Semoga kedua Korea bisa bersatu, keluarga yang terpisah bisa bersatu lagi.
 ---
 Dua Korea bicarakan reuni keluarga yang terpisah 
https://www.antaranews.com/berita/720454/dua-korea-bicarakan-reuni-keluarga-yang-terpisah
  Jumat, 22 Juni 2018 15:10 WIB
 Arsip - Suasana reuni keluarga terpisah Korea terakhir pada 2015 di Pegunungan 
Kumgang, Korea Utara. (REUTERS/Lee Ji-eun/Yonhap)

 
 Seoul (ANTARA News) - Delegasi Korea Utara dan Korea Selatan bertemu pada 
Jumat untuk membicarakan reuni perdana dalam kurun waktu sekira tiga tahun bagi 
para keluarga yang terpisah akibat Perang Korea, yang diinisiai oleh Palang 
Merah Internasional.

Upaya itu menjadi salah satu langkah yang dijanjikan pemimpin Korut Kim Jong-un 
dan Presiden Korsel Moon Jae-in untuk meningkatkan hubungan kedua Korea yang 
memburuk akibat program nuklir dan rudal Korut.

Pertemuan yang dimulai pada Jumat pagi di sebuah hotel di loka wisata Gunung 
Kumgang, Korut, digelar setelah kesepakatan yang dicapai pada April terkait 
rencana reuni keluarga terpisah sebagai perayaan nasional Hari Pembebasan Korea 
dari Kekaisaran Jepang pada Agustus.

"Kami harus melakukan upaya untuk hasil baik hari ini dengan saling percaya dan 
menghargai satu sama lain," kata Pak Yong-il, pimpinan delegasi Korut.

"Kami juga harus melupakan masa lalu dan menyusuri jalan yang telah dibangun 
para pemimpin," tambah Pak, wakil kepala badan Korut untuk mendukung 
reunifikasi Korea, Komite untuk Penyatuan Kembali Damai Tanah Air (CPRK).

Baca juga: Sekjen PBB sebut KTT Trump-Kim tonggak penting 
https://www.antaranews.com/berita/718439/sekjen-pbb-sebut-ktt-trump-kim-tonggak-penting

Baca juga: Jepang hentikan latihan serangan peluru kendali seusai KTT Kim-Trump 
https://www.antaranews.com/berita/720291/jepang-hentikan-latihan-serangan-peluru-kendali-seusai-ktt-kim-trump

Pejabat Korsel menyebut kelanjutan kunjungan antara keluarga terpisah sebagai 
"masalah kemanusiaan dan hak asasi manusia", terutama karena banyak orang yang 
sekarang di usia 80-an.

Sejumlah reuni keluarga yang dilakukan pada masa lalu --terakhir kali 2015 
https://www.antaranews.com/berita/525342/warga-korsel-menuju-korut-untuk-reuni-keluarga
 dan beberapa disiarkan di televisi--, kerap menguras air mata, lantaran 
pertemuan tatap muka sejenak itu berakhir dengan perpisahan yang menyakitkan.

Dalam beberapa tahun terakhir Korsel secara konsisten berusaha melanjutkan 
hubungan antar keluarga terpisah melalui konferensi video serta pengiriman 
surat.

Sejak 2000, sekira 23.676 orang Korea yang terpisah, dari Korut dan Korsel, 
telah bertemu atau berinteraksi melalui tautan video sebagai bagian dari 
program, kata wadah pemikir dari Institut Penelitian Hyundai.

Pada Maret, 56 persen dari 131.531 orang pemohon reuni keluarga terpisah dari 
Korsel telah meninggal, tambahnya.

Tidak jelas apakah Pyongyang telah melonggarkan kondisi yang sebelumnya 
ditetapkan untuk melanjutkan reuni, setelah Seoul mengembalikan 12 perempuan 
warga Korut yang bekerja di sebuah restoran yang dikelola Korut di China dan 
sempat bersama-sama membelot ke Korsel pada 2016.

Beberapa perempuan mengatakan pada Mei mereka dipaksa pergi, sementara para 
pejabat Korsel mengatakan mereka mencoba memverifikasi laporan mereka.

Baru-baru ini pada Mei, organisasi Palang Merah Korut mendesak Korsel untuk 
mengembalikan para wanita "tanpa penundaan".

Pembicaraan perwakilan Palang Merah Korsel berakhir pada Kamis di kota 
perbatasan timur Goseong di Korsel dan dijadwalkan untuk pertemuan di Korut 
pada Jumat pagi.

"Kami akan berdiskusi baik mengenai masalah kemanusiaan dengan Korut dan 
bagaimana kami akan meredakan rasa sakit dari 57.000 anggota keluarga yang 
terpisah," kata Park Kyung-seo, presiden Palang Merah Korea di Seoul yang 
mengepalai delegasi Korsel, Kamis.

Hubungan telah menghangat saat Korut dan Amerika Serikat telah membaik setelah 
Kim bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di Singapura pekan lalu pada 
pertemuan puncak pertama kedua negara tersebut.

Perang Korea yang berlangsung 1950-1953 hanya diakhiri dengan kesepakatan 
gencatan senjata, bukan perjanjian perdamaian, meninggalkan petempur secara 
teknis masih berperang, demikian Reuters.

Baca juga: Trump katakan Korut kembalikan jenazah 200 prajurit AS 
https://www.antaranews.com/berita/720147/trump-katakan-korut-kembalikan-jenazah-200-prajurit-as

Baca juga: Kim undang Trump kunjungi Pyongyang 
https://www.antaranews.com/berita/718487/kim-undang-trump-kunjungi-pyongyang 
Pewarta: ANTARA
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

 

Kirim email ke