https://www.antaranews.com/berita/716640/mui-prihatin-ada-masjid-terpapar-
radikalisme
MUI prihatin ada masjid terpapar radikalisme
Rabu, 6 Juni 2018 21:47 WIB
Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid. (ANTARA /Budi)
Sikap permisif dan pembiaran tersebut membuat ruang gerak kelompok
radikal menjadi semakin bebas."
Jakarta (ANTARA News) - Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia Zainut
Tauhid Saadi prihatin soal adanya masjid yang ditengarai terpapar
radikalisme.
Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyebut ada dakwah
yang memecah belah umat, termasuk menyebarkan radikalisme, di empat
puluh masjid di Jakarta.
"Jika informasi di atas benar maka kami sangat prihatin dengan kondisi
tersebut," kata Zainut di Jakarta, Rabu.
Soal tumbuhnya radikalisme, dia mengatakan sedikit banyak ada pembiaran
dan sikap permisif dari ormas Islam dan masyarakat terhadap paham
radikalisme, sehingga kelompok tersebut tumbuh subur.
Radikalisme yang tumbuh, kata dia, juga dipicu oleh anggapan masyarakat
yang belum menanggap hal itu sebagai ancaman.
Dengan begitu, lanjut dia, ada kesan pembiaran dan tidak menjadikan
radikalisme, termasuk kelompok yang mendukungnya, sebagai musuh bersama.
"Sikap permisif dan pembiaran tersebut membuat ruang gerak kelompok
radikal menjadi semakin bebas," kata dia.
Untuk itu, dia mengimbau pimpinan ormas Islam untuk memberikan perhatian
serius terhadap masalah tersebut.
"Perlu ada langkah bersama untuk menghadapi gerakan radikalisme, demi
menjaga persatuan umat dan menyelamatkan NKRI," kata dia.
Zainut juga mengimbau pengurus masjid dan masyarakat agar lebih selektif
jika ingin menghadirkan pencermaah.
"Pilihlah penceramah yang mampu menyejukkan hati umat, merajut ukhuwah
dan yang mampu menenangkan situasi dan kondisi agar tetap kondusif,
terjaga kerukunan dan terwujudnya harmonisasi kehidupan berbangsa dan
bernegara," kata dia.
Soal informasi masjid terpapar radikalidme yang disampaikan Sandi Uno,
dia sangat menghargai Pemprov DKI yang sudah merilis informasi tersebut.
"Hal itu sangat penting agar masyarakat memiliki kepedulian dan
kewaspadaan terhadap bahaya paham radikalisme tersebut," kata dia.
Pewarta: Anom Prihantoro
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018