Kalau boleh tahu kira-kira berapa tenaga kerja yang diserap oleh koperasi dan 
UMKM ini, serta berapa profitnya


From: [email protected] [mailto:[email protected]]
Sent: Wednesday, June 06, 2018 12:30 PM
To: GELORA_In <[email protected]>
Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] Wirausaha Indonesia Tumbuh Jadi 7%



Wirausaha Indonesia Tumbuh Jadi 7%
Rabu, 6 Juni 2018 | 8:15
[Anak Agung Gusti Ngurah Puspayoga. [Istimewa]]Anak Agung Gusti Ngurah 
Puspayoga. [Istimewa]


Berita Terkait
§  Mencari Wirausahawan Berkarakter 
Sukses<http://sp.beritasatu.com/ekonomidanbisnis/mencari-wirausahawan-berkarakter-sukses/58873>
§  Menaker Minta Alumni Magang Jepang Buka Wirausaha  
<http://sp.beritasatu.com/home/menaker-minta-alumni-magang-jepang-buka-wirausaha-/95699>
§  Ekonomi Terpuruk, Wirausaha Harus Tetap Kembangkan 
Usahanya<http://sp.beritasatu.com/home/ekonomi-terpuruk-wirausaha-harus-tetap-kembangkan-usahanya/95206>
§  Mahasiswa Sebaiknya Jadi 
Wirausaha<http://sp.beritasatu.com/ekonomidanbisnis/mahasiswa-sebaiknya-jadi-wirausaha/63983>
§  Perlu Cara Alternatif Cetak Wirausahawan di 
Asia<http://sp.beritasatu.com/ekonomidanbisnis/perlu-cara-alternatif-cetak-wirausahawan-di-asia/56288>

[JAKARTA] Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Ngurah Puspayoga, mengatakan, 
program pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), maupun wirausaha 
pemula (WP) yang digulirkan sejak pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) 
telah memberikan hasil yang signifikan pada peningkatan rasio wirausaha 
(entrepreneur) Indonesia.

Puspayoga dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR di kompleks Parlemen, Senayan, 
Jakarta, Senin (4/6), mengatakan, rasio wirausaha di Indonesia terbaru sudah 
meningkat menjadi 7% lebih dari total penduduk Indonesia. Pada tahun sebelumnya 
(2014), rasio wirausaha di Tanah Air baru 1,55%, kemudian meningkat menjadi 
1,65 persen di 2016, hingga akhir tahun 2017 telah mencapai lebih dari 3,1%. 
“Angka itu sudah di atas standar internasional yang mematok 2 persen. Jadi 
pecah telur," kata Puspayoga.

Selain jumlah wirausaha, Puspayoga juga mengklaim bahwa program lainnya juga 
menunjukkan hasil yang menggembirakan, yakni kontribusi koperasi terhadap 
Produk Domestik Bruto (PDB) dari 1,71% tahun 2014 bertambah menjadi 3,99% tahun 
2016, dan terakhir menjadi 4,48%. “Itu berkat kerja sama kita dengan semua 
pihak, DPR, swasta, kepala daerah, BUMN. Walaupun dengan keterbatasan anggaran 
yang dimiliki,” katanya.

Untuk diketahui pagu Kementerian Koperasi dan UKM tahun anggaran 2017 sebesar 
Rp 960,773 miliar. Realisasi anggaran hingga akhir tahun sebesar Rp 880,688 
miliar atau sebesar 91,66%. Sedangkan tahun 2018, pagu Kemenkop UKM berkurang 
menjadi Rp 944,538 miliar. Hingga 31 Mei realisasinya sebesar 30,03%. “Untuk 
meningkatkan serapan kita sudah buatkan yang namanya target bulanan, jadi 
setiap bulan sudah ada target sekian persen dan untuk bulan Mei yang kami 
laporkan adalah 30,03 persen itu sebenarnya sudah di atas target,” ujar 
Puspayoga.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi VI DPR, Teguh Juwarno, menyatakan, 
peningkatan rasio kewirausahaan, maupun kontribusi koperasi terhadap PDB 
tersebut dapat dijadikan sebagai salah satu indikator keberhasilan Kementerian 
Koperasi dan UKM dalam membina koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah. 
“Saya apresiasi menteri, karena menyatakan dengan yakin bahwa kontribusi 
koperasi terhadap PDB 2017 menjadi di atas 4% dan jumlah entrepreneur kita 7%. 
Ini salah satu kunci sukses kementerian,” ucap Teguh.

Hanya saja, ke depan, Teguh lebih mendorong Kemkop dan UKM fokus membina 
koperasi sektor produktif ketimbang koperasi simpan pinjam (KSP), agar bisa 
memberikan multiplier effect terhadap perekonomian Indonesia. Cara inilah yang 
sudah diterapkan di beberapa negara maju seperti Prancis, Belanda dan Selandia 
Baru. “Kami berkomitmen mengawal sehingga banyak koperasi bisa menjadi koperasi 
yang kita banggakan,” tandas dia.

Pada rapat kerja tersebut turut dibahas Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang 
perkoperasian, khususnya mengenai daftar inventarisasi masalah oleh 
fraksi-fraksi. Puspayoga berharap RUU ini dapat segera diselesaikan untuk 
meningkatkan efektifitas pemberdayaan koperasi di Tanah Air. “Pembahasan RUU 
ini juga akan mempunyai makna kesejahteraan yang sangat penting, serta mampu 
mempengaruhi keseluruhan kehidupan perekonomian bangsa kita,” papar Puspayoga.

Ia menegaskan, pentingnya RUU Koperasi ini untuk mewujudkan, pertama, 
peningkatan daya saing koperasi agar lebih sehat, kuat, mandiri, dan tangguh 
dalam memberikan kemanfaatan bagi anggota dan masyarakat. Kedua, koperasi yang 
memegang teguh prinsip dan jatidiri sehingga dapat menjadi sarana yang efektif 
untuk pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Ketiga, manajemen koperasi yang dikelola secara profesional dan didukung oleh 
sumber daya manusia yang profesional. Keempat, kepatuhan terhadap kaidah hukum 
yang berlaku di dunia usaha, transparansi, dan akuntabilitas sehingga 
kepercayaan masyarakat terhadap koperasi meningkat. [E-8]


[https://ipmcdn.avast.com/images/icons/icon-envelope-tick-green-avg-v1.png]<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>

不含病毒。www.avg.com<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>


Kirim email ke