Studi: Indonesia Masuk dalam Peringkat Tertinggi Pelarangan Agama 
https://www.kiblat.net/2018/06/22/studi-indonesia-masuk-dalam-peringkat-tertinggi-pelarangan-agama/
  Jum'at, 22 Juni 2018 10:43   0 Komentar 
https://www.kiblat.net/2018/06/22/studi-indonesia-masuk-dalam-peringkat-tertinggi-pelarangan-agama/#respond
 https://www.kiblat.net/files/2018/06/Pemerintah-pelarangan-agama.jpeg Foto: 
Kementerian Agama RI dan wacana sertifikat khatib [foto: Suaraislam.co]

 
 KIBLAT.NET – Indonesia masuk dalam kategori negara tertinggi dalam pelarangan 
agama, menurut penelitian Pew Research Center tentang pembatasan global 
terhadap agama.
 Pembatasan agama atau pelarangan kegiatan keagamaan dilakukan oleh pemerintah, 
individu, maupun kelompok sosial terhadap pemeluk agama apa pun, termasuk Islam.
 Berdasarkan data yang diteliti dari tahun 2010-2016 di 198 negara ditemukan 
bahwa pelarangan dan pembatasan agama telah mengalami peningkatan cukup tingi.
 Berikut adalah beberapa temuan kunci dari laporan yang baru dirilis Kamis, 21 
Juni 2018 kemarin:
 Pertama, pembatasan pemerintah atas agama terus meningkat pada tahun 2016. 
Lebih dari seperempat (28%) dari negara-negara yang diteliti, memiliki tingkat 
larangan pemerintah yang “tinggi” atau “sangat tinggi” pada tahun 2016, 
meningkat dari 25% tahun sebelumnya.
 Negara-negara dalam kategori “tinggi” atau “sangat tinggi” setidaknya mencetak 
4,5 pada Indeks Pembatasan Pemerintah. Indeks ini adalah skala 10 poin 
berdasarkan 20 indikator pembatasan pemerintah terhadap agama, termasuk batasan 
tentang dakwah dan khotbah umum, atau penahanan dan penyerangan anggota 
kelompok agama.
 Laos, misalnya, bergabung dengan kategori pembatasan agama “sangat tinggi” 
pada tahun 2016. Sebagian karena keputusan pemerintah baru yang memungkinkan 
Departemen Dalam Negeri untuk menghentikan kegiatan keagamaan yang dianggap 
bertentangan dengan kebijakan, kebiasaan tradisional atau undang-undang dalam 
yurisdiksi.
 Kedua, pangsa negara dengan tingkat permusuhan sosial “tinggi” atau “sangat 
tinggi” yang melibatkan agama tetap stabil pada 27%. Negara-negara dalam dua 
kategori ini mencetak setidaknya 3,6 pada Indeks Permusuhan Sosial, skala 10 
poin berdasarkan 13 ukuran permusuhan sosial yang melibatkan agama, termasuk 
ketegangan antara kelompok agama dan terorisme terkait agama.
 BACA JUGA  Muhammadiyah Tetapkan Idul Fitri Jatuh pada 15 Juni 2018 
https://www.kiblat.net/2018/06/12/muhammadiyah-tetapkan-idul-fitri-jatuh-pada-15-juni-2018/
 Meskipun pangsa negara-negara dalam kategori ini tidak berubah sejak tahun 
lalu, itu lebih tinggi daripada tahun 2007, ketika penelitian ini mulai melacak 
permusuhan sosial. Selain itu, beberapa negara bergabung dengan dua kategori 
teratas permusuhan sosial ini pada tahun 2016.
 Bangladesh mengalami peningkatan dalam serangan dan pembunuhan anggota 
kelompok agama oleh kelompok sosial atau individu.
 Ketiga, insiden pembatasan oleh pemerintah atau permusuhan sosial pada tahun 
2016 melibatkan partai politik atau kelompok sosial yang mendukung posisi 
nasionalis. Sekitar satu dari sepuluh negara (11%) memiliki aktor pemerintah 
(termasuk pejabat publik atau partai politik) yang menggunakan retorika 
nasionalis terhadap anggota kelompok agama tertentu, dibandingkan dengan 6% 
tahun sebelumnya.
 Demikian pula, 16% negara dalam laporan tersebut telah mengorganisasikan 
kelompok sosial yang menggunakan retorika nasionalis terhadap minoritas agama 
di negara tersebut, meningkat dari 14% pada tahun 2015.
 Keempat, secara keseluruhan, jumlah negara di mana berbagai kelompok agama 
dilecehkan baik oleh pemerintah atau kelompok sosial meningkat pada tahun 2016. 
Ini merupakan jumlah terbesar negara di mana pelecehan terjadi sejak awal 
analisis ini pada 2007.
 Kelompok yang paling banyak ditargetkan di 144 dan 142 negara masing-masing 
adalah Kristen dan Muslim, dua kelompok agama terbesar di dunia.
 Kelima, di antara 25 negara terpadat di dunia, Mesir, Rusia, India, Indonesia, 
dan Turki memiliki tingkat pembatasan agama tertinggi secara keseluruhan, baik 
oleh pemerintah maupun permusuhan sosial.
 BACA JUGA  Ditengah Krisis, LazisMu Taiwan Berhasil Salurkan Bantuan ke Gaza 
https://www.kiblat.net/2018/06/13/ditengah-krisis-lazismu-taiwan-berhasil-salurkan-bantuan-ke-gaza/
 Sementara itu, Cina memiliki tingkat tertinggi pembatasan pemerintah terhadap 
agama, sementara India memiliki tingkat permusuhan sosial tertinggi yang 
melibatkan agama. Kedua negara ini memiliki tingkat pembatasan tertinggi dalam 
kategori-kategori ini, tidak hanya di antara 25 negara terpadat tetapi juga di 
dunia pada umumnya.
 Redaktur: Salem
Sumber: pewresearch.org

 

Kirim email ke