https://nasional.tempo.co/read/1107118/gempa-48-skala-richter-guncang-lebak-banten?AllUtama&campaign

=AllUtama_Click_2


 Gempa 4,8 Skala Richter Guncang Lebak, Banten

Reporter:


       Budiarti Utami Putri

Editor:


       Rina Widiastuti

Minggu, 15 Juli 2018 16:15 WIB
0 komentar <https://nasional.tempo.co/read/1107118/gempa-48-skala-richter-guncang-lebak-banten?AllUtama&campaign=AllUtama_Click_2#comments>
002
#

#


#



#




Ilustrasi gempa bumi. ANTARA FOTO <https://statik.tempo.co/data/2015/12/07/id_461451/461451_620.jpg>

Ilustrasi gempa bumi. ANTARA FOTO

*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Gempa <https://www.tempo.co/tag/gempa> bumi berkekuatan 4,8 skala Richter mengguncang Lebak, Banten, pada Ahad, 15 Juli 2018, pukul 14.26 WIB. Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hary Djatmiko mengatakan pusat gempa terletak di 42 kilometer ke arah tenggara Lebak.

"Gempa terjadi di kedalaman dua kilometer," kata Hary melalui keterangan tertulis pada Ahad, 15 Juli 2018.

*Baca juga: Gempa Kalimantan Tengah Muncul di Zona Tak Lazim <https://tekno.tempo.co/read/1106760/gempa-kalimantan-tengah-muncul-di-zona-tak-lazim>*

Hary menyebutkan gempa terjadi di koordinat 6,93 Lintang Selatan dan 106,37 Bujur Timur. Gempa dirasakan di kawasan Panggarangan, Malingping, Cisolok, Cijaku, Panimbang, dan Kabandungan. Selain itu, guncangan juga terasa di daerah Cisaat dan Pelabuhan Ratu II.

Hana Agustina, salah satu warga Cimelati, Kecamatan Cicurug, Sukabumi, menuturkan saat terjadi gempa, dia tengah mengasuh anak di dalam rumah. "Tiba-tiba melihat lampu gantung bergoyang dan mendengar teriakan tetangga yang menyebutkan gempa. Tanpa pikir panjang, saya menggendong anak dan langsung keluar rumah," ujarnya, Minggu, 15 Juli.

*Baca: Telah Terjadi 53 Gempa di Lebak, Ini Penjelasan BNPB <https://metro.tempo.co/read/1054534/telah-terjadi-53-gempa-di-lebak-ini-penjelas-bnpb>*

Resi Hassanah, warga Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, mengatakan ia bersama keluarganya yang tengah berkumpul di rumah, langsung keluar mencari lahan kosong saat merasakan getaran akibat gempa. "Terkejut pastinya, walaupun gempa tidak lama tapi getarannya cukup kencang. Kami sekeluarga langsung keluar rumah, khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan," ujarnya.

Hingga saat ini belum ada informasi kerusakan bangunan, baik rumah maupun fasilitas lainnya dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota dan Kabupaten Sukabumi akibat gempa <https://www.tempo.co/tag/gempa> ini.

*ANTARA*

*
*

*===========*

*
*

*
*

*
*

*
*

https://nasional.tempo.co/read/1107031/gunung-agung-kembali-erupsi-pvmbg-keluarkan-2-rekomendasi?

AllUtama&campaign=AllUtama_Click_5


 Gunung Agung Kembali Erupsi, PVMBG Keluarkan


 2 Rekomendasi

Reporter:


       Budiarti Utami Putri

Editor:


       Rina Widiastuti

Minggu, 15 Juli 2018 10:26 WIB
Seorang warga melihat aktivitas Gunung Agung yang mengeluarkan asap dan abu vulkanik di Karangasem, Bali, Rabu 4 Juli 2018. PVMBG mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Agung, pendaki, pengunjung, dan wisatawan tidak berada atau tidak melakukan aktivitas apa pun di zona perkiraan bahaya. AP Photo/Firdia Lisnawati) <https://statik.tempo.co/data/2018/07/04/id_716615/716615_720.jpg>

Seorang warga melihat aktivitas Gunung Agung yang mengeluarkan asap dan abu vulkanik di Karangasem, Bali, Rabu 4 Juli 2018. PVMBG mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Agung, pendaki, pengunjung, dan wisatawan tidak berada atau tidak melakukan aktivitas apa pun di zona perkiraan bahaya. AP Photo/Firdia Lisnawati)

*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Gunung Agung <https://www.tempo.co/tag/gunung-agung> yang berlokasi di Karangasem, Bali, kembali erupsi pada pagi ini, Ahad, 15 Juli 2018 pukul 09.05 WITA. Erupsi menyemburkan kolom abu setinggi 1.500 meter di atas puncak atau sekitar 4.642 meter di atas permukaan laut.

"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah tenggara dan barat," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho melalui keterangan tertulis pada Ahad, 15 Juli 2018.

*Baca: Gunung Agung Belum Stabil, PVMBG Minta Masyarakat Tak Panik <https://nasional.tempo.co/read/1104589/gunung-agung-belum-stabil-pvmbg-minta-masyarakat-tak-panik>*

Data tersebut dihimpun dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Geologi, dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Erupsi tersebut terekam seismogram dengan amplitudo maksimum 24 milimeter dan durasi plus minus 1 menit 45 detik.

Sutopo melanjutkan, saat ini Gunung Agung berada pada status level III atau siaga. Otoritas mitigasi bencana pun mengeluarkan dua rekomendasi.

Pertama, masyarakat diimbau tidak berada dan melakukan aktivitas apa pun di zona perkiraan bahaya. Pengunjung atau wisatawan Gunung Agung juga dilarang melakukan pendakian.

*Baca: Ahli ITB: Letusan Gunung Agung Bali Terkait dengan Gempa Tektonik <https://tekno.tempo.co/read/1103552/ahli-itb-letusan-gunung-agung-bali-terkait-dengan-gempa-tektonik>*

Sutopo menjelaskan, zona perkiraan bahaya meliputi seluruh area di dalam radius 4 kilometer dari kawah puncak Gunung Agung. Namun perkiraan zona ini sifatnya dinamis dan terus dievaluasi, serta dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan terbaru.

Rekomendasi yang kedua, masyarakat yang bemukim dan beraktivitas di sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung diminta waspada terhadap potensi bahaya lahar hujan. Sutopo mengatakan bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan ini dapat terjadi pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak.

"Area landaan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung," ujar Sutopo.

*Baca: Luhut Yakin Acara IMF-World Bank Tak Terdampak Erupsi Gunung Agung <https://bisnis.tempo.co/read/1103348/luhut-yakin-acara-imf-world-bank-tak-terdampak-erupsi-gunung-agung>*

Sebelumnya, Gunung Agung mengalami erupsi pada Senin malam, 2 Juli 2018 pukul 21.04 WITA. Ketika itu Gunung Agung mengeluarkan abu vulkanik hingga 2.000 meter dengan amplitudo maksimum 24 mm dan durasi plus minus 7 menit 21 detik.

Pasca-erupsi itu, sebagian warga yang bermukim di sekitar kawasan Gunung Agung <https://www.tempo.co/tag/gunung-agung> telah mengungsi. Hingga Jumat, 13 Juli lalu, total ada 51 titik pengungsian dengan jumlah pengungsi sebanyak 3.612 jiwa.

------------------------------------------------------------------------







**

*
*

Kirim email ke