https://nasional.tempo.co/read/1097219/jika-tak-dipilih-jokowi-cak-imin-dibisiki-kiai-agar-jadi-capres?
TerkiniUtama&campaign=TerkiniUtama_Click_6
Jika Tak Dipilih Jokowi, Cak Imin Dibisiki Kiai
Agar Jadi Capres
Reporter:
Budiarti Utami Putri
Editor:
Ninis Chairunnisa
Minggu, 10 Juni 2018 21:37 WIB
0 komentar
<https://nasional.tempo.co/read/1097219/jika-tak-dipilih-jokowi-cak-imin-dibisiki-kiai-agar-jadi-capres?TerkiniUtama&campaign=TerkiniUtama_Click_6#comments>
001
#
#
#
#
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin saat melepas para
pemudik gratis di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Ahad, 10
Juni 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.
<https://statik.tempo.co/data/2018/06/10/id_711454/711454_720.jpg>
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin saat melepas para
pemudik gratis di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Ahad, 10
Juni 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.
TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin
Iskandar alias Cak Imin <https://www.tempo.co/tag/muhaimin-iskandar>
mengatakan akan menjadi calon presiden jika tak dipilih menjadi calon
wakil presiden bagi Joko Widodo. Menurut dia, opsi itu merupakan nasihat
para kiai.
"Banyak kiai yang membisiki, kalau Pak Jokowi enggak ambil saya sebagai
cawapres, lebih baik saya jadi capres," kata Cak Imin di Taman Ismail
Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat pada Ahad, 10 Juni 2018.
Baca: Lepas Mudik Gratis, Muhaimin Iskandar Minta Didoakan Jadi Capres
<https://nasional.tempo.co/read/1097202/lepas-mudik-gratis-muhaimin-iskandar-minta-didoakan-jadi-capres>
Cak Imin memang menggadang-gadang dirinya menjadi calon wakil presiden
mendampingi calon presiden inkumben Joko Widodo. Deklarasi itu dia sebut
juga merupakan nasihat para kyai dan ulama.
Menurut Cak Imin, Jokowi dan dirinya ibarat botol dan tutup yang akan
saling melengkapi. Ia mengklaim gagasan pasangan Jokowi-Muhaimin
merupakan suara batin para ulama untuk melengkapi dan menyempurnakan
kekurangan yang ada saat ini.
"Di tengah persatuan dan kesatuan yang terkoyak, ancaman fundamentalisme
dan radikalisme yang tinggi, hanya kiai dan ulama yang saya ikuti," ujar
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat ini.
Baca: Survei: Muhaimin Iskandar Tak Unggul Sebagai Cawapres Jokowi
<https://nasional.tempo.co/read/1096207/survei-muhaimin-iskandar-tak-unggul-sebagai-cawapres-jokowi>
Cak Imin belum menyebutkan partai mana yang akan digandeng jika ia maju
menjadi capres. Ia mengklaim saat ini para kiai dan ulama masih berharap
dirinya dipilih menjadi cawapres Jokowi.
Jika tidak terpilih, kata Cak Imin, baru para kiai dan ulama menggelar
musyawarah nasional untuk menentukan langkah selanjutnya. "Kalau enggak
(dipilih), akan ada musyawarah nasional di Jakarta yang akan memutuskan
yang terbaik. Nanti bulan Agustus," ujarnya.
Kendati begitu, Cak Imin <https://www.tempo.co/tag/muhaimin-iskandar>
mengatakan langkah itu belum tentu berarti bahwa para kiai
'meninggalkan' Jokowi. "Nanti kita lihat Agustus, pertemuan bersama
Ketum PBNU bersama kiai seluruh Indonesia, di situ akan memutuskan,"
ujarnya.