Ini nenek dalam tempurung lagi-lagi hanya menunjukkan diri sebagai seorang Marxis hapalan, yang hanya bisa mengunyah-ngunyah dalil-dalil ML-FMTT, tanpa bisa mentrapkannya dalam praktek kehidupan yang dihadapi, .... jadi tidak bisa memahami bahwa BENTUK PERJUANGAN harus sesuai dengan kekuatan-kekuatan yang dihadapi dan menentukan mana yang digempur lebih dahulu, sebagai MUSUH UTAMA! Semua digempur, Imperialisme AS digempur, RRT yg dianggap imperialisme juga digempur habis-habisan bahkan lebih garang! Dan tidak disadari akhirnya menempatkan dirinya SATU FRONT dengan imperialisme AS menggempur RRT, bahkan gunakan KENTUT BUSUK yg berhamburan keluar dari bokong Presiden Trump, dan dianggap wangi itu. Hahahaaa, ...

Bukankah seharusnya kita PANDAI-PANDAI menentukan imperialisme mana yg dijadikan MUSUH UTAMA dan itulah yang harus digempur lebih dahulu? Tidak serampangan main GEMPUR, dgn sikap makin GALAK, makin GARANG, MAKIN HEEIIIBAAAATTT, ... dan bisa menang?!

Tapi, sungguh beruntung nenek satu ini juga bisanya hanya berkoar-koar didunia maya saja, TIDAK IKUT terlibat menentukan perjuangan konkrit yg bisa berdampak fatal, ... Mudah-mudahan saja suara SUMBANG macam begini bisa diabaikan saja oleh pejuang-pejuang dilapangan konkrit! Atau, selama ini sudah hanya menjadi bahan tertawaan saja! Mudah-mudahan saja begitu, ...



Tatiana Lukman 於 7/7/2018 0:23 寫道:
Bahasa kaum penguasa-kaum kapitalis besar- imperialis tidak sama dengan bahasa rakyat jelata yang tertindas dan terhisap. Bukti sangat banyak! Rezim fasis Suharto menggunakan kata "mengamankan" untuk "menangkap atau memenjara". Kaum imperialis pakai "colateral damage" untuk 'pembunuhan warga sipil'. Bahkan mantan aktivis PRD, Budiman Sujatmiko, lain sekali omongannya setelah terintegrasi menjadi anggota DPR!! Dulu, bicara tentang Sosialisme, melawan penghisapan, etc. Sekarang, dalam bicara soal pelanggaran HAM berat 1965 pun tidak mau terang-terangan dan jelas mengatakan yang terjadi adalah pembantaian yang dilakukan oleh kaum penguasa rezim Suharto, konflik vertikal. Budiman beberapa kali pakai kata "konflik horizontal" untuk menghaluskan konflik vertikal!! Mana berani dia pakai kata "genocide" seperti yang diputuskan oleh IPT!! Jadi bahasa yang dipakai Tiongkok, sebagai kekuatan kapitalis dan imperialis yang sedang berkembang, para pejabat serta centeng-centengnya sudah tentu juga lain dengan bahasanya mereka yang bersimpati pada rakyat. Para pejabat kekuasaan akan selalu menyebarkan propaganda dan informasi untuk membela kepentingan nasionalnya. Itu sangat lumrah!!!! Omongannya para pejabat Tiongkok sudah tentu juga mendapat dukungan dari pejabat pemerintah lokal yang bersedia dijadikan mangsa penjajahan kapital Tiongkok. Seperti juga para pejabat Indonesia yang bersedia membela dengan segala macam cara dan argumentasi penanaman modal Tiongkok di tanah air. Sangat tidak mengherankan!!! Itulah ciri pimpinan elit negeri Dunia Ketiga yang bersedia menggadaikan dan menyerahkan kedaulatan nasionalnya kepada kaum pemodal asing!!! Semua hutang IMF, Bank Dunia dan juga dari kaum kapitalis-pemodal Tiongkok HAKEKAT WATAKNYA SAMA!! Berkali-kali saya bilang MODAL TAK BERBANGSA DAN TAK BERWARNA! Sebaliknya centeng kaum kapitalis merasa MODAL tidak boleh disentuh!!! Ya, lumrah, memang MODAL dianggapnya SACRED ALIAS SUCI, TAK BOLEH DISENTUH! Jadi kalau kita bilang hutang Tkk merupakan jebakan untuk menguasai wilayah atau sumber kekayaan negeri orang lain, seperti semua hutang kaum imperialis serta lembaga keuangannya, ya jelas pejabat Tkk akan mencak-mencak dan bela diri!!! Wong jelas-jelas Tkk juga tidak punya malu membangun infrastruktur militer di Laut Tkk Selatan yang masih diperselisihkan dengan negeri tetangganya, ngapain punya malu untuk bela diri dan bilang soal jebakan hutangnya tak sesuai dengan fakta!!!


On Wednesday, July 4, 2018 9:15 AM, "ChanCT [email protected] [GELORA45]" <[email protected]> wrote:


*Pemberitaan tentang **
**Jebakan Hutang Tiongkok di Sri Lanka Itu Tak Sesuai Fakta*
2018-07-04 13:03:29  cri
http://indonesian.cri.cn/20180704/651f243d-8b56-98a0-ad63-78497ff68e7b.html

Jubir Kementerian Luar Negeri Tiongkok Lu Kang hari Selasa dalam jumpa pers rutin menyatakan, kerja sama proyek Pelabuhan Hambantota perusahaan Tiongkok di Sri Lanka dilangsungkan di atas dasar sama derajat dan saling menguntungkan. Pemberitaan tentang apa yang disebut jebakan hutan yang dibuat Tiongkok itu dengan serius menyelewengkan fakta. Baru-baru ini, media AS memberitakan, pihak Tiongkok dengan memanfaatkan jebakan hutan sehingga Sri Lanka menyerahkan Pelabuhan Hambantota kepada Tiongkok, sementara mengatakan bahwa pembangunan Pelabuhan Hambantota oleh pihak Tiongkok di Sri Lanka ada maksud militer. Berkenaan itu, Lu Kang mengatakan, pemberitaan yang dengan serius menyelewengkan fakta sangat tak bertanggung-jawab dan juga bermaksud lain. Media terkait diharapkan jangan gila membuat berita palsu lagi. Lu Kang menunjukkan, membangun Pelabuhan Hambantota merupakan keinginan pemerintah dan rakyat Sri Lanka. Pihak Tiongkok menggairahkan perusahaan Tiongkok di atas dasar sama derajat dan saling menguntungkan melakukan kerja sama proyek pelabuhan Hambantota menurut prinsip komersial. Lembaga moneter pihak Tiongkok menyediakan dukungan kepada pihak Sri Lanka untuk menyelesaikan masalah pendanaan atas permintaan pihak Sri Lanka. Kemudian, pihak Tiongkok berdasarkan keinginan pihak Sri Lanka berupaya mengadakan penyesuaian kembali terhaap pengaturan aset terkait. Semua ini menguntungkan kerja sama perdagangan kedua pihak. Lu Kang menekankan, orang-orang yang membuat kebohongan jebakan hutang itu kalau tak bisa memberikan bantuan sungguh-sungguh kepada negara-negara berkembang setidaknya harus mempertahankan psikolgi sehat terhadap kerja sama tulus hati negara-negara lain.



alt <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient> 不含病毒。www.avg.com <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>

<https://mail.yahoo.com/neo/launch?soc_src=mail&soc_trk=ma#DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>






---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com

Kirim email ke