Orang sering bertanya, kalau tidak dukungJokowi, lantas apa solusi atau jalan keluarnya??? Kalau orang maumembaca berita tentang kegiatan dan perjuangan berbagai macam organisasi massarakyat yang hampir setiap hari saya postingkan, sebenarnya bisa ditangkap jalanyang telah dipilih oleh massa rakyat yang sadar dan terorganisasi. Masalahnyaadalah mereka yang suka tanya itu tidak tertarik untuk membaca pernyataan sikapdan mendengarkan tuntutan massa ketika mereka mengadakan aksi protes dan tetapngotot menganggap solusinya adalah pembangunannya Jokowi… Di bawah ini untukkesekian kalinya bisa disimak jalan keluar yang bagaimana yang diusulkan olehorganisasi massa AGRA yang merupakan anggota dari Front Perjuangan Rakyat (FPR)
Sikap AGRA tegas menolak dan menentang seluruh skema dan rencana jahat IMF-WB serta implementasi yang dilakukannya karena jelas merugikan kaum tani, klas buruh dan klas tertindas di Indonesia dan dunia. Rakyat harus bersatu melawan dominasi imperialis dan kaki tangannya dalam negeri yang terus mengikuti dekte dan kebijakan IMF dan Bank Dunia. Solusi terbaik bagi rakyat adalah bersatu dan berjuang bersama agar Indonesia lepas penjajahan IMF, Bank Dunia melalui skema hutang dan investasi, yang menjadikan rakyat dan bangsa Indonesia tertindas dan terhisap serta kehilangan kedaulatanya, dan terus terbelakang kebudayaannya. Jalan keluar terbaik bagi Indonesia melepaskan dirinya dari krisis adalah terlaksananya Land reform sejati dan terbangunnya industri nasional yang mandiri atau bebas dari dominasi imperialis. Dengan jalan keluar tersebut maka Indonesia dapat lepas dari sistem sosial terbelakang secara ekonomi, politik, dan kebudayaan. Penjajahan IMF dan Bank Dunia (WB) Melalui Utang dan Investasi 8 Juni, 2018 86 Do. SindowNesw.com PENGANTAR Masyarakat dunia terus menjadi tumbalrakusnya sistem kapitalisme monopoli dunia (Imperialisme), yang kenyataannyaterus membawa krisis demi krisis yang bebannya selalu ditimpakan diatas pundakrakyat. Imperialisme terus memaksakan kebijakan ekonomi Neoliberalnyadiberbagai negeri melalui berbagai skema dan menggerakkan seluruh Instrumenpenghisapannya. Lembaga-lembaga keuangan dan perdagangan globalnya seperti DanaMoneter Internasional(International Monetary Fund-IMF), Bank Dunia (WorldBank-WB) dan, organisasi perdagangan dunia(World TradeOrganization-WTO) yang dilahirkan dari sistem BrettonWoods yang dibentuk sebagai penggerak ekonomi dan keuangan globalpaska Perang Dunia dan Depresi besar (Great Depression)tahun1930an. Pada tahun ini, pada 12-14 Oktober2018 mendatang, Indonesia menjadi Tuan Rumah AM IMF-WB yang akandiselenggarakan 2018 di Nusa Dua Bali. Pertemuan ini merupakanpertemuan terbesar dunia dalam bidang ekonomi dan keuangan, yang menghadirkanGubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan dari 189 negara anggota serta sektorprivat, akademisi, NGO dan media. Pertemuan tersebut akan mendiskusikanperkembangan ekonomi dan keuangan global serta isu-isu terkini, antara lain:a). Pengurangan kemiskinan; b). Pembangunan ekonomi internasional; dan c).Isu-isu global lainnya. Arti Penting Annual Meeting (AM) IMF-WBdi Indonesia Bagi pemerintahan Joko Widodo Bagi Pemerintah Joko Widodo (Jokowi),pertemuan IMF-WB tahun 2018 kali ini menjadi penting dan spesial karena akandilaksanakan di Bali dan karena keseluruhan focus program IMF-WB saat inirelevan dengan program pembangunan yang dijalankan oleh pemerintah, utamanyapembangunan Infrastruktur yang pada sisi lain juga merupakan program pelayananpemerintah Indonesia untuk memfasilitasi kepentingan eksport kapitalImperialis. Selain itu, pentingnya Indonesia sebagaiTuan Rumah karena Indonesia merupakan salah satu dari 9 (Sembilan) negarapercontohan (diantaranya Kamerun Cote D’Ivoire, Mesir,Indonesia, Irak, Jordania, Kenya, Nepal, dan Vietnam) yang fokusmelaksanakan skema Bank Dunia dalam mengatasi krisis yakni proyekinfrastruktur. Seluruhnegara ini menjadi wilayah target eksport kapital milik imperialis (melaluiutang dana investasi) melalui pilot Maximizing Finance for Development(MFD)atau Maksimalisasi Keuangan untuk Pembangunan. Di empat Negara (termasukIndoonesia), kerja pilot MFD akan membangun pada kerja yang sedang berjalanuntuk mengembangkan pasar modal dibawah program World Bank Group (WBG) “J-CAP”. Secara khusus, Bali dipilih sebagaitempat pertemuan ini karena merupakan tempat yang dinilai “paling aman” danterbukti sukses menjadi tempat penyelenggaraan berbagai pertemuan internationaldi Indonesia. Karenanya, atas seluruh kepentingan tersebut, maka untukpenyelenggaraan acara ini, pemerintah menyediakan anggaran ratusan miliarrupiah, baik untuk pembangunan infrastruktur fasilitas pertemuan, rapat-rapat,keamanan dan berbagai kebutuhan persiapan dan pelaksanaan acara lainnya. Anggaran yang disediakanpemerintah dan Bank Indonesia (BI) sekitar Rp 810 miliar. Selain itu,pemerintah juga menyiapkan pengamanan tingkat tinggi agar pelaksanaan acaramilik imperialis tersebut dapat berjalan lancer. Agenda utama dari Pertemuan tersebut,antara lain: 1. IMF-WB Plenary Session; 2. International Monetary and FinancialCommittee (IMFC) Meeting; 3. World Bank Development Committee; 4. Pertemuan Grup Kerjasama Ekonomi Lainnya(G-20, G-24, MENA, Commonwealth, BRICS, IIF, WEF, dsb); 5. Pertemuan Sektor Perbankan dan RiilLainnya; 6. Seminar dan International Conference; 7. Konferensi Pers Serta penyelenggaraan berbagai kegiatan(side events), diantaranya: seminar, investment forum, FGD, workshop,dan cultural events. Sepanjang pertemuan tahunan di Bali kali ini diperkirakanada lebih dari 2.000 pertemuan dan, akan dihadiri 18.000 tamu yang mencakupGubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan dari 189 negara anggota serta sektorprivat, akademisi, NGO dan media. KEJAHATAN IMF – BANK DUNIA (WB) ATASRAKYAT DAN BANGSA-BANGSA DI DUNIA Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia (WB) sebagailembaga kapital finans monopoli yang dikontrol negara-negara imperialis yangtergabung dalam G-7 dibawah pimpinan Amerika Serikat (AS). International Monetary Fund (IMF) International Monetary Fund (IMF) lahirdari situasi krisis imperialisme yang semakin memburuk dan telah menghasilkanperang perampasan yang menindas rakyat seluruh dunia. IMF didirikan padaSeptember 1945 setelah ratiikasi kesepakatan Konferensi PBB di Bretton Woods,New Hampshire AS, tahun 1944 yang menyetujui suatu ”kerangka kerjasama ekonomi”yang dirancang untuk menghindari terulangnya kebijakan ekonomi buruk yang turutmengakibatkan Depresi Besar (Great Depression) di tahun 1930-an. Dengan kerangka kerjasama yang berkedok“Stabilitas Ekonomi” tersebut, IMF menyatakan tujuan untuk dapat mendominasidan mendikte ekonomi dan politik anggota-anggotanya dengan cara: 1. Melakukan kontrol atas kerjasamaperdagangan dan keuangan internasional untuk kepentingan Negara-negarakapitalis. 2. Mengamankan kepentingan pasar denganstabilitas sistem keuangan dan perdagangan yang timpang untuk kepentinganNegara kapitalisme seperti AS dan Inggris. 3. World Bank (WB) World Bank (WB) atau Bank Duniamerupakan lembaga keuangan atau alat kekuatan oligarki finans (kemaharajaankeuangan) Imperialis yang Kantor Pusat-nya di Washington, D.C., yang juga lahirdari krisis imperialism yang didirikan pada Desember tahun 1944 setelahratifikasi hasil konferensi Bretton Woods. WB difungsikan sebagai penyedia pinjaman(hutang dan investasi) kepada negara berkembang, dengan kedok “pengurangankemiskinan”. Seluruh keputusan WB harus diarahkan untuk mempromosikan investasiluar negeri, perdagangan internasional dan memfasilitasi investasi modal. WBbertugas sebagai lembaga lintah darat yang memberi fasilitas pinjaman, bantuanteknis dan lain sebagainya dengan imbal balik liberalism dan privatisasiberbagai asset public. Kekuatan finans Bank Dunia sendiriditopang oleh 5 (lima) organisasi anggota group pemilik modalnya, yakni: 1). TheInternational Bank for Reconstruction and Development (IBRD), 2). TheInternational Development Association (IDA), 3). The International FinanceCorporation (IFC), 4). The Multilateral Investment Guarantee Agency (MIGA), 5).The International Centre for Settlement of Investment Disputes (ICSID). Kedualembaga tersebut telah menunjukkan kejahatannya diseluruh dunia dan Indonesia,diantaranya: Pertama: Menginjak-injak kedaulatanbangsa-bangsa dengan memberikan syarat-syarat yang memaksa agar dapatmempercepat perampasan atas tanah, upah, dan kerja sehingga penghidupan rakyatsemakin memburuk. Kedua: Bank Dunia dan IMF memaksakanpelaksanaan model kebijakan ekonomi neoliberalisme yang secara sistematisdengan mempercepat liberalisasi dan privatisasi sehingga semakin memperburukkeadaan ekonomi negeri dan penghidupan rakyat. Bank Dunia dan IMF jugaberkontribusi atas munculnya faktor-faktor yang menyebabkan krisis utang ditahun 1982 hingga krisis moneter di Asia tahun 1997an. Dalam perkembangan saat ini, IMF danBank Dunia bahkan berperan semakin aktif dan Agressif mengikat kedaulatanNegara dengan kemudahan utang, melakukan investasi untuk pembiayaan produksikomersil dan pembangunan. Saat ini, Ambisi IMF-WB 2015-2030 yaknimendorong intensifikasi pembangunan, yang disebut Memaksimalkan Pembiayaanuntuk Pembangunan yang ditandatangani oleh Komite Bersama Pembangunan WB:Memanfaatkan Sektor Swasta untuk Pertumbuhan dan Pembangunan Berkelanjutan.Salah satunya adalah Ambisi untuk transformasi keuangan atau pembiayaan untukpembangunan, yakni Transformasi Keuangan Pembangunan yang menekankan perlunyamengalihkan fokus dari “miliaran” dalam ODA (bantuanresmi untuk pembangunan) ke “triliunan” dalam semuajenis investasi untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) / “FromBillions to Trillions” of Official Development Assistance (ODA). KONTROL IMF-WB ATAS INDONESIA SERTADAMPAKNYA TERHADAP PENGHIDUPAN RAKYAT YANG SEMAKIN MEMBURUK Indonesiasejak dibawah kekuasaan fasis Jenderal Soeharto pada tahun 1967 sudahberhadapan dengan kebijakan pengaturan Bank Dunia dan IMF yang saat itu sedangmelaksanakan kebijakan eksport kapital ke berbagai negeri. Dampaknya,perusahaan monopoli pertambangan raksasa berdatangan dan mengikat kontrakjangka panjang dengan Suharto, diantaranya: Freeport Mc Moran, Chevron, Caltex,Unocal, Exxon mobile, Stanvac. Beberapa imperialis lain ambil bagian denganproyek infrastruktur dan berbagai industri rakitan otomotif di Indonesia sejaktahun 1970-an awal. Pada tahun 1969 Indonesia secara resmimenjadi anggota Bank Dunia, IMF, serta Asian Development Bank (ADB). Dengansokongan kapital pertama dalam bentuk utang $325 juta US, imperialisme AS mengontrolIndonesia secara ekonomi dan hanya dibatasi sebagai negeri penghasil bahanmentah untuk ekspor, sementara kebutuhan dalam negeri diatur oleh impor. Selain melalui IMF dan Bank Dunia, ASjuga membentuk persekutuan kapital untuk Indonesia dengan imperialis lainnya,yaitu Inter-Governmental Group of Indonesia (IGGI) bersama dengan KerajaanBelanda pada tahun 1967. IMF sendiri pada tahun 1967 telah memberikan bantuankepada Indonesia sebesar $51 juta, dan pada tahun yang sama IGGI memberikanutang sebesar $200 juta. Pada tahun 1968 mereka kembali memberikan utang barusebesar $325, sebagian besar digunakan untuk “stabilitas”. Berikutnya,Imperialis AS juga membuat Consultative Group of Indonesia (CGI) dan Paris Clubdengan tujuan yang sama untuk mendukung skema ekonominya di Indonesia. BankDunia dan ADB adalah ujung tombak utama dari operasi kapital imperialis AS diIndonesia selain IMF dan, Bank-bank milik imperialis lainnya serta perusahaantambang besarnya di Indonesia. Mereka secara bersama-sama mengeruk keuntungansumber daya alam Indonesia dan tenaga kerja murah. Perkebunanbesar, pertambangan, perdagangan besar dan pabrik olahan adalah bidang-bidangdimana imperialis menanamkan modalnya dalam jumlah besar. Sementara kapitalbesar lainnya masuk dalam bentuk utang luar negeri untuk pembangunaninfrastruktur seperti jalan, jembatan, pelabuhan dan perkantoran. Artinya Bank Dunialah yang berperan atas program landreform palsu Soeharto sampai Jokowi saat ini, guna terusmempertahankan sistem produksi feodal di Indonesia. Bank Dunia juga yangmendorong adanya HGU dan HPH, program re-settlement project,penghancuran habitat dan ekosistem pada era kediktaturan fasis Soeharto. Pemerintahan boneka paska Suhartomelanjutkan kebijakan yang sama, dan jauh lebih kejam dan brutal sejak zamanMegawati Sukarno Putri. Mereka tetap melanjutkan kebijakan Bank Dunia diIndonesia dan mengintensifkan pemasukan negara dengan memberikan konsesisebesar-besarnya kepada para tuan tanah besar dan perusahaan pertambangan besarmilik imperialis di Indonesia. Di era Susilo Bambang Yudhoyono, programlandrefom palsunya telah berlaku sama, melestarikan monopoli tanah dan saraanaproduksi pertanian. Padaera kekuasaan Jokowi-JK, kebijakan ekonomi dan keuangan terus bergantung pada eksporkapital dari imperialis. Rezim ini mengeluarkan Paket KebijakanEkonomi sebanyak 16 jilid (sejak September 2015 sampai akhir 2016) sebagaiimplementasi percepatan deregulasi dan debirokratisasi yang mempermudahliberalisasi, privatisasi, dan merampok uang rakyat dengan intesifikasi pajak.Paket Ekonomi Jokowi menjadikan kenaikan upah buruh yang terus ditekansedemikian murah melalui PP No. 78/2015 tentang Pengupahan yang hanya mencapaikenaikan dibawah sepuluh persen. Bank Dunia-lah yang mendorong adanyaProyek Strategis Nasional Jokowi yang telah merampas tanah rakyat secara paksa,adanya Program Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial (RAPS) yang hakekatnyapalsu. Program RAPS Jokowi sesungguhnya adalah skema untuk menjalankan programLand Administration Project (LAP) milik Bank Dunia (WB) untuk penyediaan tanah(Land Bank). Reforma Agraria Jokowi bertujuan mempertahankan monopoli tanah danmeletakkan tani kecil perseorangan terpaksa hidup berdampingan secara timpangdibawah dominasi tuan tanah besar, dan menjadikan petani semakin kehilangantanah, terjerat peribaan yang makin mendalam, dan kemiskinan. Pemerintah bahkan semakin menindasrakyat dengan mengeluarkan berbagai peraturan dan perundangan yang merampas danmemberangus kebebasan berpendapat, mogok, dan berorganisasi, untuk meredam danmemukul aspirasi dan gerakan demokratis rakyat, diantaranya: UU Ormas, UU MD3, RKUHP, UUAnti Terorisme, UU ITE, Nota Kesepahaman antara TNI dan Polri dalam menghadapigerakan massa di kawasan industri, kota dan perdesaan. Aturan itu semakinmembenarkan kekerasan, teror, intimidasi, penangkapan dan pemenjaran terhadaprakyat. Peranan khusus IMF dan WB juga sebagaikonsultan dan pembiaya utama pembangunan infrastruktur dan kredit konsumsi diIndonesia. Mereka juga yang mendorong Indonesia menggunakan sistem E-Money(electronic money), E-Banking, E-Commerce agar dapat dikontrol langsungmobilitas uang dan kapital untuk dapat memaksimalkan perampokan terhadaprakyat. Bahkan campur tangan IMF dan WB di era Jokowi sangat terlihat,menjelang Annual Meeting ini. Dimana berbagai sarana dan kerjasama terusterlihat. Seperti pandangan dua lembaga parasite tersebut agar Jokowi tidakboleh mengontrol harga BBM, kemudian untuk mempertahankan pembangunaninfrastruktur untuk memelihara pertumbuhan ekonomi hingga masalah premium yangditiadakan selama acara annual meeting untuk sekedar memelihara udara yangsehat. Tindakan IMF dan Bank Dunia tidaksedikit-pun memberikan “pertolongan dan bantuan” kecuali mengintensifkanperampokan, perang, dan memperburuk penghidupan rakyat. Kedua lembaga jahattersebut menjadi instrumen negeri-negeri imperialis, khususnya G7 untuk: Pertama, mengerukkekayaan alam sebesar-besarnya dengan murah untuk kebutuhan monopolinya ataudisebut perampokkan. Kedua, Mempertahankantenaga kerja murah dengan menekan upah terus rendah.Ketiga, MenjadikanIndonesia terus menjadi pasar barang-barang sampah yang merupakan produkberlebih (overproduction). Keempat, MenjadikanIndonesia terus menjadi obyek penghisapan dan perampokan kapitalis monopolimelalui import kapitalnya, yakni utang dan investasi. IMF dan Bank Dunia akan terus berkuasadengan hutang atau “bantuan” yang diberikannya atas negara dan bangsa. Hutangdan bantuan mereka berarti politik dan juga dominasimiliterimperialis Amerika Serikat. Hutang menjadi instrumen untuk memaksanegara membuat regulasi yang merugikan dan mencelakakan rakyat. Hutang menjadiinstrumen untuk memobilisasi kekuatan militer. Dibawah IMF dan Bank Dunia Indonesia tidak akan pernahmenjadi negeri yang mandiri secara ekonomi, berdaulat secara politik, danberkepribadian secara kebudayaan. Selama rejim yang berkuasa di Indonesiamelaksanakan skema kedua lembaga jahat itu dengan patuh, termasuk Jokowi-JK,maka tidak akan pernah terwujud land reform sejati dan industrinasional yang mandiri. PENDIRIAN DAN SIKAP AGRA TERHADAP IMF-WB SikapAGRA tegas menolak dan menentang seluruh skema dan rencana jahat IMF-WB sertaimplementasi yang dilakukannya karena jelas merugikan kaum tani, klas buruh danklas tertindas di Indonesia dan dunia. Rakyat harus bersatu melawan dominasiimperialis dan kaki tangannya dalam negeri yang terus mengikuti dekte dankebijakan IMF dan Bank Dunia. Solusiterbaik bagi rakyat adalah bersatu dan berjuang bersama agar Indonesia lepaspenjajahan IMF, Bank Dunia melalui skema hutang dan investasi, yang menjadikanrakyat dan bangsa Indonesia tertindas dan terhisap serta kehilangankedaulatanya, dan terus terbelakang kebudayaannya. Jalan keluar terbaik bagiIndonesia melepaskan dirinya dari krisis adalah terlaksananya Landreform sejati dan terbangunnya industri nasional yang mandiri ataubebas dari dominasi imperialis. Dengan jalan keluar tersebut maka Indonesiadapat lepas dari sistem sosial terbelakang secara ekonomi, politik, dankebudayaan. Dikeluarkan oleh ; Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) Anggota dari: Front Perjuangan Rakyat (FPR), AsianPeasant Coalition (APC) dan International League of People’s Struggle (ILPS)
