*Jangan Jelekkan “Pasar Tukar Teknik”*

2018-07-13 15:25:53 cri
http://indonesian.cri.cn/20180713/a850c2f3-ca92-89d1-f1aa-17af3ea939d8.html

Baru-baru ini pertikaian perdagangan Tiongkok-AS cenderung memanas dan terus mengeskalasi. “Pasar tukar teknik” yang dikemukakan Tiongkok dalam proses penyerapan modal asing sering dikritik dan dijelekkan oleh AS. Untuk itu, Tiongkok memberikan penjelasan sebagai berikut.

Pertama, “Pasar tukar teknik” merupakan alternatif bersama yang dilakukan negara-negara dunia di bidang kerja sama ekonomi dan teknik.

Menggunakan modal asing, teknik canggih dan pengalaman administrasi untuk memadukan diri dalam sistem produksi, jaringan penjualan dan layanan internasional, sehingga mewujudkan perkembangan sendiri, ini adalah langkah-langkah umum yang dilakukan banyak negara, khususnya negara-negara berkembang pada masa awal keterbukaan. Baik bagi pemasok dan peminta, “pasar tukar teknik” boleh dikatakan adalah pilihan yang saling menguntungkan.

Kedua, Tiongkok dengan ketat mengikuti aturan internasional dalam proses “pasar tukar teknik”

Tiongkok sangat mementingkan Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI), selalu giat menyempurnakan undang-undang dan peraturan terkait, meningkatkan perlindungan akan HaKI, dan menjadikan perlindungan HaKi sebagai salah satu indikator penting untuk memperbaiki lingkungan bisnis.

Ketiga, Tiongkok dengan teguh tak tergoyahkan memperluas keterbukaan dan mendorong inovasi terbuka.

“Penutupan mengakibatkan ketinggalan dan keterbukaan menimbulkan kemajuan”, hal ini merupakan pengalaman berharga yang diperoleh Tiongkok melalui praktek sepanjang sejarah. Tiongkok selalu memegang teguh keterbukaan dan menjadikannya sebagai politik mendasar negara yang giat dilaksanakan. Menurut “komitmen bergabung dalam WTO” dan peraturan WTO, Tiongkok telah merevisi lebih dari 2.300 undang-undang dan peraturan, membersihkan ratusan ribu dokumen pemerintah.

Mengenai pertikaian perdagangan saat ini, diharapkannya Tiongkok dan AS bersama-sama memikul tanggung jawab sebagai negara besar dalam proses perkembangan peradaban umat manusia, secara obyektif memperlakukan perselisihan, mengendalikan bentrokan, jangan menghancurkan situasi baik kerja sama Tiongkok-AS yang diperoleh dalam jangka panjang ini. Ini tidak hanyalah tanggung jawab bagi rakyat kedua negara beserta seluruh dunia, tapi juga tanggung jawab bagi nasib bersama serta peradaban seluruh umat manusia.



---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com

Kirim email ke