http://mediaindonesia.com/read/detail/172131-warga-banyuwangi-diimbau-waspadai-isu-berkedok-ham-dan-lingkungan
*Warga Banyuwangi Diimbau Waspadai Isu Berkedok HAM dan Lingkungan*

Penulis: *Micom* Pada: Sabtu, 14 Jul 2018, 11:10 WIB Nusantara
<http://mediaindonesia.com/nusantara>


<http://www.facebook.com/share.php?u=http://mediaindonesia.com/read/detail/172131-warga-banyuwangi-diimbau-waspadai-isu-berkedok-ham-dan-lingkungan>

<http://twitter.com/home/?status=Warga%20Banyuwangi%20Diimbau%20Waspadai%20Isu%20Berkedok%20HAM%20dan%20Lingkungan%20http://mediaindonesia.com/read/detail/172131-warga-banyuwangi-diimbau-waspadai-isu-berkedok-ham-dan-lingkungan%20via%20@mediaindonesia>

[image: Warga Banyuwangi Diimbau Waspadai Isu Berkedok HAM dan
Lingkungan]*ANTARA/Reno
Esnir*

SEBAGAI sebuah ideologi, komunisme tidak akan pernah mati dan akan terus
ada. Buktinya, sampai saat ini masih ada beberapa negara seperti China,
Korea Utara, dan Kuba yang masih mempertahankannya sebagai ideologi negara
meski mengalami beberapa penyesuaian di sana sini sesuai perkembangan zaman..

Meski telah mengalami kebangkrutan politik di mana-mana, metode gerakan dan
perilaku politik mereka dinilai tetap sama. Soal isu kebangkitan komunisme
di Indonesia saat ini tidak lagi dalam bentuk seperti di era akhir 1950-an
dan awal-awal 1960 lalu yang berorientasi merebut kekuasaan negara. Namun
mereka lebih memilih muncul dengan isu-isu populis kerakyatan seperti isu
hak asasi manusia dan lingkungan hidup.

"Ambil contoh di kasus demonstrasi dengan membawa logo palu arit di
Banyuwangi tahun lalu yang terus bergulir sampai sekarang meski vonis
pengadilan telah sampai Pengadilan Tinggi Jawa Timur dan kini kasasi ke
MA," sebut Rahman Sabon Nama, aktifis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia
(PMII) Jakarta, dalam keterangannya, Sabtu (14/7).

Menurut Rahman, dalam kasus Banyuwangi isu HAM dan lingkungan hidup
dihembuskan dan dimainkan di tengah-tengah warga untuk
menimbulkan pertentangan antarkelas dan antar kelompok sosial
kemasyarakatan.

"Yang pasti, maju dan gerak roda ekonomi dan pariwisata di Banyuwangi saat
ini sangat terganggu dengan isu-isu tidak produktif yang dihembuskan oleh
pendukung komunisme di sana yang memanfaatkan isu HAM dan lingkungan hidup
untuk menggalang simpati warga," tegas Rahman.



Sebagai kader Nahdlatul Ulama, tambah Rahman, kami mendukung penuh
perlawanan dari PCNU Banyuwangi yang getol melawan kebangkitan komunisme
karena trauma sejarah pembantaian GP Ansor di sana pada 1965.

"Warga di sana sejatinya tidak sadar telah disusupi dan terinfiltrasi
simbol-simbol PKI. Lebih aneh lagi, ada seorang yang dijatuhi hukuman
karena membawa bendera palu arit, lantas menuding perusahaan tambang tidak
mengindahkan HAM dan merusak lingkungan. Apa hubungannya?" imbuhnya.

Menurut Rahman, warga harus terus diadvokasi untuk
menghindari ketidaktahuan sehingga merasa bahwa isu HAM dan lingkungan yang
disampaikan kelompok yang saat ini eksis di Banyuwangi yang didukung
afiliasi NGO di tingkat nasional merupakan su populisme rakyat.

"Kami akan kawal jangan sampai warga dimanfaatkan untuk kepentingan
kelompok mereka. Bagi kami kader muda NU, NKRI dan Pancasila adalah final
dan harga mati. Tidak tempat bagi ideologi lain ibu pertiwi", pungkasnya.
(RO/OL-1)

Kirim email ke