Nah.... loh....
 ---
 Pengamat: Kewajiban Freeport yang belum selesai akan menjadi beban bagi Inalum 
https://industri.kontan.co.id/news/pengamat-kewajiban-freeport-yang-belum-selesai-akan-menjadi-beban-bagi-inalum
 
 Jumat, 13 Juli 2018 / 20:07 WIB
 

 
 
 ILUSTRASI. OPINI - Ahmad Redi
 

 KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kesepakatan antara pemerintah melalui holding industri 
pertambangan yakni PT Indonesia asahan Alumunium (Inalum) menggenggam divestasi 
saham 51% milik PT Freeport Indonesia (PTFI) masih menuai pro dan kontra.
 

 
 Khususnya terkait dengan kewajiban-kewajiban Freeport Indonesia yang belum 
terselesaikan. Misalnya, pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral 
(smelter).
 

 Banyak yang beranggapan, bila semua kewajiban yang saat ini belum dilaksanakan 
oleh Freeport Indonesia nantinya menjadi beban bagi Inalum.
 

 Pengamat Hukum Sumber Daya Universitas Tarumanegara, Ahad Redi menyatakan, 
bila Inalum sudah sah memiliki saham 51% di Freeport Indonesia. Maka itu 
menjadi kewajiban Freeport Indonesia yang didalamnya ada Inalum sebagai 
pemegang saham mayoritas.
 

 
 “Semua kewajiban yang saat ini belum dilaksanakan Freeport Indonesia, menjadi 
beban pemegang saham mayoritasnya yaitu Inalum,” kata Ahad kepada Kontan.co.id, 
Jumat (13/7).
 

 Selain kewajiban pembangunan smelter, beban lain yang menjadi tanggungan 
adalah pemulihan kerusakan lingkungan sesuai temuan BPK dan KLHK, serta 
pembayaran dividen ke negara yang belum terbayarkan. “Ini salah satu kerugian 
divestasi saham Freeport. Mereka menang banyak,” tandasnya.
 

 
 Sementara ketika dikonfirmasi mengenai kewajiban ini, Head of Corporate 
Communication Inalum, Rendi A Witular mengatakan bahwa nantinya kewajiban 
smelter tetap menjadi ranah dari Freeport Indonesia. “Tapi nanti coba kita 
lihat dulu seperti apa,” tandasnya kepada KONTAN, Jumat (13/7).
 

Kirim email ke