Bung Lin, anda tidak bisa melihat perbedaan yang mendasar. Yg terjadi di US
dengan cepat mendapat reaksi keras dalam negeri dari rakyatnya sendiri, media,
ataupun para elected officials, bahkan para elected officials dari partainya
Trump sendiri juga bereaksi keras mengkritik policy itu. Dengan cepat policy
ngaco itu, biarpun awalnya dibela Trump dan administrasinya, direvisi dan
langkah2 perbaikan dilakukan. Dan kesemuanya itu tidak membutuhkan waktu yang
lama.
Tetapi bagaimana dengan yg terjadi di TKK dan HK?
Pingin tahu apa yg akan dilakukan pemerintahan TKK bila ada kritik seperti yg
dilakukan Colbert ini, perlakuan seperti thd Liu XB?
Jeff Sessions Cites The Bible In Separating Children From Parents
Trump's Executive Order To Undo An Executive Failure
On Monday, June 25, 2018, 8:16:10 AM PDT, Hsin Hui Lin <[email protected]>
wrote:
Bg JG,Kalau ini terjadi di TKK atau HK, wah anda tentunya hiruk pikuk ribut
menyerang TKK....betapa pun sudah ada reaksi dunia terhadap TKK.Nah disitulah
bedanya. Dalam masalah pemisahan anak2 dr ibu bapak mereka oleh imigrasi AS,
Trump.... bagi anda kan seperti tak menjadi soal dan anda tenang2 aja.......
nah itulah bedanya, masih ndak jelas???? Hahaha!
On 25 Jun 2018 7:57 p.m., "Jonathan Goeij" <[email protected]> wrote:
Bung Lin, ingat, yang bilang "karena dunia telah kritik Trump" itu anda
sendiri.
Policy administrasi Trump memisahkan anak2 dgn orang tuanya itu jelas sama
sekali salah, lebih parah lagi mengutip ayat2 alkitab utk menjustifikasi policy
ngawur saenak udel itu, sudah gitu cuman ngutip sepotong dengan mengabaikan
ayat selanjutnya yg justru dengan jelas bertentangan dgn policy yg dijalankan.
Bagusnya dengan banyaknya orang2 yg concern, seperti anda, policy itu sudah
dibatalkan dgn dikeluarkannya executive order yg sekedar show off seakan
pahlawan, lebih bagus lagi banyak yg bisa melihat betapa executive order yg
dikeluarkan tdk akan serta merta menyatukan kembali keluarga2 yg terpisah itu
dan tetap mengkritik dgn keras shg Trump administration harus mengambil
langkah2 menyatukan keluarga2 itu kembali. Kita lihat nanti bagaimana hasil
akhirnya.
On Monday, June 25, 2018, 2:27:07 AM PDT, Hsin Hui Lin <[email protected]>
wrote:
Menkritik Trump, dunia sudah kritik keras kan Trump seorang president.Yg saya
kritik kan JG yg tiap tahun mengobar kritik, sbg pendekar HR, peristiwa Tian-an
- men dan dan pembela para demonstran payung kuning di HK, tapi peristiwa
pemisahan anak2 dr orang tua dgn paksa, bg bungkam....... karena dunia telah
kritik Trump........ hahahah!!!!!!
On 25 Jun 2018 10:39 a.m., "[email protected] [GELORA45]"
<[email protected]> wrote:
Bung Lin maksudnya ngritik saya kok tdk ngritik Trump? apakah begitu?
Tapi anda sendiri bilang "Buat apa lagi kritik Trump, dunia kan habis 2an
kritik Trump!!"
kok serba bertolak belakang?
---In [email protected], <ehhlin@...> wrote :
Bg. JG,Rupa nya bg ndak ngert siapa yg saya kritik...... pura 2 tak ngarti?.
Tulisan saya yg sebelumnya kan jelas dan kenapa !! Buat apa lagi kritik Trump,
dunia kan habis 2an kritik Trump!!Lin
On 25 Jun 2018 7:57 a.m., "jonathangoeij@... [GELORA45]"
<[email protected]> wrote:
Bung Lin mau kritik yg apa, yg jelas gitu dong.
Kalau mau mengkritik Trump ya monggo saja, kenapa kok mesti menunggu orang lain
dulu.
---In [email protected], <ehhlin@...> wrote :
Bg. JONATHAN,yg. dimasalahkan dimana JG berdiri dlm soal pemisahan paksa anak
dr orang tua,..... belang JG kan jelas,... sok pembela human rights universal
tapi BUNGKAM terhadap apa yg dilakukan Trump yg memisahkan anak2 dr orang tua
dgn paksa......, kenapa???!!!
On 25 Jun 2018 3:59 a.m., "jonathangoeij@... [GELORA45]"
<[email protected]> wrote:
AG Jeff Sessions Cites The Bible To Defend Separating Immigrant Families | TIME
Jeff Sessions Cites The Bible In Separating Children From Parents
---In [email protected], <ehhlin@...> wrote :
Bg Jonathan,Terus terang saya telah tunggu berita baik yaitu bg akan cepat2
memulihkan anak2, 2000 +-- yg dgn keji dipisahkan dari orang tua mereka,
termasuk seorang anak umur 16 bulan, oleh Trump, - - kembali ke pelukan ibu
mereka..... ternyata suara bg yg nyaring dalam soal Tianan men dan GERAKAN
payung kuning di HK.... kok NDAK ADA kali ini..... nah kan kelihatan belang
anda hahaha!!
On 24 Jun 2018 9:49 a.m., "jonathangoeij@... [GELORA45]"
<[email protected]> wrote:
Semoga kedua Korea bisa bersatu, keluarga yang terpisah bisa bersatu lagi.
---
Dua Korea bicarakan reuni keluarga yang terpisah
Jumat, 22 Juni 2018 15:10 WIB
Arsip - Suasana reuni keluarga terpisah Korea terakhir pada 2015 di Pegunungan
Kumgang, Korea Utara. (REUTERS/Lee Ji-eun/Yonhap)
Seoul (ANTARA News) - Delegasi Korea Utara dan Korea Selatan bertemu pada Jumat
untuk membicarakan reuni perdana dalam kurun waktu sekira tiga tahun bagi para
keluarga yang terpisah akibat Perang Korea, yang diinisiai oleh Palang Merah
Internasional.
Upaya itu menjadi salah satu langkah yang dijanjikan pemimpin Korut Kim Jong-un
dan Presiden Korsel Moon Jae-in untuk meningkatkan hubungan kedua Korea yang
memburuk akibat program nuklir dan rudal Korut.
Pertemuan yang dimulai pada Jumat pagi di sebuah hotel di loka wisata Gunung
Kumgang, Korut, digelar setelah kesepakatan yang dicapai pada April terkait
rencana reuni keluarga terpisah sebagai perayaan nasional Hari Pembebasan Korea
dari Kekaisaran Jepang pada Agustus.
"Kami harus melakukan upaya untuk hasil baik hari ini dengan saling percaya dan
menghargai satu sama lain," kata Pak Yong-il, pimpinan delegasi Korut.
"Kami juga harus melupakan masa lalu dan menyusuri jalan yang telah dibangun
para pemimpin," tambah Pak, wakil kepala badan Korut untuk mendukung
reunifikasi Korea, Komite untuk Penyatuan Kembali Damai Tanah Air (CPRK).
Baca juga: Sekjen PBB sebut KTT Trump-Kim tonggak penting
Baca juga: Jepang hentikan latihan serangan peluru kendali seusai KTT Kim-Trump
Pejabat Korsel menyebut kelanjutan kunjungan antara keluarga terpisah sebagai
"masalah kemanusiaan dan hak asasi manusia", terutama karena banyak orang yang
sekarang di usia 80-an.
Sejumlah reuni keluarga yang dilakukan pada masa lalu --terakhir kali 2015 dan
beberapa disiarkan di televisi--, kerap menguras air mata, lantaran pertemuan
tatap muka sejenak itu berakhir dengan perpisahan yang menyakitkan.
Dalam beberapa tahun terakhir Korsel secara konsisten berusaha melanjutkan
hubungan antar keluarga terpisah melalui konferensi video serta pengiriman
surat.
Sejak 2000, sekira 23.676 orang Korea yang terpisah, dari Korut dan Korsel,
telah bertemu atau berinteraksi melalui tautan video sebagai bagian dari
program, kata wadah pemikir dari Institut Penelitian Hyundai.
Pada Maret, 56 persen dari 131.531 orang pemohon reuni keluarga terpisah dari
Korsel telah meninggal, tambahnya.
Tidak jelas apakah Pyongyang telah melonggarkan kondisi yang sebelumnya
ditetapkan untuk melanjutkan reuni, setelah Seoul mengembalikan 12 perempuan
warga Korut yang bekerja di sebuah restoran yang dikelola Korut di China dan
sempat bersama-sama membelot ke Korsel pada 2016.
Beberapa perempuan mengatakan pada Mei mereka dipaksa pergi, sementara para
pejabat Korsel mengatakan mereka mencoba memverifikasi laporan mereka.
Baru-baru ini pada Mei, organisasi Palang Merah Korut mendesak Korsel untuk
mengembalikan para wanita "tanpa penundaan".
Pembicaraan perwakilan Palang Merah Korsel berakhir pada Kamis di kota
perbatasan timur Goseong di Korsel dan dijadwalkan untuk pertemuan di Korut
pada Jumat pagi.
"Kami akan berdiskusi baik mengenai masalah kemanusiaan dengan Korut dan
bagaimana kami akan meredakan rasa sakit dari 57.000 anggota keluarga yang
terpisah," kata Park Kyung-seo, presiden Palang Merah Korea di Seoul yang
mengepalai delegasi Korsel, Kamis.
Hubungan telah menghangat saat Korut dan Amerika Serikat telah membaik setelah
Kim bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di Singapura pekan lalu pada
pertemuan puncak pertama kedua negara tersebut.
Perang Korea yang berlangsung 1950-1953 hanya diakhiri dengan kesepakatan
gencatan senjata, bukan perjanjian perdamaian, meninggalkan petempur secara
teknis masih berperang, demikian Reuters.
Baca juga: Trump katakan Korut kembalikan jenazah 200 prajurit AS
Baca juga: Kim undang Trump kunjungi Pyongyang
Pewarta: ANTARA
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2018