Bersatu dulu untuk menyingkirkan yang kafir. Kalau sudah beradu kekuatan sendiri "antara umat" Yang menang, yang paling kuat
2018-07-14 17:01 GMT+02:00 Sunny ambon [email protected] [GELORA45] < [email protected]>: > > > *Kalau beradu, siapa yang kuat menang, jika tidak beradu tidak bisa > diketahui siapa yang kuat .* > > http://suara-islam.com/jelang-pilpres-2019-zulkifli-hasan- > umat-islam-harus-bersatu-dan-jangan-mau-diadu/ > > > Jelang Pilpres 2019, Zulkifli Hasan: Umat Islam Harus Bersatu dan Jangan > Mau Diadu > > 14 Juli 2018 > > 1.179 1 minute read > > Facebook > <http://www.facebook.com/sharer.php?u=http://suara-islam.com/jelang-pilpres-2019-zulkifli-hasan-umat-islam-harus-bersatu-dan-jangan-mau-diadu/> > Twitter > <https://twitter.com/intent/tweet?text=Jelang+Pilpres+2019%2C+Zulkifli+Hasan%3A+Umat+Islam+Harus+Bersatu+dan+Jangan+Mau+Diadu%20via%20%40SuaraIslamOn&url=http://suara-islam.com/jelang-pilpres-2019-zulkifli-hasan-umat-islam-harus-bersatu-dan-jangan-mau-diadu/> > Google+ > <https://plusone.google.com/_/+1/confirm?hl=en&url=http://suara-islam..com/jelang-pilpres-2019-zulkifli-hasan-umat-islam-harus-bersatu-dan-jangan-mau-diadu/&name=Jelang+Pilpres+2019%2C+Zulkifli+Hasan%3A+Umat+Islam+Harus+Bersatu+dan+Jangan+Mau+Diadu> > Cetak > <http://suara-islam.com/jelang-pilpres-2019-zulkifli-hasan-umat-islam-harus-bersatu-dan-jangan-mau-diadu/#> > > Ketua MPR RI Zulkifli Hasan > > *Tangsel, Banten (SI Online)* – Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengingatkan, > bangsa Indonesia telah sepakat menggunakan demokrasi Pancasila sebagai > sistem politik dalam berbangsa dan bernegara. Karena menggunakan demokrasi > Pancasila itu, kata dia, maka yang berdaulat dan berkuasa adalah rakyat. > Konsekuensinya satu orang satu suara *(one man one vote).* > > “Mau itu orangnya ke masjid atau tidak, (suaranya) sama. Yang pakai jilbab > dan tidak pakai jilbab (suaranya) sama,” kata Zulkifli saat menyampaikan > ceramah dalam Silaturahim Idulfitri 1439 H Keluarga Besar Muhammadiyah > Tangsel di Masjid As-Syarif Al-Azhar, BSD, Tangsel, Sabtu pagi 14 Juli 2018. > > Dengan konsep Demokrasi Pancasila, kata Zulkifli, maka yang banyak sudah > pasti menang. Tidak perduli apakah yang menang itu benar atau salah. > > “Kertas putih ini bisa jadi hitam kalau di DPR. Kalau 300 orang dari 560 > anggota DPR bilang kertas putih ini adalah hitam, ya hitam. Hasilnya belum > tentu ideal, karena yang menentukan adalah yang banyak,” kata Zulkifli > menjelaskan konsekuensi dari berkuasanya suara terbanyak di DPR. > > Dengan contoh yang sederhana itu, Zulkifli hendak menjelaskan bila > DPRD/DPR adalah lembaga yang sangat penting yang harus diisi oleh umat > Islam. > > “DPRD/DPR itu sangat menentukan. Kalau DPR bilang pakai peci dilarang ya > dilarang itu dengan UU. Kalau kumpul-kumpul begini tidak boleh, ya nggak > boleh. Itu penting sekali, apalagi eksekutif,” terang dia. > > Karena itu, menghadapi Pemilu 2019 nanti, Zulkifli berpesan khusus kepada > umat Islam agar bersatu. Menurut Ketua Umum PAN itu, jika harga umat bisa > diukur dengan sembako, maka umat diejek pun tidak masalah, dibohongi juga > tidak apa-apa. Sebab ukurannya sembako. “Kalau itu ukuran kita, orang akan > menghargai itu,” tandasnya. > > Zulkifli bercerita, pada pIlkada serentak 2018 lalu, ada bandar togel yang > terpilih menjadi Bupati. “Bukan satu pak, ada empat. Kenapa itu terjadi, > karena ukurannya sembako dan uang transportasi,” jelas mantan Menteri > Kehutanan itu. > > Selain bersatu, Zulkifli juga meminta agar umat Islam tidak lagi mau > diadu-adu. Ormas-ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah, Persis, Tarbiyah, > FPI dan ICMI, kata Zulkifli, memang ada perbedaannya. Tetapi lebih banyak > persamaannya. > > “Kita disuruh ribut terus. Nanti ada emas diambil, ada batubara diambil, > ada jabatan diambil, beasiswa keluar negeri diambil,” ungkap Zulkifli. > > Dia memberi contoh, umat Islam Jakarta pada Pilkada 2017 adalah teladan > meskipun diguyur dengan sembako dan uang namun mereka bergeming tidak > memilih calon pemimpin yang mengguyur sembako itu. > > “Kalau kesadaran umat Islam Indonesia seperti Jakarta, kejayaan Islam ini > akan datang dari Indonesia,” pungkasnya. > > red: shodiq ramadhan > > > > >
