*Rupiah lesu, negara lemah syahwat.*

http://www.mediaindonesia.com/read/detail/163365-rupiah-lesu-dunia-usaha-tak-bisa-sembarang-naikkan-harga


*Rupiah Lesu, Dunia Usaha tak Bisa Sembarang Naikkan Harga*

Penulis: *MTVN* Pada: Selasa, 29 Mei 2018, 09:50 WIB Nusantara
<http://www.mediaindonesia.com/nusantara>


<http://www.facebook.com/share.php?u=http://www.mediaindonesia.com/read/detail/163365-rupiah-lesu-dunia-usaha-tak-bisa-sembarang-naikkan-harga>

<http://twitter.com/home/?status=Rupiah%20Lesu,%20Dunia%20Usaha%20tak%20Bisa%20Sembarang%20Naikkan%20Harga%20http://www.mediaindonesia.com/read/detail/163365-rupiah-lesu-dunia-usaha-tak-bisa-sembarang-naikkan-harga%20via%20@mediaindonesia>

[image: Rupiah Lesu, Dunia Usaha tak Bisa Sembarang Naikkan Harga]*Ketua
Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani. (FOTO:
Medcom.id/Desi) *
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani. (FOTO:
Medcom.id/Desi)

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani
mengatakan pelemahan rupiah di level Rp14.000 per USD tak serta merta
membuat dunia usaha menaikkan harga.

Pasalnya, restrukturisasi harga tak cuma mengikuti perkembangan bahan baku
tapi juga mempertimbangkan daya beli masyarakat.

"Tidak otomatis harga itu bisa dinaikkan," ujarnya saat ditemui di Hotel
Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin, 28 Mei 2018.



Hariyadi mengungkapkan tingginya biaya produksi akibat mahalnya harga bahan
baku dapat diakali dengan melakukan diversifikasi produk. Namun, peninjauan
harga tetap dilakukan dengan mengikuti perkembangan kurs rupiah.

"Jadi yang dilakukan adalah melakukan diversifikasi produk kalau itu produk
yang berkaitan dengan *consumer good *apakah kemasannya dikecilkan,"
tuturnya.

Jika depresiasi mata uang Garuda terus berlanjut maka akan berimbas pada
penurunan kapasitas produksi. Pengusaha tak bisa memaksakan kegiatan
produksi selama harga bahan baku terus meroket. Untuk itu, Apindo berharap
pemerintah maupun Bank Indonesia dapat mengembalikan kestabilan nilai tukar
agar menimbulkan kepastian bagi dunia usaha.

"Kami berharap pelemahan rupiah ini bisa segera mencapai titik baru, kalau
sekarang terus bergerak agak susah *market *merespons," pungkasnya.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih bertengger di
level Rp14.000. Namun mata uang Garuda ini mulai menguat beberapa waktu
terakhir hingga Rp14.030 pada Senin 28 Mei 2018.

Kirim email ke