tidak ada demo ber-jilid2

---In [email protected], <SADAR@...> wrote :

 Anies Baswedan Bebas dari Hukuman Kata Pribumi, Penggugat Pertimbangkan 
Banding Reporter:  Lani Diana Wijaya 
 Editor:  Untung Widyanto 
 Selasa, 5 Juni 2018 12:17 WIB
 
 
 Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) didampingi Wakil Gubernur Sandiaga 
Uno (kanan) menyampaikan pidato usai serah terima jabatan di Balai Kota DKI 
Jakarta, 16 Oktober 2017. ANTARA FOTO
  
 TEMPO.CO, Jakarta - Penggugat Anies Baswedan 
https://metro.tempo.co/read/1094783/anies-baswedan-cabut-pohon-plastik-di-sudirman-ini-awal-mulanya
 mempertimbangkan mengajukan banding atas putusan hakim. Putusan yang dimaksud 
adalah bebasnya Anies Baswedan dari jerat hukum sehubungan dengan penyebutan 
kata pribumi.
 "Kemungkinan besarnya banding ke PT DKI (Pengadilan Tinggi DKI Jakarta),"  
kata Tim Advokasi Anti Diskriminasi Ras dan Etnis (Taktis), Daniel Tonapa 
Masiku, saat dihubungi pada  Senin, 4 Juni 2018.
 Baca juga: Anies Baswedan Dilaporkan ke Polisi, Relawan Ahok Beberkan Bukti
 Sidang putusan kasus kata pribumi digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, 
Senin, 4 Juni 2018.  Ketua Majelis Hakim Tafsir Sembiring Meliala menolak 
gugatan Taktis terhadap Anies Baswedan. Sebab, persoalan tersebut tidak masuk 
dalam lingkup hukum  perdata. 
 Taktis dapat banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta atau mengajukan gugatan 
baru dengan mekanisme citizen law suit (CLS) atas putusan tersebut.
 Daniel menyatakan perlu berdiskusi terlebih dulu dengan anggota Taktis lainnya 
yang tak hadir di sidang putusan. Taktis akan memutuskan apakah banding atau 
mengajukan gugatan baru lewat CLS paling lambat satu minggu lagi.
 Anies Baswedan menyebut kata “pribumi” dalam pidato perdananya setelah 
dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta. Selepas pelantikan di Istana Negara, 
Senin, 16 Oktober 2017, Anies Baswedan berpidato dihadapan pendukungnya di 
Balai Kota Jakarta.
 Dalam pidatonya, Anies Baswedan mengatakan Jakarta merupakan kota di Indonesia 
yang merasakan kolonialisme dari dekat.
 “Dulu kita semua pribumi, ditindas dan dikalahkan. Kini telah merdeka, kini 
saat kita menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujar Anies Baswedan 
https://metro.tempo.co/read/1094456/anies-baswedan-jelaskan-pohon-imitasi-tanpa-izin-ngawur-aja
 ketika itu.
 
 
 
 
http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient
 不含病毒。www.avg.com 
http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient
 #DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2
 

Kirim email ke