*Wah, ingatannya heibat sekali pada waktu menjelang Pemilu.*

http://suara-islam.com/di-dewan-dakwah-prabowo-teringat-m-natsir-dan-kawan-lamanya/
Di Dewan Dakwah, Prabowo Teringat M Natsir dan Kawan Lamanya

14 Juli 2018

1.290 1 minute read

Facebook
<http://www.facebook.com/sharer.php?u=http://suara-islam.com/di-dewan-dakwah-prabowo-teringat-m-natsir-dan-kawan-lamanya/>
Twitter
<https://twitter.com/intent/tweet?text=Di+Dewan+Dakwah%2C+Prabowo+Teringat+M+Natsir+dan+Kawan+Lamanya%20via%20%40SuaraIslamOn&url=http://suara-islam.com/di-dewan-dakwah-prabowo-teringat-m-natsir-dan-kawan-lamanya/>
Google+
<https://plusone.google.com/_/+1/confirm?hl=en&url=http://suara-islam.com/di-dewan-dakwah-prabowo-teringat-m-natsir-dan-kawan-lamanya/&name=Di+Dewan+Dakwah%2C+Prabowo+Teringat+M+Natsir+dan+Kawan+Lamanya>
Cetak
<http://suara-islam.com/di-dewan-dakwah-prabowo-teringat-m-natsir-dan-kawan-lamanya/#>

Prabowo Subianto di acara Dewan Dakwah

*Jakarta (SI Online)* – Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto hadir
dalam acara Haflah Idul Fitri 1439 Hijriah yang digelar oleh Dewan Dakwah
Islamiyah Indonesia (DDII) di aula gedung DDII, Jl Kramat Raya, Jakarta
Pusat, Sabtu (14/7/2018).

Dalam sambutannya, Prabowo mengungkapkan hubungannya dengan tokoh-tokoh
Dewan Dakwah sudah terjalin sejak lama. “Saya silaturahim kesini bertemu
sahabat lama sejak puluhan tahun lalu. Dengan Dewan Dakwah saya teringat
Mohammad Natsir, sebuah kehormatan kenal beliau, saat Petisi 50 beliau agak
dikucilkan, tapi saya datang ke rumah beliau saat menjadi perwira aktif,”
ungkapnya.

Selain Pak Natsir, Prabowo juga teringat sahabat lamanya lainnya di Dewan
Dakwah seperti almarhum Anwar Haryono, Husein Umar, Ahmad Sumargono. “Saya
dekat dengan beliau-beliau,” ujarnya.

“Saat saya hijrah ke Jordan, merekalah yang menengok saya. Dan sekarang
saya juga bersama Pak Amien Rais menengok yang hijrah ke Mekkah (Habib
Rizieq Syihab),” tambah Prabowo.

Selain mengenang persahabatannya dengan tokoh-tokoh generasi awal Dewan
Dakwah, Prabowo juga mengungkapkan tentang kondisi bangsa saat ini.
Menurutnya negara sedang dalam keadaan sakit.

Ia mengambil perumpamaan bahwa suatu negara ibaratkan tubuh manusia. Jika
tubuh dalam keadaan sakit harus datang ke dokter dan laboratorium untuk
diperiksa.

Demikian pula dengan suatu negara. Namun menurutnya, para elite bangsa
tidak percaya bahwa negara Indonesia dalam keadaan sakit, malahan cenderung
menutupi penyakit tersebut untuk menipu rakyat.

“Jadi kalau kita datang ke laboratorium dan kolesterol kita 300 justru kita
marah dengan hasil laboratorium itu. Kenapa kok kasih 300, yang disalahkan
lab-nya. Jadi elite negara tidak mau percaya dengan kondisi yang
sebenarnya. Inilah sifat elite, suka menipu rakyat dan menipu diri
sendiri,” kata Prabowo.

Menurutnya, kondisi bangsa kita menuju titik kritis. “Badan kalau hilang
darah lama-lama kolaps, bangsa kita yang kaya ini kalau dicuri terus
lama-lama akan kolaps juga,” ungkapnya.

Dalam kondisi seperti sekarang ini, menurut Prabowo tidak mungkin ada
keadilan, kedaulatan dan kesejahteraan.

Oleh karena itu, kata Prabowo, nasib bangsa ke depan tergantung kita
sendiri. Menurutnya, kalau kita tidak bersatu dan berjuang untuk
merubahnya, nasib bangsa akan selalu seperti ini bahkan bisa lebih buruk
lagi.

Selain Prabowo, acara silaturahim tersebut dihadiri pula oleh Ketua Dewan
Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais, Ketua Umum Partai
Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Sementara tokoh-tokoh Islam dari DDII yang hadir antara lain KH Muhammad
Siddiq, KH Cholil Ridwan, Aru Syeif Assadullah dan lainnya. Selain tokoh
politik dan tokoh dewan dakwah, banyak juga tokoh-tokoh Islam dari
organisasi lainnya yang hadir.

red: adhila

Kirim email ke