https://tirto.id/gerindra-pks-amp-pan-kemungkinan-tolak-kader-demokrat-jadi-cawapres-cN9D
Gerindra, PKS, & PAN Kemungkinan
Tolak Kader Demokrat Jadi Cawapres
Presiden PKS Sohibul Iman bersama pengurus dan panitia acara Milad PKS
ke-20 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (13/5/2018). tirto.id/Andrian
Pratama Taher
<https://tirto.id/gerindra-pks-amp-pan-kemungkinan-tolak-kader-demokrat-jadi-cawapres-cN9D>
Presiden PKS Sohibul Iman bersama pengurus dan panitia acara
Milad PKS ke-20 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu
(13/5/2018). tirto.id/Andrian Pratama Taher
Oleh: Lalu Rahadian - 14 Juli 2018
Dibaca Normal 1 menit
/Koalisi Gerindra, PKS, dan PAN berencana menolak kader Partai Demokrat
menjadi Cawapres di Pemilu 2019./
tirto.id <https://tirto.id/> - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
Sohibul Iman mengungkap kemungkinan partainya bersama Gerindra dan PAN
menolak keinginan Partai Demokrat agar kadernya menjadi bakal calon
wakil presiden (Cawapres) di Pemilu 2019.
Menurut Sohibul kemungkinan itu dibahas saat dirinya, Ketua Umum PAN
Zulkifli Hasan, dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto bertemu di
Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Sabtu (14/7/2018) siang. Ia menyebut
berat kemungkinan Gerindra, PAN, dan PKS menerima keinginan Demokrat.
"Tapi setidaknya kami tentu sediakan portofolio menteri buat Demokrat
[...] Kalau Demokrat minta [posisi] cawapres lagi akan semakin rumit.
Tadi sepakat bahwa kami tawarkan portofolio yang lain, dalam hal ini
[posisi menteri bagi kader Demokrat] di kabinet," kata Sohibul di Kantor
DPP PKS.
Demokrat dan Gerindra sudah berkali-kali menyatakan kemungkinan
berkoalisi pada pemilu 2019. Kemungkinan itu sudah disampaikan para
petinggi kedua parpol sejak 2017 lalu.
Demokrat melalui Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga sudah
menyebut memiliki 3 opsi untuk dipilih pada pemilu. Opsi-opsi itu adalah
mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai capres, Prabowo Subianto
sebagai capres, atau mendukung sosok lain di luar dua nama itu.
"Mungkin pekan depan ya [Prabowo bertemu SBY]. Tapi hari ini kami 3
partai berbicara, Demokrat kalau mau bergabung bagi kami akan sangat
berat kalau menginginkan cawapres. karena kami saja ini masih belum
selesai ke arah sana," ujar Sohibul.
Demokrat melalui SBY telah menyampaikan permintaannya agar capres dan
cawapres yang nantinya diusung menandatangani kontrak politik.
Pernyataan itu disampaikan SBY melalui sebuah video yang direkam pada 9
Juli 2018, dan diterima Tirto pada Kamis (12/7/2018) malam.
Pada video berdurasi 13 menit lebih itu, SBY berkata partainya akan
meminta kandidat yang diusung menandatangani kontrak politik berisi 5
tuntutan.
"Pertama adalah bidang ideologi. Kami ingin presiden dan wakil presiden
mendatang jelas, tegas, dan terang posisinya mendukung dan mengamalkan
dengan penuh Pancasila, dasar negara kita," kata SBY dalam rekaman video
itu.
Kedua, kandidat diminta bisa mencari solusi atas persoalan ekonomi dan
kesejahteraan yang dialami masyarakat. Ketiga, capres dan cawapres
diminta menjamin penegakan hukum yang adil serta ketiadaan intervensi
apalagi menjadikan hukum sebagai alat politik.
Keempat, kandidat diminta menciptakan stabilitas politik dengan
cara-cara konstitusional. Kelima, kandidat dituntut bisa menjaga
persatuan dan kerukunan sosial.
Baca juga artikel terkait PEMILU 2019
<https://tirto.id/q/pemilu-2019-f3?utm_source=internal&utm_medium=lowkeyword>
atau tulisan menarik lainnya Lalu Rahadian
<https://tirto.id/author/lalurahadian?utm_source=internal&utm_medium=topauthor>
(tirto.id - Politik)
Reporter: Lalu Rahadian
Penulis: Lalu Rahadian
Editor: Agung DH