari yang bertahan"


"kau lihat tanah ini yang kugenggam  
di sini kami lahir dan besar
di sini hidup berakhir
di bawah tanah ini
tanah bau darah ibu " 


di pacinan kota mencarimu kembali
di depan rumah dahulu aku pahami 
kemarin dan hari ini membentuk esok
di ruang besar di tengahnya aku berada menjaga asa 

  
kelabu langit bertabur racun 
kita hirup dari tahun ke tahun
pahit empedu aku reguk
mengeraskan belulang
hidup yang kucintai tak kepalang 
berpijar oleh keajaiban tak kunjung pudar
"penyang panekang hambaruan" orang dayak bilang
olehnya duka jadi terduduk 
menunduk menatap mataku garang berkata:
"dengar, sobat lama! 
aku menolak menjadi anjing jaga di rumah sendiri
aku ingin jadi manusia walau kami cuma 5-7 juta jiwa".
 

pacinan lama atau pun baru
adalah keanekaan kota 
terancam atau tidak
cintaku tak hanyut di arus waktu


Pedalaman Benua, 2018.


Kirim email ke