lho.... anda sekarang suruh orang mengutuki orang lainperkara mengkritik Trump 
itu sdh dari dulu bukan baru lagi dan tdk memenuhi pesanan dr siapapun termasuk 
dr anda
    On Monday, June 25, 2018, 7:48:59 PM PDT, Hsin Hui Lin <[email protected]> 
wrote:  
 
 Jo, Jo,Sebenarnya saya tunggu si pendekar HR  , JG  ber - kaok2 mengutuk Trump 
.... tapi milih bungkam ...... nah itulah yg namanya Jonathan Goeij!!!


On 26 Jun 2018 6:30 a.m., "Jonathan Goeij" <[email protected]> wrote:

 Lin, Lin, anda kok lucu  anda pingin orang lain ngomongin Trump tetapi anda 
sendiri diam saja gimana sih? malah ngatur2 orang disuruh mau ngomong apa.
Sudah ah.
    On Monday, June 25, 2018, 5:29:10 PM PDT, Hsin Hui Lin <[email protected]> 
wrote:  
 
 Yg aneh kan, anda kok ayem2 aja, krn pemisahan anak2 dr orang tua terjadi di 
AS andaikata di TKK, HK wah ber--tubi 2 slama ber-hari2 anda akan  hantam TKK, 
HK....... nah beda sikap si "pendekar"  HR   masih mbulet bulet terus? 


On 25 Jun 2018 11:08 p.m., "Jonathan Goeij" <[email protected]> wrote:

 Kelihatannya anda menganggap seakan saya pembuat policy itu sehingga kritik 
anda tujukan kesaya instead of Trump, ha ha ha ha hebat juga.
Sikap saya dan sikap anda jelas berbeda, memangnya peduli amat dengan label2 
kosong pejuang HR anda itu.Posisi saya atas policy pemisahan anak2 dari orang 
tuanya yg diterapkan Trump sudah jelas sekali. Kalau anda mengambil posisi 
berseberangan dan menganggap policy Trump itu tepat ya kemukakan saja alasan2 
anda, disini kita bisa mengajukan argumentasi masing2.


    On Monday, June 25, 2018, 9:58:56 AM PDT, Hsin Hui Lin <[email protected]> 
wrote:  
 
 Kok anda masih ndak ngerti, yg saya soalkan kan sikap ANDA, anda kan  
"Pejuang"   pembela HR,...  kok adem2,bungkam .....dalam masalah pemisahan 
anak2 dr orang tua yg di paksa kan AS Trump Masih ndak ngerti????? 
On 25 Jun 2018 9:00 p.m., "Jonathan Goeij" <[email protected]> wrote:

 Bung Lin, anda tidak bisa melihat perbedaan yang mendasar. Yg terjadi di US 
dengan cepat mendapat reaksi keras dalam negeri dari rakyatnya sendiri, media, 
ataupun para elected officials, bahkan para elected officials dari partainya 
Trump sendiri juga bereaksi keras mengkritik policy itu. Dengan cepat policy 
ngaco itu, biarpun awalnya dibela Trump dan administrasinya, direvisi dan 
langkah2 perbaikan dilakukan. Dan kesemuanya itu tidak membutuhkan waktu yang 
lama.
Tetapi bagaimana dengan yg terjadi di TKK dan HK?
Pingin tahu apa yg akan dilakukan pemerintahan TKK bila ada kritik seperti yg 
dilakukan Colbert ini, perlakuan seperti thd Liu XB?

Jeff Sessions Cites The Bible In Separating Children From Parents


Trump's Executive Order To Undo An Executive Failure



    On Monday, June 25, 2018, 8:16:10 AM PDT, Hsin Hui Lin <[email protected]> 
wrote:  
 
 Bg JG,Kalau ini terjadi di TKK atau HK, wah anda tentunya hiruk pikuk ribut 
menyerang TKK....betapa pun sudah ada   reaksi dunia terhadap TKK.Nah disitulah 
bedanya. Dalam masalah pemisahan anak2 dr ibu bapak mereka oleh imigrasi AS, 
Trump.... bagi anda kan seperti tak menjadi soal dan anda tenang2 aja....... 
nah itulah bedanya, masih ndak jelas???? Hahaha! 
On 25 Jun 2018 7:57 p.m., "Jonathan Goeij" <[email protected]> wrote:

 Bung Lin, ingat, yang bilang "karena dunia telah kritik Trump" itu anda 
sendiri.
Policy administrasi Trump memisahkan anak2 dgn orang tuanya itu jelas sama 
sekali salah, lebih parah lagi mengutip ayat2 alkitab utk menjustifikasi policy 
ngawur saenak udel itu, sudah gitu cuman ngutip sepotong dengan mengabaikan 
ayat selanjutnya yg justru dengan jelas bertentangan dgn policy yg dijalankan.
Bagusnya dengan banyaknya orang2 yg concern, seperti anda, policy itu sudah 
dibatalkan dgn dikeluarkannya executive order yg sekedar show off seakan 
pahlawan, lebih bagus lagi banyak yg bisa melihat betapa executive order yg 
dikeluarkan tdk akan serta merta menyatukan kembali keluarga2 yg terpisah itu 
dan tetap mengkritik dgn keras shg Trump administration harus mengambil 
langkah2 menyatukan keluarga2 itu kembali. Kita lihat nanti bagaimana hasil 
akhirnya.

    On Monday, June 25, 2018, 2:27:07 AM PDT, Hsin Hui Lin <[email protected]> 
wrote:  
 
 Menkritik Trump, dunia sudah kritik keras  kan Trump seorang president.Yg saya 
kritik kan JG yg tiap tahun mengobar kritik, sbg pendekar HR, peristiwa Tian-an 
- men dan dan pembela para demonstran payung kuning di HK, tapi peristiwa 
pemisahan anak2 dr orang tua dgn paksa, bg bungkam....... karena dunia telah 
kritik Trump........ hahahah!!!!!! 
On 25 Jun 2018 10:39 a.m., "[email protected] [GELORA45]" 
<[email protected]> wrote:

     

Bung Lin maksudnya ngritik saya kok tdk ngritik Trump? apakah begitu?
Tapi anda sendiri bilang "Buat apa lagi  kritik Trump, dunia kan habis 2an 
kritik Trump!!"
kok serba bertolak belakang?

---In [email protected], <ehhlin@...> wrote :

Bg. JG,Rupa nya bg ndak ngert siapa yg saya kritik......  pura 2 tak ngarti?. 
Tulisan saya yg sebelumnya kan jelas dan kenapa !! Buat apa lagi  kritik Trump, 
dunia kan habis 2an kritik Trump!!Lin 


 On 25 Jun 2018 7:57 a.m., "jonathangoeij@... [GELORA45]" 
<[email protected]> wrote:

     

Bung Lin mau kritik yg apa, yg jelas gitu dong.
Kalau mau mengkritik Trump ya monggo saja, kenapa kok mesti menunggu orang lain 
dulu.



---In [email protected], <ehhlin@...> wrote :

Bg. JONATHAN,yg. dimasalahkan dimana JG  berdiri dlm soal pemisahan paksa anak 
dr orang tua,..... belang JG kan jelas,... sok pembela human rights universal 
tapi BUNGKAM terhadap apa yg dilakukan Trump yg memisahkan anak2 dr orang tua 
dgn paksa......, kenapa???!!!    

 On 25 Jun 2018 3:59 a.m., "jonathangoeij@... [GELORA45]" 
<[email protected]> wrote:

     



AG Jeff Sessions Cites The Bible To Defend Separating Immigrant Families | TIME


Jeff Sessions Cites The Bible In Separating Children From Parents


---In [email protected], <ehhlin@...> wrote :

Bg Jonathan,Terus terang saya telah tunggu berita baik yaitu bg akan cepat2 
memulihkan anak2, 2000 +-- yg dgn keji dipisahkan dari orang tua mereka, 
termasuk seorang anak umur 16 bulan, oleh Trump, - - kembali ke pelukan ibu 
mereka..... ternyata suara bg yg nyaring dalam soal Tianan men dan GERAKAN 
payung kuning di HK.... kok NDAK ADA kali ini..... nah kan kelihatan belang 
anda    hahaha!! 

 On 24 Jun 2018 9:49 a.m., "jonathangoeij@... [GELORA45]" 
<[email protected]> wrote:

     





Semoga kedua Korea bisa bersatu, keluarga yang terpisah bisa bersatu lagi.

---

Dua Korea bicarakan reuni keluarga yang terpisah

 Jumat, 22 Juni 2018 15:10 WIB

Arsip - Suasana reuni keluarga terpisah Korea terakhir pada 2015 di Pegunungan 
Kumgang, Korea Utara. (REUTERS/Lee Ji-eun/Yonhap)


Seoul (ANTARA News) - Delegasi Korea Utara dan Korea Selatan bertemu pada Jumat 
untuk membicarakan reuni perdana dalam kurun waktu sekira tiga tahun bagi para 
keluarga yang terpisah akibat Perang Korea, yang diinisiai oleh Palang Merah 
Internasional.

Upaya itu menjadi salah satu langkah yang dijanjikan pemimpin Korut Kim Jong-un 
dan Presiden Korsel Moon Jae-in untuk meningkatkan hubungan kedua Korea yang 
memburuk akibat program nuklir dan rudal Korut.

Pertemuan yang dimulai pada Jumat pagi di sebuah hotel di loka wisata Gunung 
Kumgang, Korut, digelar setelah kesepakatan yang dicapai pada April terkait 
rencana reuni keluarga terpisah sebagai perayaan nasional Hari Pembebasan Korea 
dari Kekaisaran Jepang pada Agustus.

"Kami harus melakukan upaya untuk hasil baik hari ini dengan saling percaya dan 
menghargai satu sama lain," kata Pak Yong-il, pimpinan delegasi Korut.

"Kami juga harus melupakan masa lalu dan menyusuri jalan yang telah dibangun 
para pemimpin," tambah Pak, wakil kepala badan Korut untuk mendukung 
reunifikasi Korea, Komite untuk Penyatuan Kembali Damai Tanah Air (CPRK).

Baca juga: Sekjen PBB sebut KTT Trump-Kim tonggak penting

Baca juga: Jepang hentikan latihan serangan peluru kendali seusai KTT Kim-Trump

Pejabat Korsel menyebut kelanjutan kunjungan antara keluarga terpisah sebagai 
"masalah kemanusiaan dan hak asasi manusia", terutama karena banyak orang yang 
sekarang di usia 80-an.

Sejumlah reuni keluarga yang dilakukan pada masa lalu --terakhir kali 2015 dan 
beberapa disiarkan di televisi--, kerap menguras air mata, lantaran pertemuan 
tatap muka sejenak itu berakhir dengan perpisahan yang menyakitkan.

Dalam beberapa tahun terakhir Korsel secara konsisten berusaha melanjutkan 
hubungan antar keluarga terpisah melalui konferensi video serta pengiriman 
surat.

Sejak 2000, sekira 23.676 orang Korea yang terpisah, dari Korut dan Korsel, 
telah bertemu atau berinteraksi melalui tautan video sebagai bagian dari 
program, kata wadah pemikir dari Institut Penelitian Hyundai.

Pada Maret, 56 persen dari 131.531 orang pemohon reuni keluarga terpisah dari 
Korsel telah meninggal, tambahnya.

Tidak jelas apakah Pyongyang telah melonggarkan kondisi yang sebelumnya 
ditetapkan untuk melanjutkan reuni, setelah Seoul mengembalikan 12 perempuan 
warga Korut yang bekerja di sebuah restoran yang dikelola Korut di China dan 
sempat bersama-sama membelot ke Korsel pada 2016.

Beberapa perempuan mengatakan pada Mei mereka dipaksa pergi, sementara para 
pejabat Korsel mengatakan mereka mencoba memverifikasi laporan mereka.

Baru-baru ini pada Mei, organisasi Palang Merah Korut mendesak Korsel untuk 
mengembalikan para wanita "tanpa penundaan".

Pembicaraan perwakilan Palang Merah Korsel berakhir pada Kamis di kota 
perbatasan timur Goseong di Korsel dan dijadwalkan untuk pertemuan di Korut 
pada Jumat pagi.

"Kami akan berdiskusi baik mengenai masalah kemanusiaan dengan Korut dan 
bagaimana kami akan meredakan rasa sakit dari 57.000 anggota keluarga yang 
terpisah," kata Park Kyung-seo, presiden Palang Merah Korea di Seoul yang 
mengepalai delegasi Korsel, Kamis.

Hubungan telah menghangat saat Korut dan Amerika Serikat telah membaik setelah 
Kim bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di Singapura pekan lalu pada 
pertemuan puncak pertama kedua negara tersebut.

Perang Korea yang berlangsung 1950-1953 hanya diakhiri dengan kesepakatan 
gencatan senjata, bukan perjanjian perdamaian, meninggalkan petempur secara 
teknis masih berperang, demikian Reuters.

Baca juga: Trump katakan Korut kembalikan jenazah 200 prajurit AS

Baca juga: Kim undang Trump kunjungi Pyongyang
Pewarta: ANTARA
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2018



   

   

    

    
  
  
  
  
  

Kirim email ke