https://www.antaranews.com/berita/715789/bps-inflasi-mei-021-persen-
dipengaruhi-kenaikan-harga-tiga-komoditas
BPS: Inflasi Mei 0,21 persen,
dipengaruhi kenaikan harga tiga
komoditas
Senin, 4 Juni 2018 12:28 WIB
Kepala BPS Suhariyanto membacakan rilis laju inflasi pada Mei 2018
sebesar 0,21 persen. (Satyagraha)
Jakarta (ANTARA News) - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto
mengatakan kenaikan daging ayam ras, telur ayam ras maupun tarif
angkutan udara telah mempengaruhi tingkat inflasi pada Mei 2018 yang
tercatat sebesar 0,21 persen.
"Inflasi 0,21 persen secara umum dipengaruhi oleh kenaikan harga daging
ayam ras, telur ayam ras dan tarif angkutan udara," kata Suhariyanto
dalam jumpa pers di Jakarta, Senin.
Suhariyanto mengatakan kenaikan harga tiga komoditas tersebut terjadi
karena adanya peningkatan permintaan secara musiman menjelang Lebaran.
Selain tiga komoditas tersebut, komoditas lain yang juga mengalami
kenaikan harga menjelang Lebaran adalah baju muslim wanita.
"Kenaikan harga baju muslim wanita memberikan andil sebesar 0,01 persen
pada kelompok sandang," kata Suhariyanto.
*Baca juga: BI prediksi inflasi Lebaran 0,62 persen
<https://www.antaranews.com/berita/711971/bi-prediksi-inflasi-lebaran-062-persen>
Baca juga: BI perkirakan inflasi Mei 0,22 persen, dipicu kenaikan harga
pada Ramadhan
<https://www.antaranews.com/berita/711155/bi-perkirakan-inflasi-mei-022-persen-dipicu-kenaikan-harga-pada-ramadhan>*
Suhariyanto menambahkan, berdasarkan kelompok pengeluaran, kelompok
sandang mengalami inflasi tinggi pada Mei 2018 yaitu sebesar 0,33 persen.
Kemudian, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau ikut
mengalami inflasi 0,31 persen, diikuti kelompok bahan makanan dan
kelompok kesehatan masing-masing 0,21 persen.
"Komoditas bahan makanan yang menyebabkan inflasi adalah daging ayam ras
dengan andil 0,07 persen, telur ayam ras dengan andil 0,06 persen, ikan
segar dengan andil 0,03 persen dan bawang merah dengan andil 0,02
persen," ujarnya.
Meski demikian, terdapat kelompok bahan makanan yang mengalami penurunan
harga dan ikut menekan inflasi pada Mei yaitu cabai merah, bawang putih,
beras dan cabai rawit.
Kelompok lainnya yang juga mengalami inflasi adalah kelompok perumahan,
air, listrik, gas dan bahan bakar 0,19 persen dan kelompok pendidikan,
rekreasi dan olahraga 0,09 persen.
"Dua komoditas yang memberikan sumbangan terhadap inflasi untuk kelompok
perumahan adalah kenaikan tarif kontrak rumah dan kenaikan upah asisten
rumah tangga di 22 kota," katanya.
Kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan ikut mengalami
inflasi 0,18 persen, yang didukung oleh kenaikan tarif angkutan udara
dan tarif angkutan antar kota.
"Tarif angkutan udara menjelang puasa lebaran perlu diantisipasi dan
biasanya diikuti oleh kenaikan tarif angkutan antar kota. Mudah-mudahan
kenaikan ini tidak terlalu tinggi dan tidak memberatkan konsumen," ujar
Suhariyanto.
*Baca juga: Ketua DPR minta pemerintah pantau kenaikan harga
<https://www.antaranews.com/berita/713846/ketua-dpr-minta-pemerintah-pantau-kenaikan-harga>*
Untuk periode Mei, BPS mencatat inflasi inti sebesar 0,21 persen,
inflasi harga diatur pemerintah sebesar 0,27 persen dan inflasi harga
bergejolak sebesar 0,19 persen.
Dari 82 kota Indeks Harga Konsumen (IHK), sebanyak 65 kota mengalami
inflasi dan 17 kota menyumbang deflasi pada Mei 2018.
Inflasi tertinggi tercatat di Tual sebesar 1,88 persen dan inflasi
terendah terjadi di Purwokerto serta Tangerang masing-masing 0,01 persen.
Sedangkan, deflasi tertinggi terjadi di Pangkalpinang sebesar 0,99
persen dan deflasi terendah di Pematang Siantar 0,01 persen.
Dengan inflasi Mei tercatat sebesar 0,21 persen, maka inflasi tahun
kalender Januari-Mei 2018 telah mencapai 1,3 persen dengan inflasi tahun
ke tahun (yoy) sebesar 3,23 persen.
Pewarta: Satyagraha
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2018