Mungkin di Arab Saudi Habib Rizieq belajar ilmu kesehatan dan oleh sebab
Habib untuk menjadi tabib harus  berpengetuhan anatomi, maka oleh sebab itu
diminta gambar tanpa busana. Di sekolah kedokteran pada pelajaran anatomi
manusia atau pasien diperikasa dokter itu tidak ada istilah "porno" dan
oleh sebab kasusnya telah dibatalkan oleh polisi. heheheheha

http://mediaindonesia.com/read/detail/166748-pengunggah-chat-porno-yang-diduga-rizieq-firza-tetap-harus-diungkap?utm_source=dable
*Pengunggah Chat Porno yang diduga Rizieq-Firza Tetap Harus Diungkap*

Penulis: *M. Taufan SP Bustan* Pada: Minggu, 17 Jun 2018, 17:18 WIB
Megapolitan <http://mediaindonesia.com/megapolitan>


<http://www.facebook.com/share.php?u=http://mediaindonesia.com/read/detail/166748-pengunggah-chat-porno-yang-diduga-rizieq-firza-tetap-harus-diungkap?utm_source=dable>

<http://twitter.com/home/?status=Pengunggah%20Chat%20Porno%20yang%20diduga%20Rizieq-Firza%20Tetap%20Harus%20Diungkap%20http://mediaindonesia.com/read/detail/166748-pengunggah-chat-porno-yang-diduga-rizieq-firza-tetap-harus-diungkap?utm_source=dable%20via%20@mediaindonesia>

[image: Pengunggah Chat Porno yang diduga Rizieq-Firza Tetap Harus Diungkap]
*MI/RAMDANI*

MESKIPUN Polri telah menerbitkan SP3 terhadap kasus dugaan chat berisi
pornografi Rizieq Shihab bersama Firza Husein, namun Polri diminta untuk
wajib mengungkap siapa pelaku yang telah menyebarkan isi chat tersebut.

Pakar Hukum Pidana Mudzakir menyebutkan, pelaku kejahatan sesungguhnya
dalam perkara Habib Rizieq Shihab dan Firza Husein adalah pengupload.


Menurutnya, mengapa orang yang mengupload ke ranah publik itu tidak
dikenakan sanksi pidana. “Jadi kalau sekarang benar SP3 kasus itu, tugas
Polri sekarang mencari siapa yang menyebar itu. Iya itu harus ditindak
tegas karena pelaku kejahatan sesuangguhnya adalah yang mengupload,” tegas
Mudzakir kepada Media Indonesia di Jakarta, Minggu (17/6).

Dia menyebutkan, kalau Polri menutup perkara ini, maka kewajiban
selanjutnya harus mencari siapa pelaku yang mengupload isi chat berbau
pornografi itu ke ranah publik.

Menurut Muzadkir, pelaku itu wajib ditemukan, kalau tidak ditemukan Polri
masih memiliki hutang. “Karena perkara ini menjadi perkara yang
terpublikasi begitu besar dan menyangkut perkara fitnah yang begitu besar
terhadap eksistensi seorang ulama yang begitu besar ke publik,” ungkapnya.

Oleh karens itu, tambah Mudzakir, Polri tidak boleh main-main dan acuh atas
pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan itu. “Pastinya kalau itu tidak
diseriusi Polri akan menjadi tanda tanya besar di publik. Polri tidak bisa
lari setelah menutup kasus ini dan tidak mengungkap siapa pelaku
sebenarnya. Karena sudah jelas yang bersalah itu adalah si pengupload
sedangkan Rizieq dan Firza merupakan korban,” tandasnya. (OL-4)

Kirim email ke