Djauhari Oratmangun bersarung menghadap Presiden China
Sabtu, 23 Juni 2018 11:53 WIB
Djauhari Oratmangun bersarung menghadap Presiden China
Duta Besar RI untuk China merangkap Mongolia, Djauhari Oratmangun saat
menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden China Xi Jinping di Balai
Agung Rakyat, Beijing, Rabu (20/6/2018). (CCTV-1)
Beijing (ANTARA News) - Duta Besar RI untuk China merangkap Mongolia,
Djauhari Oratmangun, menghadap Presiden China Xi Jinping di Balai Agung
Rakyat, Beijing, Rabu (20/6), untuk menyampaikan surat kepercayaan dari
Presiden Joko Widodo.
Sarung tenun khas Tanimbar melengkapi beskap hitam serta celana dan
songkok berwarna senada yang dikenakan diplomat kelahiran Sulawesi Utara
itu saat menghadiri upacara penyerahan surat kepercayaan di gedung megah
bersejarah yang ada di sebelah Lapangan Tian'anmen.
Presiden Xi menyunggingkan senyum saat menyambut Djauhari dalam seremoni
penyerahan surat kepercayaan yang berlangsung pada musim panas itu.
Sebelum menyampaikan surat kepercayaan dari Presiden Joko Widodo,
Djauhari sempat berbicara sekitar dua menit dengan Presiden Xi. Dalam
pembicaraan itu, Djauhari antara lain berbicara mengenai rencana
Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kenegaraan ke China.
"Sampaikan salam hangat kepada Beliau. Kapan pun Beliau akan datang ke
sini, saya siap menerimanya. Beliaulah yang bisa menentukan sendiri
waktu yang tepat," kata Xi kepada Djauhari mengenai rencana kunjungan
kenegaraan Presiden Jokowi ke China.
Keduanya berfoto bersama sebelum akhir prosesi penyampaian surat
kepercayaan bersama 12 duta besar negara lain di Beijing.
Djauhari, yang mulai berkarier di Kementerian Luar Negeri RI tahun 1984,
bertemu dengan Presiden Xi didampingi Wakil Dubes Listyowati,
Koordinator Fungsi Protokol dan Kekonsuleran KBRI Beijing Ichsan
Firdaus, dan Atase Pertahanan KBRI Beijing Kolonel (Inf) Mochamad
Sjamsul Arief.
Duta Besar RI untuk China merangkap Mongolia, Djauhari Oratmangun,
berswafoto bersama keluarga dan staf KBRI Beijing sebelum menyerahkan
surat kepercayaan kepada Presiden China Xi Jinping di Balai Agung
Rakyat, Beijing, Rabu (20/6/2018). (ANTARA/M Irfan Ilmie)
*Pilihan Tanimbar*
Djauhari lahir pada 22 Juli 1957 di Beo, sebuah kecamatan di Kabupaten
Kepulauan Talaud. Dia memilih mengenakan sarung Tanimbar karena daerah
itu merupakan tempat dia dibesarkan.
"Tanimbar tempat saya dibesarkan, sedangkan Beo tempat saya lahir pada
saat Bapak saya ditugaskan ke sana," jawab diplomat yang menjabat
sebagai Duta Besar RI untuk Rusia merangkap Belarusia pada 2012-2016 itu.
Tanimbar merupakan nama kepulauan yang secara keseluruhan tercakup dalam
wilayah Kabupaten Maluku Tenggara Barat. Tanimbar juga merupakan nama
suku yang mendiami kepulauan tersebut.
"Sampai saat ini masyarakat Tanimbar masih menenun, termasuk tenun yang
saya dan Bapak kenakan saat ini semua bikinan keluarga paman Bapak di
sana," kata Sih Elsiwi Handayani, istri Djauhari, yang mengenakan
bawahan tenun Tanimbar dipadu kebaya warna putih di Wisma Indonesia KBRI
Beijing saat menanti kedatangan sang suami dari Balai Agung Rakyat.
Pewarta:M. Irfan Ilmie
Editor: Maryati
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com