Partai PSI menggugat kejahatan rezim Orba /Suharto Selengkapnya unduh di Link ini: https://youtu.be/GfEeEryKoL0
Di Link diatas, pendukung rezim Orba /Suharto membanggakan "pembangunan", yg katanya sbg jasa bagi bangsa Indonesia. Padahal dari kenyataan fakta yg ada, kesimpulannya adalah justru jangan sampai terulang kembali pengalaman buruk, seperti yg diwariskan oleh rezim otoriter korup Orba /Suharto dlm "membangun" Indonesia. . . Gelar sbg "Bapak Pembangunan" yg disematkan kpd Suharto oleh pengikutnya, sebenarnya merupakan usaha pembodohan dan penghinaan tak tahu malu terhadap akal waras publik . .. .. Bagaimana tidak? Selama 32 tahun berkuasa, Suharto sbg presiden paling korup didunia menjadikan Indonesia terpuruk peradabannya, budaya KKN (Korupsu, Kolusi, Nepotisme) merusak semua sendi kehidupan masyarakat, sehingga Indonesia menjadi negara agraris terbelakang, jauh ketinggalan dibanding negara-negara tetangganya. Sebagai negara agraris tidak ada kemajuan dibidang industri hasil pertanian, apalagi industri ringan kerajinan tangan maupun industri berat. ..Bahkan dibidang pembangunan infrastruktur, tidak ada prestasi apapun yg ditinggalkan oleh rezim otoriter korup Suharto. Yang diwariskan hanyalah beban hutang dan kekayaan alam yg sudah hampir habis dirampok modal asing dan kerusakan lingkungan hidup.. . Ditengah kemiskinan mayoritas penduduk, dimana sebagian warga terpaksa mencari penghidupan sebagai tenaga kerja asing diluar negeri (jmlahnya ca.10 juta, termasuk terbesar didunia), hanya segelintir elite penguasa yang dekat dengan crony Cendana, yg menikmati kekayaan melimpah hasil KKN. Sekarang, penguasa lokal rentan menjadi raja-raja kecil diwilayahnya, yg sering menyalah gunakan kekuasaan untuk memperkaya dirinya dg mengorbankan nasib warganya. Tidak mengherankan jika ratusan dari elite penguasa lokal terjerat kasus KKN. Arif H. ------------------------------------------------------------------------ Gesendet mit der Telekom Mail App <http://www.t-online.de/service/redir/email_app_android_sendmail_footer.htm>
