https://nasional.tempo.co/read/1097255/partai-demokrat-gagas-terbentuknya-koalisi-kerakyatan?
TerkiniUtama&campaign=TerkiniUtama_Click_4
Partai Demokrat Gagas Terbentuknya Koalisi
Kerakyatan
Reporter:
Budiarti Utami Putri
Editor:
Arkhelaus Wisnu Triyogo
Minggu, 10 Juni 2018 23:01 WIB
Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan orasi berjudul Dengarkan Suara
Rakyat di Jakarta Convention Center Senayan, Sabtu malam, 9 Juni 2018.
Orasi ini disaksikan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono
beserta para kader Demokrat dari wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
Tempo/Rezki Alvionitasari
<https://statik.tempo.co/data/2018/06/09/id_711366/711366_720.jpg>
Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan orasi berjudul Dengarkan Suara
Rakyat di Jakarta Convention Center Senayan, Sabtu malam, 9 Juni 2018.
Orasi ini disaksikan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono
beserta para kader Demokrat dari wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
Tempo/Rezki Alvionitasari
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Dewan
Pengurus Pusat Partai Demokrat
<https://www.tempo.co/tag/partai-demokrat-pd>, Ferdinand Hutahaean
mengatakan partainya tengah menggagas terbentuknya Koalisi Kerakyatan
<https://www.tempo.co/tag/koalisi-kerakyatan>. Ferdinand mengatakan ide
koalisi kerakyatan itu muncul dari rekaman perjalanan yang dilakukan
Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono dan putranya, Agus Harimurti
Yudhoyono ke berbagai daerah di Indonesia.
"Gagasan ini memang mengerucut atas prakarsa dari Pak SBY, tapi yang
pasti nama ini muncul dari masyarakat, ketika Pak SBY dan AHY turun ke
bawah keliling nusantara," kata Ferdinand melalui pesan kepada Tempo,
Ahad, 10 Juni 2018.
Baca: Terkesan Diatur Rizieq Shihab, Demokrat Ogah Gabung Koalisi Umat
<https://nasional.tempo.co/read/1096364/terkesan-diatur-rizieq-shihab-demokrat-ogah-gabung-koalisi-umat>
Sebelumnya, Ferdinand mengatakan koalisi itu tercetus setelah pertemuan
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan pimpinan Front Pembela
Islam Rizieq Shihab di Mekkah. Padahal sebelumnya Gerindra disebut-sebut
berniat mendekati Partai Demokrat terkait kemungkinan koalisi.
Ferdinand mengatakan Demokrat tak ambil pusing dengan wacana koalisi
keumatan yang dicetuskan Rizieq. Musababnya, pihak FPI menyampaikan
Demokrat sengaja tak diajak karena pemerintahan Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono pernah memenjarakan Rizieq Shihab.
Baca: Prabowo dan Amien Rais Bertemu Rizieq Shihab di Mekah
<https://nasional.tempo.co/read/1094889/prabowo-dan-amien-rais-bertemu-rizieq-shihab-di-mekah>
Seusai pertemuan Prabowo dan Rizieq, kata Ferdinand, SBY langsung
menginstruksikan agar partai mengambil sikap dengan membentuk poros baru
yang dinamakan poros kerakyatan atau poros nusantara. Dia berujar saat
ini partainya tengah membangun komunikasi awal dengan partai lain untuk
membentuk koalisi kerakyatan ini. "Semua akan terlihat pasca pilkada
serentak atau bulan Juli. Jadi sekarang ini, ibarat mau pacaran masih
pendekatan," ujarnya.
Ferdinand tak merinci partai mana saja yang sedang didekati. Dia
mengatakan Partai Demokrat <https://www.tempo.co/tag/partai-demokrat-pd>
juga akan menempuh cara lain untuk membentuk poros ini. Ferdinand
mengatakan Demokrat berencana mengajukan permohonan uji materi ke
Mahkamah Konstitusi terkait ketentuan presidential threeshold sebesar 20
persen. "Karena syarat itu inkonstitusional maka kami akan ajukan untuk
dihapus. Itu juga bagian upaya kami untuk membuka peluang poros baru
dengan capres baru," ujarnya.
------------------------------------------------------------------------