Bung Jo,
Untunglah di kota lama jakarta ada Insinyur arsitek Han Awal almarhum yang
melakukan pemugaran.
Kemudian pekerjaan ini dilanjutkan oleh anaknya, yang juga arsitek, yang
punya bureau arsitek.
Lihat : https://id.wikipedia.org/wiki/Han_Awal
Saya tidak kenal dia, tetapi teman saya, angkatan 2 tahun di atas saya di
Kimia Teknik ITB, menulis
mengabari kalau dia meninggal. Teman ini adalah orang Indonesia pertama,
yang diangkat jadi direktur
di Unilever Indonesia.
Tentang teman ini dan Han Awal, ada tulisan dari prof. Melani Budianta
dalam hubungannya dengan
pendidikan patriotis dari AMT (Angkatan Muda Tionghoa) dibawah Siauw Giok
Tjhan dan Go Gien Tjwan :
12 Amongst hundreds of the AMT students were Han Hoo Tjwan (Han Awal), one
of Indonesia’s leading architects who helped design the Conference of New
Emerging Forces (CONEFO) project in 1960s and received awards for the
conservation of the National Archives building and Dutch colonial buildings
in the 1990s; Liem Siok Ien, who worked as an engineer in the Indonesian
Navy; Willy Halim Indrakusuma, a dentist, who later owned leading travel
agencies; Tjan Hong Tjhiang, now a retired chemist from Unilever, who once
served in the Navy as head of 1965 convict detention unit. For a more
detailed biography of the individuals mentioned in this essay, see Sam
Setyautama 2008.
Ini dapat dibaca di artikel :
https://pure.knaw.nl/ws/files/468548/Budianta_Cultural_expressions_of_the_Chinese.pdf
Waktu teman ini cerita dia sering datang di oey hay Djoen, dengari Gus Dur
berdiskusi dengan Oey, baru saya ngerti kok dia bisa dekat dengan Oey hay
Djoen. Selain sama2 orang Malang, ternyata juga karena sama2 dari AMT.
Sekali Melanie ke Nederland, cari orang2 asal Malang untuk diintervieuw.
Teman saya dapat e-mail dari temannya Melanie
kalau Melanie mau tulis tentang Ang Hien Hoo. Saya jawab, lha anaknya
pabrik rokok yang rumahnya dipakai latihan wayang orang, ada di sini, di
Amstelveen. Waktu Melanie datang mau interview, saya diundang oleh pemilik
rumah untuk ikut hadir.
omong2, ternyata Melanie nicht teman saya di Kimia Teknik, Sie Kong Loen,
yang beberapa tahun juara dobbel tennis putera bersama Sugiarto.
Salam,
KH

2018-06-26 2:21 GMT+02:00 [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
> Kutipan: Dalam pertemuan dengan Lee Kuan yew dan Dr. Goh Keng Swee dia
> meminta supaya nama2 jalan dan patung2 jaman Inggris jangan diganti nama
> dan dirobohkan, karena ini akan menakutkan modal asing yang mau investasi,
> takut pada masyarakat yang sangat anti asing. Lee dan Goh menjawab, mereka
> tidak akan menghapus peninggalan sejarah.
>
> Menarik ceritanya. Memang harus begitu tetapi di Jakarta, banyak
> rumah/gedung2 yg bersejarah/berbau kolonial banyak yg. dilenyapkan. Misal
> lain, dulu Glodok sangat menarik dgn. gedung2 kuno/tenda2 jualan yg. khas,
> sekarang telah di ganti dgn. gedung2 ala Barat yg. membosankan (apalagi
> utk. turis2). Jakarta sudah tidak menarik lagi kecuali yg. memberi
> kesan/pengalaman yg. tidak bisa dilupakan yaitu "jalan macetnya". Dulu saya
> bersepedaan kalau ke sekolah, sekarang mana bisa bersepedaan. Ini
> barangkali karena yg. sering di sebut mental postkolonial minder atau yg.
> merancang kota tidak becus. Misal, kalau kami ke Amsterdam, "kami" tidak
> akan melewatkan utk. mengunjungi "Red District" di dekat Central Train
> Station, yg. bikin menarik kota Amsterdam. Tidak sendirian ke Red District
> lho, cuma lihat2 tempat yg. unik utk. turis2.
>
> Salam,
> BH Jo
>
>
> ---In [email protected], <djiekh@...> wrote :
>
> Sebenarnya secara umum, ada investasi SDM oleh pemerintah. tetapi bisa
> dinilai kurang sekali atau cukup dengan melihat jumlah institut pendidikan,
> kwalitas pendidikan dan juga procentage dari pengeluaran di bidang ini
> dibandingkan seluruh pengeluaran pemerintah. Juga dari apa lowongan kerja
> di bidang tertentu dapat diisi dengan tenaga terdidik yang diperlukan.
> Winsemius, yang membangun industri di negeri Belanda, diminta oleh Bank
> Dunia untuk membantu Singapore. Dalam pertemuan dengan Lee Kuan yew dan Dr.
> Goh Keng Swee dia meminta supaya nama2 jalan dan patung2 jaman Inggris
> jangan diganti nama dan dirobohkan, karena ini akan menakutkan modal asing
> yang mau investasi, takut pada masyarakat yang sangat anti asing. Lee dan
> Goh menjawab, mereka tidak akan menghapus peninggalan sejarah.
> Kemudian Winsemius menganjurkan dibukanya industri yang dapat menyerap
> banyak tenaga pekerja. Lee dan Goh memutuskan mulai industri konpeksi
> pakaian dalam dulu, baru kemudian konpeksi celana panjang dan baju. Mereka
> berpendapat itu bisa dilakukan, karena hampir semua wanita di singapore
> sudah biasa menjahit, bikin pakaian. Waktu itu Singapore jauh lebih miskin
> dari indonesia. Beli begitu banyak mesin jahit tidak kuat. Jadi mula2 ya
> nyewa, dan akhirnya bisa beli.
> Winsemius menganjurkan buka sekolah teknik elektronika. Jadi investasi
> oleh pemerintah di bidang SDM yang sangat terarah. Tujuan Winsemius adalah
> menjadikan Singapore pusat industri elktronika. Waktun siswa2nya sudah di
> kelas terakhir, Winsemius mendatangi Phillips, menganjurkan Phillips buka
> industri elektronika di Singapore, untuk menggarap pasaran Asia. Dia bilang
> tenaga lokal terdidik baik, sudah akan lulus tahun depan.
> Kalau Phillips tidak cepat bergerak, bisa didahului Jepang. Phillips
> langsung buka industri elektronika di Singapore.
> Seandainya tidak tersedia  tenaga teknik terdidik yang murah dibandingkan
> di negeri asal investor, tidak cukup ada faktor yang menarik bagi investor
> untuk membuka industrinya di suatu tempat.
> Sekarang ini pusat research dan development elektronika Phillips di Asia
> bukan di Singapore, tetapi di shanghai. Ketekunan kerja orang di shanghai
> sama baiknya dengan singapore. Bayarannya lebih murah. Mutunya sangat baik,
> apalagi di Shanghai ada tersedia dua universitas terkenal.
> Trend mendekati dan bekerjasama dengan  universitas terkenal ini juga
> terjadi di Belanda. Sebagian besar Pusat Research Unilever di Vlaardingen,
> Belanda, dipindahkan di complex Universitas Wageningen.
> Sebenarnya juga kalau pemerintah mau buka industri sendiri, Badan
> Perencana Negara itu sudah harus menghubungi Departemen Pendidikan
> untuk sudah mulai menyiapkan sekolah yang diperlukan, sehingga waktu
> pembangunan industri dan pada waktu operation ada tenaga terdidik cukup
> dan bermutu.
>
> 
>

Kirim email ke