Menuju negara Khilafah?
 

kutipan: Hanya ada satu institusi yang akan membawa kita pada ekonomi yang 
mumpuni, tak lain institusi itu adalah Khilafah yang akan menerapkan Islam 
bukan hanya aturan ekonominya saja, tapi semua aspek kehidupan termasuk di 
dalamnya politik dan lainnya. Karena aturan Islam tidak bisa hanya sebagian 
diterapkan dan sebagiannya lagi dicampakkan.
 Penerapan Islam secara menyeluruh oleh Khilafah sebagai ajaran Islam yang 
telah diwariskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam kepada kaum 
muslimin akan mampu membawa negeri kita Indonesia pada kesejahteraan dan 
menjaga keberlangsungan hidup masyarakatnya yang terdiri dari berbagai macam 
suku, ras, agama dan budaya. Serta akan membawa kita pada kehidupan penuh 
dengan limpahan keberkahan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.


---In [email protected], <ilmesengero@...> wrote :

 
http://www.panjimas.com/citizens/2018/06/23/ekonomi-semakin-sulit-akibat-rupiah-terus-terjepit/
 
http://www.panjimas.com/citizens/2018/06/23/ekonomi-semakin-sulit-akibat-rupiah-terus-terjepit/
 Ekonomi Semakin Sulit Akibat Rupiah Terus Terjepit 23 Jun 2018 
 
http://www.panjimas.com/citizens/2018/06/23/ekonomi-semakin-sulit-akibat-rupiah-terus-terjepit/
 
 

 
 Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih mengalami keterpurukan. Sejak tahun 
2015 lalu nilai tukar rupiah mengalami penurunan dan tidak mampu menembus angka 
Rp 10.000 per dolar AS, seperti yang pernah diramalkan dan dijanjikan pada saat 
kampanye penguasa. Tapi, di bulan Mei tahun 2018 ini, nilai tukar rupiah justru 
berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) terus 
terjun hingga menembus di level RP 14.084 per dolar AS. (kompas.com 
http://kompas.com)
 Bahkan, sampai bulan Juni ini, nilai tukar rupiah berakhir melemah 57 poin 
atau 0,41% di Rp 13.932 per dolar AS seiring pergerakan IHSG pada penutupan 
perdagangan Jumat 8 Juni 2018. (bisnis.com http://bisnis.com)
 Terpuruknya nilai tukar rupiah akan mempengaruhi kondisi ekonomi negeri ini. 
Berbagai kalangan pasti akan mengalami pengaruhnya, baik kalangan pengusaha, 
investor, pelaku industri dan kebijakan negara. Namun, pada akhirnya yang 
paling terpengaruh dari dampak penurunan rupiah ini dan yang menderita adalah 
rakyat kecil.
 Apalagi para ekonom menyatakan, bahwa melemahnya nilai tukar rupiah terhadap 
dolar bisa berpengaruh pada harga kebutuhan pokok terutama menjelang lebaran 
nanti. Hal ini pasti akan sangat berat dirasakan oleh masyarakat terutama 
rakyat kecil.
 Faktor Penyebab Melemahnya Nilai Rupiah
 Pelemahan nilai tukar rupiah sudah diprediksi sebelumnya dengan melihat 
ekspektasi pasar terhadap kenaikan bunga acuan bank sentral AS, Fed Fund (FFR) 
sebanyak tiga hingga empat kali pada tahun ini. Namun menurut Direktur 
Eksekutif di Institute for Development or Economics dan Finance (Indef), Enny 
Sri Hartati, meski pelemahan nilai tukar rupiah ini terprediksi, namun kurang 
diantisipasi. (bbc.com http://bbc.com)
 Adapun penyebab melemahnya nilai tukar rupiah, menurut Dr. Arim Nasim dalam 
sebuah tulisannya ‘Dibalik Gejolak Rupiah’, penyebab terus melemahnya nilai 
tukar rupiah terhadap dolar merupakan konsekuensi logis atas penerapan sistem 
kapitalis yang menjadikan uang sebagai komoditas. Akibatnya, nilai mata uang 
naik-turun mengikuti hukum permintaan dan penawaran. Pelemahan nilai rupiah 
terhadap dolar AS adalah karena permintaan atau kebutuhan akan dolar AS di 
dalam negeri meningkat, sementara supply-nya tetap bahkan menurun. Akibatnya 
nilai tukar rupiah semakin turun.
 Permintaan terhadap dolar yang tinggi, tidak terlepas karena defisitnya 
traksaksi berjalan, yakni impor lebih banyak dibandingkan ekspor. Selain itu, 
terus meningkatnya aliran keluar modal asing dari dalam negeri terutama yang 
berasal dari pasar saham dan dana obligasi. Hal ini juga menjadikan permintaan 
terhadap dolar tinggi. Ditambah pula dengan politik anggaran negara (APBN) kita 
yang tergantung pada utang luar negeri. Sehingga utang ini semakin menambah 
kebutuhan atau permintaan terhadap dolar.
 Terus terjepitnya nilai tukar rupiah terhadap dolar dapat menggangu kestabilan 
ekonomi, sehingga menjadi ekonomi kita semakin sulit. Dampak yang akan muncul 
adalah mahalnya barang-barang yang mengandung komponen impor. Sedangkan di 
Indonesia sendiri banyak industri yang masih mengandalkan bahan baku dari luar 
negeri, termasuk industri kecil-menengah. Kondisi ini akan membuat para pelaku 
usaha bingung karena membeli bahan dengan mata uang dolar, tetapi dalam 
penjualannya menggunakan mata uang rupiah.
 Pelemahan nilai tukar ini akhirnya akan menambah jumlah kemiskinan dan 
pengangguran. Karena harga barang mengalami kenaikan, sementara penghasilan 
tetap atau bahkan berkurang. Ditambah lagi adanya pemutusan hubungan kerja 
(PHK). Alhasil, angka kriminalitas dan permasalahan sosial lainnya akan 
meningkat.
 Ketangguhan Sistem Ekonomi Islam dalam Menjaga Kestabilan Ekonomi
 Semakin terjepitnya nilai tukar rupiah terhadap dolar menjadikan ekonomi kita 
semakin sulit. Hal ini tidak lain akibat dari penerapan sistem ekonomi 
kapitalis. Sistem ekonomi kapitalis telah terbukti menimbulkan krisis yang 
berulang. Berbeda halnya dengan sistem ekonomi Islam yang tergambar dalam 
sistem keuangan Islam. Sistem keuangannya menunjukkan bagaimana ketangguhan 
sistem ekonomi Islam yang pernah diterapkan lebih dari 1200 tahun lamanya dan 
tidak pernah mengalami krisis ekonomi yang signifikan.
 Muhammad Shalahuddin SE, MS, (Direktur Pasar Studi Ekonomi Islam Universitas 
Muhammadiyah Surakarta) memberikan gambaran  sistem keuangan Islam dalam sebuah 
tulisannya ”Sistem Keuangan Islam Global”, dalam tulisan tersebut dijelaskan 
bahwa sistem keuangan Islam secara komprehensif terdiri dari: 1). Mata uang 
syar’i berdasarkan emas/perak; 2). Bebas Riba; 3) Bertumpu pada ekonomi sektor 
riil.
 Pertama: Sistem ekonomi Islam telah menetapkan bahwa emas dan perak merupakan 
mata uang bukan yang lain. Mengeluarkan kertas substitusi harus ditopang degan 
emas dan perak dengan nilai yang sama dan dapat ditukar saat ada permintaan. 
Sehingga uang kertas negara manapun tidak akan bisa didominasi oleh negara 
lain. Sebaliknya uang tersebut mempunyai nilai intrinsik yang tetap dan tidak 
berubah.
 Kedua, Sistem keuangan Islam secara tegas melarang riba dana penjualan 
komoditi sebelum dikuasai oleh penjualnya. Karena itu, haram menjual barang 
yang belum menjadi miliknya secara sempurna. Haram memindah tangankan kertas 
berharga, obligasi dan saham yang dihasilkan dari akad-akad yang batil. Islam 
juga mengharamkan semua sarana penipuan dan manipulasi yang dibolehkan oleh 
kapitalisme dengan klaim kebebasan kepemilikan.
 Ketiga, bertumpu pada ekonomi riil. Sistem ekonomi Islam selalu menomorsatukan 
kebutuhan dan pemberdayaan masyarakat secara riil – bukan sekadar pertumbuhan 
ekonomi saja – sebagai isu utama yang memerlukan jalan keluar dan penerapan 
kebijakan.
 Masih dalam tulisan yang sama, ketangguhan sistem ekonomi Islam juga terlihat 
dari: pertama, menggerakan ekonomi riil. Ekonomi Islam tidak mengenal dualisme 
ekonomi, yaitu sektor riil dan sektor non riil, yang aktivitasnya didominasi 
oleh praktik pertaruhan terhadap apa yang akan terjadi pada ekonomi riil. 
Karena itu, ekonomi Islam didasarkan pada ekonomi riil.
 Dengan demikian, semua aturan ekonomi Islam memastikan agar perputaran harta 
kekayaan tetap berputar secara luas. Serta larangan terhadap adanya bunga 
(riba) bisa dipraktikan dengan melakukan investasi modal disektor ekonomi riil, 
karena penanaman modal di sektor lain (non-riil, seperti pasar uang maupun 
pasar modal) dilarang dalam syariah.
 Kedua, menciptakan stabilitas keuangan dunia. Dengan diterapkannya sistem 
keuangan Islam (mata uang Islam dinar dan dirham, larangan riba dan penerapan 
ekonomi berbasis sektor riil yang melarang spekulatif di pasar keuangan 
derivatif) akan tercipta stabilitas keuangan dunia.  Setelah lebih dari 14 abad 
daya beli atau nilai tukar dinar memiliki nilai yang tetap. Hal itu terbukti 
dengan daya beli 1 dinar pada zaman Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam 
yang bisa ditukarkan dengan seekor kambing. Pada saat ini pun 1 dinar (4,25 
gram) dapat ditukar dengan 1 ekor kambing (1 dinar sekarang sekitar Rp 
2.700.000,-).
 Ketiga, tidak mudah diintervensi asing atau mandiri. Negara menetapkan sistem 
keuangan Islam secara komprehensif akan melaksanakan politik swasembada: 
mengurangi (meminimkan) impor, menerapkan strategi subsitusi terhadap 
barang-barang impor dengan komoditas yang diperlukan di dalam negeri ataupun 
menjualnya dengan pembayaran dalam bentuk emas atau perak atau dengan mata uang 
asing yang diperlukan untuk mengimpor barang-barang dan jasa yang dibutuhkan. 
Sehingga dengan menerapkan sistem keuangan Islam yang komprehensif negara 
menjadi kuat dan mandiri. Niscaya hal tersebut akan menjadikan negara tidak 
mudah diintervensi oleh pihak asing.
 Sungguh kita sebagai Muslim patut berbangga, karena Islam bukan hanya memiliki 
aturan terkait ibadah saja. Tetapi, Islam memiliki aturan terkait masalah 
ekonomi yang termasuk kepada aturan muamalah. Namun, perlu dipahami sistem 
ekonomi Islam termasuk di dalamnya sistem keuangannya, tidak bisa dilaksanakan 
oleh individu atau sekelompok masyarakat saja. Serta, kita pun tidak bisa 
menerapkan aturan pada negara kapitalis-sekuler saat ini, karena dia hanya akan 
menerapkan aturan selain Islam. Hanya ada satu institusi yang akan membawa kita 
pada ekonomi yang mumpuni, tak lain institusi itu adalah Khilafah yang akan 
menerapkan Islam bukan hanya aturan ekonominya saja, tapi semua aspek kehidupan 
termasuk di dalamnya politik dan lainnya. Karena aturan Islam tidak bisa hanya 
sebagian diterapkan dan sebagiannya lagi dicampakkan.
 Penerapan Islam secara menyeluruh oleh Khilafah sebagai ajaran Islam yang 
telah diwariskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam kepada kaum 
muslimin akan mampu membawa negeri kita Indonesia pada kesejahteraan dan 
menjaga keberlangsungan hidup masyarakatnya yang terdiri dari berbagai macam 
suku, ras, agama dan budaya. Serta akan membawa kita pada kehidupan penuh 
dengan limpahan keberkahan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
 Wallahu’alam bi ash-showab
  
 Sri Nurhayati, S.Pd.I
 (Pengisi Keputrian SMAT Krida Nusantara)
 
 
 
 



  

Kirim email ke