*Kalau beradu, siapa yang kuat menang, jika tidak beradu tidak bisa
diketahui siapa yang kuat .*

http://suara-islam.com/jelang-pilpres-2019-zulkifli-hasan-umat-islam-harus-bersatu-dan-jangan-mau-diadu/


Jelang Pilpres 2019, Zulkifli Hasan: Umat Islam Harus Bersatu dan Jangan
Mau Diadu

14 Juli 2018

1.179 1 minute read

Facebook
<http://www.facebook.com/sharer.php?u=http://suara-islam.com/jelang-pilpres-2019-zulkifli-hasan-umat-islam-harus-bersatu-dan-jangan-mau-diadu/>
Twitter
<https://twitter.com/intent/tweet?text=Jelang+Pilpres+2019%2C+Zulkifli+Hasan%3A+Umat+Islam+Harus+Bersatu+dan+Jangan+Mau+Diadu%20via%20%40SuaraIslamOn&url=http://suara-islam.com/jelang-pilpres-2019-zulkifli-hasan-umat-islam-harus-bersatu-dan-jangan-mau-diadu/>
Google+
<https://plusone.google.com/_/+1/confirm?hl=en&url=http://suara-islam.com/jelang-pilpres-2019-zulkifli-hasan-umat-islam-harus-bersatu-dan-jangan-mau-diadu/&name=Jelang+Pilpres+2019%2C+Zulkifli+Hasan%3A+Umat+Islam+Harus+Bersatu+dan+Jangan+Mau+Diadu>
Cetak
<http://suara-islam.com/jelang-pilpres-2019-zulkifli-hasan-umat-islam-harus-bersatu-dan-jangan-mau-diadu/#>

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan

*Tangsel, Banten (SI Online)* – Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengingatkan,
bangsa Indonesia telah sepakat menggunakan demokrasi Pancasila sebagai
sistem politik dalam berbangsa dan bernegara. Karena menggunakan demokrasi
Pancasila itu, kata dia, maka yang berdaulat dan berkuasa adalah rakyat.
Konsekuensinya satu orang satu suara *(one man one vote).*

“Mau itu orangnya ke masjid atau tidak, (suaranya) sama. Yang pakai jilbab
dan tidak pakai jilbab (suaranya) sama,” kata Zulkifli saat menyampaikan
ceramah dalam Silaturahim Idulfitri 1439 H Keluarga Besar Muhammadiyah
Tangsel di Masjid As-Syarif Al-Azhar, BSD, Tangsel, Sabtu pagi 14 Juli 2018..

Dengan konsep Demokrasi Pancasila, kata Zulkifli, maka yang banyak sudah
pasti menang. Tidak perduli apakah yang menang itu benar atau salah.

“Kertas putih ini bisa jadi hitam kalau di DPR. Kalau 300 orang dari 560
anggota DPR bilang kertas putih ini adalah hitam, ya hitam. Hasilnya belum
tentu ideal, karena yang menentukan adalah yang banyak,” kata Zulkifli
menjelaskan konsekuensi dari berkuasanya suara terbanyak di DPR.

Dengan contoh yang sederhana itu, Zulkifli hendak menjelaskan bila DPRD/DPR
adalah lembaga yang sangat penting yang harus diisi oleh umat Islam.

“DPRD/DPR itu sangat menentukan. Kalau DPR bilang pakai peci dilarang ya
dilarang itu dengan UU. Kalau kumpul-kumpul begini tidak boleh, ya nggak
boleh. Itu penting sekali, apalagi eksekutif,” terang dia.

Karena itu, menghadapi Pemilu 2019 nanti, Zulkifli berpesan khusus kepada
umat Islam agar bersatu. Menurut Ketua Umum PAN itu, jika harga umat bisa
diukur dengan sembako, maka umat diejek pun tidak masalah, dibohongi juga
tidak apa-apa. Sebab ukurannya sembako. “Kalau itu ukuran kita, orang akan
menghargai itu,” tandasnya.

Zulkifli bercerita, pada pIlkada serentak 2018 lalu, ada bandar togel yang
terpilih menjadi Bupati. “Bukan satu pak, ada empat. Kenapa itu terjadi,
karena ukurannya sembako dan uang transportasi,” jelas mantan Menteri
Kehutanan itu.

Selain bersatu, Zulkifli juga meminta agar umat Islam tidak lagi mau
diadu-adu. Ormas-ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah, Persis, Tarbiyah,
FPI dan ICMI, kata Zulkifli, memang ada perbedaannya. Tetapi lebih banyak
persamaannya.

“Kita disuruh ribut terus. Nanti ada emas diambil, ada batubara diambil,
ada jabatan diambil, beasiswa keluar negeri diambil,” ungkap Zulkifli.

Dia memberi contoh, umat Islam Jakarta pada Pilkada 2017 adalah teladan
meskipun diguyur dengan sembako dan uang namun mereka bergeming tidak
memilih calon pemimpin yang mengguyur sembako itu.

“Kalau kesadaran umat Islam Indonesia seperti Jakarta, kejayaan Islam ini
akan datang dari Indonesia,” pungkasnya.

red: shodiq ramadhan

Kirim email ke