https://nasional.tempo.co/read/1100343/prabowo-sindir-pemimpin-suka-akting-dan-pencitraan?
BeritaUtama&campaign=BeritaUtama_Click_4
Prabowo Sindir Pemimpin Suka Akting dan
Pencitraan
Reporter:
Fitria Rahmawati (Kontributor)
Editor:
Amirullah
Minggu, 24 Juni 2018 09:17 WIB
0 komentar
<https://nasional.tempo.co/read/1100343/prabowo-sindir-pemimpin-suka-akting-dan-pencitraan?BeritaUtama&campaign=BeritaUtama_Click_4#comments>
508
#
#
#
#
Prabowo Subianto dalam acara Halal Bi Halal dengan kader Partai Gerindra
di Palembang, Kamis, 21 Juni 2018. TEMPO/Ahmad Supardi
<https://statik.tempo.co/data/2018/06/21/id_713540/713540_720.jpg>
Prabowo Subianto dalam acara Halal Bi Halal dengan kader Partai Gerindra
di Palembang, Kamis, 21 Juni 2018. TEMPO/Ahmad Supardi
*TEMPO.CO*, *Semarang* - Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo
<https://www.tempo.co/tag/prabowo> Subianto menyindir banyak pejabat
yang gemar akting dan melakukan pencitraan. Mereka bahkan senang
berkomentar normatif, seolah selalu bekerja dengan baik.
"Komentarnya selalu normatif. Harga pokok stabil, perekonomian membaik,
inflasi terkendali. Musim Lebaran, mudik lancar. Pemimpin kita di banyak
level pandai bicara, tapi pandainya pandai akting, inti masalah tidak
menyentuh," ujar Prabowo di PRPP Semarang, Sabtu, 23 Juni 2018.
*Baca: Buka Penggalangan Dana, Gerindra Bantah Prabowo Kehabisan Uang
<https://nasional.tempo.co/read/1100294/buka-penggalangan-dana-gerindra-bantah-prabowo-kehabisan-uang>*
Prabowo juga mengatakan sering dihujat karena berkata apa adanya
mengenai kondisi negara. Ia mengatakan sering dimusuhi banyak pihak
karena membuka kondisi yang sedang terjadi, padahal ia berniat ingin
memberi kritik yang membangun. Prabowo mencontohkan kondisi pertahanan
di negara yang harus diperkuat.
"Saya bilang TNI lemah, dikatakan merendahkan mereka. Gerindra adalah
satu-satunya partai yang menolak APBN karena kami meminta anggaran untuk
TNI meningkat. Menhan mengatakan, kalau Indonesia perang, hanya bisa
bertahan selama tiga hari. Pertahanan beras hanya bisa 18 hari, BBM
bertahan 21 hari. Makanya /bener/ saya latihan naik kuda," seloroh Prabowo.
Dalam negara demokrasi, kata Prabowo, pergantian pemimpin adalah hal
yang biasa. Hanya, banyak yang menolak dilengserkan sehingga
menghalalkan bermacam cara untuk tetap bertahan.
"Kami komit pada Undang-Undang Dasar 45. Kami akan memimpin kalau kami
diberi izin oleh rakyat. Demokrasi, salah satunya, adalah jalan
melakukan demokrasi politik damai. Mengganti pemimpin adalah hal biasa.
Tapi yang sudah memimpin tidak mau diganti. Semestinya serahkan kepada
rakyat," ujar Prabowo.
*Baca: Prabowo Galang Dana, Begini Aturan KPU Soal Sumbangan Kampanye
<https://nasional.tempo.co/read/1100029/prabowo-galang-dana-begini-aturan-kpu-soal-sumbangan-kampanye>*
"Saya kasihan sama Bung Karno. Dijadikan ikon, tapi di partai tersebut
kurang dimaknai di partai itu. Padahal Bung Karno adalah orang yang
Marhaenis. Bersama Bung Hatta membela rakyat. Ada Wahid Hasyim, Agus
Salim, yang semua berjuang, yang ikut merumuskan UUD 45 sebagai letak
bernegara dan berbangsa. Kalau lupa kaidah, jangan sampai mengalami
kesulitan. Dasar filosofi negara adalah Pancasila," kata Prabowo.
Prabowo juga mengkritik banyak elite politik dan pejabat yang diberi
kedudukan tapi bungkam saat kekayaan Indonesia mengalir ke luar negeri.
Dalam kesempatan itu, Prabowo membuka data, mulai kondisi kemiskinan di
Indonesia, utang negara, inflasi, cadangan devisa negara, hingga
kekayaan negara yang separuhnya dikuasai satu persen penduduknya. Data
tersebut ia rangkum dalam buku yang ditulisnya sendiri, “Pandangan
Strategis Prabowo Subianto. Paradoks Indonesia. Negara Kaya Raya, tetapi
Masih Nampak Rakyat Hidup Miskin”.