Sebenarnya saja TIDAK PERLU terkejut ada orang menilai orang Tionghoa
seperti yang dibilang Einstein itu! Diakui atau tidak, ditahun 1920-an
memang masih begitulah keadaan orang Tionghoa, ... akibat kekuasaan
Dinasti Qing yg bobrok membiarkan wilayah Tiongkok menjadi koloni berapa
negara Eropah, membiarkan rakyatnya menjadi pecandu, ... bangsa Tionghoa
menjadi bangsa sakit di Asia! Setelah kekalahan perang Candu 1879
berakibat HK disewakan pd Inggris selama 100 tahun!
Saya perhatikan, justru bangsa Tionghoa tidak mereengek, menangisi NASIB
BURUK yg menimpa dirinya, juga tidak bersikap menyangkal kenyataan
bangsa Tionghoa menjadi bangsa-SAKIT di Asia, lalu merasa rendah-diri,
menjadi bangsa rendah dan membiarkan diri tetap terpuruk, lemah, sakit,
.... dilecehkan dan dihina bangsa-bangsa lain.Sebaliknya, adalah BANGSA
yang berani mengakui kelemahan dan kesalahannya sendiri dan dengan
BERANI mengoreksi diri, memperbaiki diri untuk TERUUUS MAJUUU lebih
baik! Adalah bangsa yang BERTEKAD BAJA berjuang memperbaiki diri lebih
baik untuk TEGAK BERDIRI menjadi BANGSA besar dan kuat yang sederajat
dengan bangsa-bangsa lain didunia ini!
Katakanlah dalam perjalanan sejarah bangsa Tionghoa dimulai dari Sun Yat
Sen tahun 1911 berhasil menumbangkan dinisti Qing, tapi kemudian gagal
melestarikan kekuasan Pemerintah Tiongkok Nasionalis yang sepenuhnya
mengabdi RAKYAT! Baru berhasil setelah rakyat Tiongkok dibawah pimpinan
Partai Komunis Tiongkok yang diketuai Mao Tsetung berhasil menegakkan
Republik Rakyat Tiongkok, 1 Oktober di tahun 1949, kemudian berlanjut
dengan jalankan perubahan kebijakan politik Deng "Reformasi dan
Keterbukaan" ditahun 1980, BERHASIL mencapai perkembangan ekonomi yang
dahsyat dan menakjubkan terjadi. Sebagaimana kita saksikan bersama,
Bangsa Tionghoa bukan saja telah BERHASIL tegak berdiri menyaingi
bangsa-bangsa maju didunia, bahkan menjadi ancaman berat bagi AS!
Membuat Trump kehilangan akal, bagaikan harimau terjepit maraung-raung
dengan membabi-buta terjang sana-sini tanpa arah menentu, ...
bolak-balik harus menyangkal keputusannya sendiri dan tak segan-segan
menjilat ludahnya kembali! Berusaha keras mencegah bangsa Tionghoa
menjadi bangsa besar dan kuat mengalahkan AS didunia! Trump bermimpi
dengan menjalankan prinsip proteksisasi, mendahulukan dan meengutamakan
kepentingan AS sendiri, bisa mempertahankan posisi AS tetap menguasai
dunia dan pemimpin dunia, ... Tapi, nampaknya yang terjadi justru
kebalikannya, politik proteksisasi akan lebih mengkucilkan AS sendiri,
.... AS akan terisolasi dan ditinggalkan negara-negara kerabat didunia.
Beberapa negara Eropah juga Kanada dan Jepang dalam pertemuan G7
terakhir ini sudah nampak melawan kebijakan Trump, ... India saja
kemarin ini juga menyatakan akan melawan kebijakan Trump naikkan pajak
import.
Begitulah bangsa Tionghoa telah BERHASIL merubah dirinya yang
lemah-sakit, kotor, pecandu menjadi BANGSA BESAR yang TEGAK BERDIRI
menjadi pesaing berat AS, ... membuat AS kewalahan, bahkan sudah
beberapa kali mengalami kegagalan menghadapi RRT! Pertarungan RRT-AS
masih berlangsung makin sengit dan memanas, ... mari kita saksikan
bersama siapa menjadi pemenang terakhir?!
ä¸ ç¾ è²¿æ æ°çåçæå°çµæ
-------- 轉寄郵件 --------
主旨: [GELORA45] Mengejutkan, Albert Einstein Pernah Bilang Orang Cina
seperti Ini
日期: Mon, 25 Jun 2018 21:45:30 +0200
從: 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45]
<[email protected]>
https://tekno.tempo.co/read/1100561/mengejutkan-albert-einstein-pernah-bilang-orang-cina-seperti-ini
<https://tekno.tempo.co/read/1100561/mengejutkan-albert-einstein-pernah-bilang-orang-cina-seperti-ini>
Mengejutkan, Albert Einstein Pernah Bilang Orang
Cina seperti Ini
Reporter:
Moh Khory Alfarizi
Editor:
Amri Mahbub
Senin, 25 Juni 2018 09:43 WIB
0 komentar
<https://tekno.tempo.co/read/1100561/mengejutkan-albert-einstein-pernah-bilang-orang-cina-seperti-ini#comments>
000
#
#
#
#
Seorang Fisikawan terkenal, Albert Einstein saat melakukan pertemuan
bersama sejumlah rekannya pada tahun 1931. Foto-foto pada situs Flickr
di dapat sebagian dari Perpustakaan Kongres Amerika Serikat.
dailymail.co.uk
<https://statik.tempo.co/data/2013/01/18/id_162427/162427_620.jpg>
Seorang Fisikawan terkenal, Albert Einstein saat melakukan pertemuan
bersama sejumlah rekannya pada tahun 1931. Foto-foto pada situs Flickr
di dapat sebagian dari Perpustakaan Kongres Amerika Serikat. dailymail.co.uk
*TEMPO.CO, Jakarta* - Fisikawan Albert Einstein
<https://dunia.tempo.co/read/1098344/buku-harian-ungkap-albert-einstein-rasis-ke-orang-cina>mendokumentasikan
kunjungannya selama di Asia pada 1920-an dalam jurnal pribadinya. Buku
yang mengungkapkan stereotipe dari pertanyaan yang diajukan tentang
sikapnya pada ras dan etnis diterbitkan /Princeton University Press/.
"Akan sangat disayangkan jika orang-orang Cina ini menggantikan semua
ras. Untuk orang-orang seperti kami, pikirannya semata-mata tidak bisa
dibilang suram," tulis Einstein dalam jurnalnya, sebagaimana dilansir
/Newsweek/ pada Kamis, 14 Juni 2018.
*Baca juga: Stephen Hawking Meninggal Dunia pada Hari Lahir Albert
Einstein
<https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=newssearch&cd=5&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwi__8e84-3bAhWFb30KHYzUCeUQqQIIMygAMAQ&url=https%3A%2F%2Ftekno.tempo.co%2Fread%2F1069622%2Fstephen-hawking-meninggal-dunia-pada-hari-lahir-albert-einstein&usg=AOvVaw3mbjJihUY_Ki3J9Wz3ID85>*
Dalam satu kutipan, Einstein menggambarkan orang Cina sebagai "orang
yang rajin, kotor, dan tumpul", kemudian menggambarkannya sebagai negara
seperti kawanan aneh sering lebih mirip otomat daripada manusia.
Ahli fisika pemenang Nobel terkenal itu menggambarkan rasisme sebagai
penyakit orang kulit putih selama berpidato di Pennsylvania Lincoln
University pada 1946. Jurnal pribadi Albert Einstein yang sebelumnya tak
pernah terlihat itu berisi perjalanan ilmuwan terkemuka dunia ini selama
lima setengah bulan antara 1922 dan 1923 ke Cina, Singapura, Hong Kong,
Jepang, Palestina, serta Spanyol.
"Orang Cina tidak duduk di bangku saat makan, tapi jongkok. Hal itu
terlihat seperti yang orang Eropa lakukan ketika buang hajat di tengah
hutan," tulis buku Einstein.
*Baca juga: **Albert Einstein Pernah Menulis Teori Hidup Bahagia, Apa
Isinya?*
<https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=newssearch&cd=6&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwi__8e84-3bAhWFb30KHYzUCeUQqQIIOCgAMAU&url=https%3A%2F%2Ftekno.tempo.co%2Fread%2F1057433%2Falbert-einstein-pernah-menulis-teori-hidup-bahagia-apa-isinya&usg=AOvVaw23aJbPG_3kXHmKKGBJXJrW>
Penerbit menggambarkan buku harian tersebut sebagai perincian pemikiran
aneh, ringkas, dan sopan Einstein tentang sains, filsafat, seni, serta
politik. Buku berjudul /The Travel Diaries of Albert Einstein: The Far
East, Palestine, and Spain 1922-1923/ diedit Ze'ev Rosenkranz, editor
senior dan asisten direktur proyek Einstein Papers di California
Institute of Technology.
Sebelum jurnal hariannya itu diungkap ke publik, sejak 1933, Albert
Einstein digambarkan memiliki sikap rasis terhadap orang-orang Asia.
Albert Einstein menjadi warga negara Amerika pada 1940 setelah
memutuskan tidak dapat kembali ke negara asalnya, Jerman,
pasca-munculnya partai Nazi dan Adolf Hitler.
*Baca juga: **Dua Barang Milik Albert Einstein Dilelang Hingga Miliaran
Rupiah*
<https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=newssearch&cd=10&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwi__8e84-3bAhWFb30KHYzUCeUQqQIIRigAMAk&url=https%3A%2F%2Ffoto.tempo.co%2Fread%2F63585%2Fdua-barang-milik-albert-einstein-dilelang-hingga-miliaran-rupiah&usg=AOvVaw2OnO1E2o4D5fjPiG5NUFRg>
Simak artikel menarik lain tentang Albert Einstein
<https://www.tempo.co/tag/albert-einstein> hanya di kanal /Tekno
Tempo.co/ <https://tekno.tempo.co/>.
*NEWS WEEK | AMB*
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com