Kalau betul begitu, Jokowi harus menindak TEGAS menteri yg jelas
merugikan dan memiskinkan RAKYAT! Disatu pihak Jokowi sendiri terus
sibuk mendorong usaha petani/nelayan bisa maju lebih baik dengan
kucurkan dana dengan bunga murah utk meningkatkan produksi, dipihak lain
ada menteri yang terus jalankan import beras dimasa panen, membuat harga
gabah jatuh, ...! Atau ada kerjasama antar menteri yang perlu dibenahi,
kurang kordinasi? Atau memang ada menteri yg menggunakan kesempatan
meraih keuntungan BESAR utk diri sendiri???
ajeg [email protected] [GELORA45] 於 7/6/2018 4:00 寫道:
Jadi, pemerintah punya 2 cara. Pertama, cara menteri pertanian:
penggunaan mesin (bagaimana bantuan pembeliannya?) dan kedua,
cara menteri perdagangan: impor.
"Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Winarno Tohir,
menuturkan kondisi lapangan saat ini produksi gabah sedang melimpah,
sehingga kesejahteraan petani memang terbukti. Akan tetapi kondisi
tersebut
bertentangan dengan kebijakan impor jilid II, sehingga petani dirugikan."
Lagi-lagi anggota kabinet bikin program yang saling tabrak.
Siapa yang miskin sebenarnya?
--- j.gedearka@... wrote:
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4056944/lewat-cara-ini-pemerintah-bantu-petani
<https://finance.detik.com/berita-ekono%0A%20mi-bisnis/d-4056944/lewat-cara-ini-pemerintah-bantu-petani>-
keluar-dari-kemiskinan?_ga=2.122031691.1382695226.1528305883-299307861.1528305883
Rabu, 06 Jun 2018 21:55 WIB
Lewat Cara Ini, Pemerintah Bantu Petani
Keluar dari Kemiskinan
Akfa Nasrulhaq - detikFinance
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4056944/lewat-cara-ini-pemerintah-bantu-petani-keluar-dari-kemiskinan?_ga=2.122031691.1382695226.1528305883-299307861.1528305883#><https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4056944/lewat-cara-ini-pemerintah-bantu-petani-keluar-dari-kemiskinan?_ga=2.122031691.1382695226.1528305883-299307861.1528305883#komentar>
Foto: Dok. Kementan
Foto: Dok. Kementan
<https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4056944/lewat-cara-ini-pemerintah-bantu-petani-keluar-dari-kemiskinan?_ga=2.122031691.1382695226.1528305883-299307861.1528305883#><https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4056944/lewat-cara-ini-pemerintah-bantu-petani-keluar-dari-kemiskinan?_ga=2.122031691.1382695226.1528305883-299307861.1528305883#><https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4056944/lewat-cara-ini-pemerintah-bantu-petani-keluar-dari-kemiskinan?_ga=2.122031691.1382695226.1528305883-299307861.1528305883#%0A%20><https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4056944/lewat-cara-ini-pemerintah-bantu-petani-keluar-dari-kemiskinan?_ga=2.122031691.1382695226.1528305883-299307861.1528305883#komentar>
*Jakarta* - Kementerian Pertanian (Kementan) selalu berkomitmen untuk
menjalankan program pertanian yang secara signifikan meningkatkan
produksi pangan dan kesejahteraan secara langsung. Salah satunya,
lewat Program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera.
"Di tahun 2018 ini, Kementan sedang menjalankan Program Bedah
Kemiskinan Rakyat Sejahtera. Sasarannya tiada lain untuk menurunkan
tingkat kemiskinan masyarakat petani yang tinggal di desa," ujar
Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Kementan, Ketut Kariyasa, dalam
keterangan tertulis, Rabu (6/6/2018).
Selain itu, adapula program Kementan dengan sasarannya untuk
menurunkan kemiskinan, yaitu optimasi penggunaan alat mesin pertanian.
Program ini merupakan salah satu upaya pemberdayaan petani dilakukan
dengan membangun jiwa kewirausahaan petani dan penguatan kelembagaan
petani.
*Baca juga: *Ekspor Minyak Sawit RI Turun 4%, Ini Respons Mendag
<https://finance.detik.com/read/2018/06/05/231147/4055078/1036/ekspor-minyak-sawit-ri-turun-4-ini-respons-mendag>
"Dengan mekanisasi, para petani dapat berproduksi lebih efisien, lebih
cepat, dan lebih produktif, serta menghasilkan produk berkualitas.
Penggunaan teknologi dan mekanisasi ini mampu menarik minat generasi
muda terjun ke pertanian," ucapnya.
Hal itu terbukti pada capaiannya dalam kurun waktu Mei 2018, daya beli
petani secara nasional menunjukkan tren positif dibanding bulan
sebelumnya. Dengan begitu, tingkat kesejahteraan petani semakin
meningkat.
Data yang dirilis BPS menunjukkan, indeks Nilai Tukar Petani (NTP)
secara nasional pada Mei 2018 meningkat 0,37% menjadi 101,99 jika
dibandingkan April yang hanya 101,61. Begitu pun indeks Nilai Tukar
Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Mei 2018 mencapai 111,38 atau naik
0,32% dari bulan sebelumnya yang nilainya hanya 111,03. Membaiknya
harga komoditas pangan menjadi pemicu kenaikan NTP dan NTUP.
Dari capaian tersebut, Ketut mengungkapkan tren positif kenaikan NTP
menunjukkan adanya peningkatan kemampuan daya beli. Semakin tinggi
NTP, akan semakin kuat tingkat kemampuan atau daya beli petani.
"Daya beli petani pada Mei 2018 ini tidak hanya lebih tinggi dibanding
bulan sebelumnya, akan tetap jika dibandingkan Mei 2017, daya beli
petani pada Mei 2018 ini pun lebih tinggi. NTP pada Mei 2017 lalu
hanya 100,15. NTP di bulan Mei 2018 ini lebih yaitu 101,99," ujar Ketut.
*Baca juga: *Kementan Diminta Bantu Pengembangan Pertanian Warga
Sinabung
<https://news.detik.com/read/2018/06/05/215503/4054992/10/kementan-diminta-bantu-pengembangan-pertanian-warga-sinabung>
Sementara itu, Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Winarno
Tohir, menuturkan kondisi lapangan saat ini produksi gabah sedang
melimpah, sehingga kesejahteraan petani memang terbukti. Akan tetapi
kondisi tersebut bertentangan dengan kebijakan impor jilid II,
sehingga petani dirugikan.
"Karena itu, tidak seharusnya Kementerian Perdagangan melalukan impor
yang kedua. Petani yang kondisinya saat ini sejahtera, ke depan bisa
dirugikan," tuturnya. *(idr/hns)*
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com