https://news.detik.com/berita/d-4081092/saling-tuding-pd-vs-pdip-soal-isu-aparat-tak-netral-di-pemilu?_ga=2.268562737.1119611226.1529861272-1568371030.1529861272
Follow detikcom <https://www.facebook.com/detikcom>
<https://twitter.com/detikcom> <https://plus.google.com/u/1/+detikcom>
<https://instagram.com/detikcom/>
Minggu 24 Juni 2018, 21:41 WIB
Saling Tuding PD Vs PDIP Soal Isu Aparat
Tak Netral di Pemilu
Gibran Maulana Ibrahim, Haris Fadhil - detikNews
Share *0*
<https://news.detik.com/berita/d-4081092/saling-tuding-pd-vs-pdip-soal-isu-aparat-tak-netral-di-pemilu?_ga=2.268562737.1119611226.1529861272-1568371030.1529861272#>
Tweet
<https://news.detik.com/berita/d-4081092/saling-tuding-pd-vs-pdip-soal-isu-aparat-tak-netral-di-pemilu?_ga=2.268562737.1119611226.1529861272-1568371030.1529861272#>
Share *0*
<https://news.detik.com/berita/d-4081092/saling-tuding-pd-vs-pdip-soal-isu-aparat-tak-netral-di-pemilu?_ga=2.268562737.1119611226.1529861272-1568371030.1529861272#>
10 komentar
<https://news.detik.com/berita/d-4081092/saling-tuding-pd-vs-pdip-soal-isu-aparat-tak-netral-di-pemilu?_ga=2.268562737.1119611226.1529861272-1568371030.1529861272#>
Saling Tuding PD Vs PDIP Soal Isu Aparat Tak Netral di Pemilu Ilustrasi
Pilkada (Foto: Ilustrasi oleh Zaki Alfarabi)
<https://news.detik.com/berita/d-4081092/saling-tuding-pd-vs-pdip-soal-isu-aparat-tak-netral-di-pemilu?_ga=2.268562737.1119611226.1529861272-1568371030.1529861272#>
<https://news.detik.com/berita/d-4081092/saling-tuding-pd-vs-pdip-soal-isu-aparat-tak-netral-di-pemilu?_ga=2.268562737.1119611226.1529861272-1568371030.1529861272#>
<https://news.detik.com/berita/d-4081092/saling-tuding-pd-vs-pdip-soal-isu-aparat-tak-netral-di-pemilu?_ga=2.268562737.1119611226.1529861272-1568371030.1529861272#>
<https://news.detik.com/berita/d-4081092/saling-tuding-pd-vs-pdip-soal-isu-aparat-tak-netral-di-pemilu?_ga=2.268562737.1119611226.1529861272-1568371030.1529861272#>
*Jakarta* - Pernyataan Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono
(SBY) soal adanya aparat yang tidak netral di Pilkada 2018 bergulir.
Ujung-ujungnya ada saling tuding antara PDIP dan Partai Demokrat.
Awalnya, SBY menuding BIN-Polri-TNI tidak netral. Hal tersebut
disampaikan sebelum kampanye pasangan yang diusung PD di Pilgub Jawab,
Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi.
"Yang saya sampaikan ini cerita tentang ketidaknetralan elemen atau
oknum dari BIN, Polri, dan TNI. Itu ada nyatanya, ada kejadiannya, bukan
hoax, sekali lagi ini oknum, namanya organisasi Badan Intelijen Negara
atau BIN, Polri, dan TNI itu baik," ujar SBY saat konferensi pers di
Hotel Santika, Bogor, Sabtu (23/6).
*Baca juga: *SBY: Ada Oknum BIN, Polri, TNI Tidak Netral di Pilkada
<https://news.detik.com/read/2018/06/23/170459/4079879/10/sby-ada-oknum-bin-polri-tni-tidak-netral-di-pilkada>
PDIP lalu balas menuding SBY yang justru menggunakan alat-alat negara
agar tidak netral pada Pilpres 2004 dan 2009. Ketua DPP PDIP Komaruddin
Watubun menganggap SBY terus menerus mengeluh soal aparat tidak netral.
Dia menyebut era politik melodramatik SBY itu sudah berakhir.
"Ketika pilpres 2009, SBY membujuk komisioner KPU dengan iming-iming
tertentu sehingga banyak yang dijadikan pengurus teras partainya seperti
Anas Urbaningrum dan Andi Nurpati. Siapa yang di belakang tim alfa,
bravo dan delta yang dibentuk SBY, warga sipilkah? Mengapa Antasari
Ketua KPK dipenjara hanya karena mau mengusut IT Pemilu? Siapa yang
menggunakan dana APBN melalui bansos untuk keperluan pemilu? Siapa yang
memanipulasi DPT tahun 2009? Siapa yang gunakan intelijen untuk pilpres
2004 dan 2009?" kata Komarudin dalam keterangannya, Minggu (24/6/2018).
*Baca juga: *PDIP 'Serang Balik' SBY, Ungkit Pilpres 2004 dan 2009
<https://news.detik.com/read/2018/06/24/113129/4080496/10/pdip-serang-balik-sby-ungkit-pilpres-2004-dan-2009>
Tak terima dituding, Demokrat balas menyebut PDIP panik dan
berhalusinasi. Demokrat membantah SBY menggerakkan aparat untuk tidak
netral di Pilpres 2009.
"Komaruddin Watubun terlihat panik ya memberikan penjelasan. Bahkan dia
menyebut SBY menggunakan intelijen pada Pilpres 2004. Dia sampai lupa,
saat itu Megawatilah Presiden yang menjadi calon incumbent atau
petahana. Lantas bagaimana ceritanya SBY bisa peralat intelijen 2004?"
kata Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand
Hutahaean kepada wartawan, Minggu (24/6/2018).
*Baca juga: *Pilpres 2004 dan 2009 Diungkit, PD Tuding PDIP Panik dan
Halusinasi
<https://news.detik.com/read/2018/06/24/135911/4080642/10/pilpres-2004-dan-2009-diungkit-pd-tuding-pdip-panik-dan-halusinasi>
*(imk/jbr)
*