Sebenarnya secara umum, ada investasi SDM oleh pemerintah. tetapi bisa
dinilai kurang sekali atau cukup dengan melihat jumlah institut pendidikan,
kwalitas pendidikan dan juga procentage dari pengeluaran di bidang ini
dibandingkan seluruh pengeluaran pemerintah. Juga dari apa lowongan kerja
di bidang tertentu dapat diisi dengan tenaga terdidik yang diperlukan.
Winsemius, yang membangun industri di negeri Belanda, diminta oleh Bank
Dunia untuk membantu Singapore. Dalam pertemuan dengan Lee Kuan yew dan Dr.
Goh Keng Swee dia meminta supaya nama2 jalan dan patung2 jaman Inggris
jangan diganti nama dan dirobohkan, karena ini akan menakutkan modal asing
yang mau investasi, takut pada masyarakat yang sangat anti asing. Lee dan
Goh menjawab, mereka tidak akan menghapus peninggalan sejarah.
Kemudian Winsemius menganjurkan dibukanya industri yang dapat menyerap
banyak tenaga pekerja. Lee dan Goh memutuskan mulai industri konpeksi
pakaian dalam dulu, baru kemudian konpeksi celana panjang dan baju. Mereka
berpendapat itu bisa dilakukan, karena hampir semua wanita di singapore
sudah biasa menjahit, bikin pakaian. Waktu itu Singapore jauh lebih miskin
dari indonesia. Beli begitu banyak mesin jahit tidak kuat. Jadi mula2 ya
nyewa, dan akhirnya bisa beli.
Winsemius menganjurkan buka sekolah teknik elektronika. Jadi investasi oleh
pemerintah di bidang SDM yang sangat terarah. Tujuan Winsemius adalah
menjadikan Singapore pusat industri elktronika. Waktun siswa2nya sudah di
kelas terakhir, Winsemius mendatangi Phillips, menganjurkan Phillips buka
industri elektronika di Singapore, untuk menggarap pasaran Asia. Dia bilang
tenaga lokal terdidik baik, sudah akan lulus tahun depan.
Kalau Phillips tidak cepat bergerak, bisa didahului Jepang. Phillips
langsung buka industri elektronika di Singapore.
Seandainya tidak tersedia tenaga teknik terdidik yang murah dibandingkan
di negeri asal investor, tidak cukup ada faktor yang menarik bagi investor
untuk membuka industrinya di suatu tempat.
Sekarang ini pusat research dan development elektronika Phillips di Asia
bukan di Singapore, tetapi di shanghai. Ketekunan kerja orang di shanghai
sama baiknya dengan singapore. Bayarannya lebih murah. Mutunya sangat baik,
apalagi di Shanghai ada tersedia dua universitas terkenal.
Trend mendekati dan bekerjasama dengan universitas terkenal ini juga
terjadi di Belanda. Sebagian besar Pusat Research Unilever di Vlaardingen,
Belanda, dipindahkan di complex Universitas Wageningen.
Sebenarnya juga kalau pemerintah mau buka industri sendiri, Badan Perencana
Negara itu sudah harus menghubungi Departemen Pendidikan
untuk sudah mulai menyiapkan sekolah yang diperlukan, sehingga waktu
pembangunan industri dan pada waktu operation ada tenaga terdidik cukup dan
bermutu.