*Hanya mampu tekan? Tetapi bukan membuat kemiskinan sejarah hari kemarin?
Berapa ringan tekanan yang dimampukan oleh Kemensos? hehehehehe*

https://www.antaranews.com/berita/727842/kemensos-pastikan-bansos-mampu-tekan-kemiskinan
Kemensos pastikan bansos mampu tekan kemiskinan

Rabu, 18 Juli 2018 22:13 WIB

Menteri Sosial Idrus Marham (kiri) berdialog dengan sejumlah warga saat
melakukan kunjungan kerja pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) di
kawasan Sunter, Jakarta, Rabu (11/7/2018). Dalam kunjungannya selain
mensosialisasi pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) kepada warga
Mensos juga menegur oknum pendamping karena diduga melakukan penyelewengan
dana bantuan PKH. (ANTARA FOTO/Risky Andrianto)

Kediri (ANTARA News) - Kementerian Sosial mengungkapkan program bantuan
sosial yang selama ini diberikan mampu menekan angka kemiskinan, di mana
para penerima manfaat ikut didampingi dengan beragam program, sehingga bisa
berdaya.

"Bantuan sosial ini ada unsur pemberdayaan. Dengan pendampingan aspek
pemberdayaan, ada peningkatan sehingga kemampuan keluarga baik," kata
Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos, Harry Hikmat, dalam acara
dialog nasional tentang program keluarga harapan (PKH) di Pendopo Kabupaten
Kediri, Jatim, Rabu.

Pihaknya mengapresiasi data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) yang
menunjukan persentase penduduk miskin pada Maret 2018 adalah 9,82 persen,
menurun 0,30 persen poin dibanding September 2017 yang sebesar 10,12 persen..

Data tersebut juga sesuai dengan harapan pemerintah dimana bisa terwujud
lebih awal dari target. Padahal, awalnya ditargetkan angka kemiskinan bisa
`single digit` di tahun 2019, dan ternyata terwujud tahun 2018.

"Hal ini juga sebagai kosekuensi jumlah penerima PKH meningkat dari 6 juta
KPM tahun 2017 menjadi 10 juta KPM pada tahun 2018," ujarnya.

BPS, juga mencatat perbaikan pemerataan pendapatan pada periode Maret 2015
hingga Maret 2018 dimana gini ratio di perkotaan dan perdesaan pada Maret
2015 adalah 0,408 dan pada Maret 2018 turun menjadi 0,389.

Raihan positif tersebut tidak lepas dari peran beragam bantuan sosial dan
subsidi yang disalurkan pemerintah dengan prinsip 6T yakni tepat jumlah,
tepat sasaran, tepat administrasi, tepat waktu, tepat harga dan tepat
kualitas.

*Baca juga: Mensos: koordinasi kunci cegah penyelewengan bansos
<https://www.antaranews.com/berita/725912/mensos-koordinasi-kunci-cegah-penyelewengan-bansos>*

Pihaknya juga mengungkapkan beberapa program Kementerian Sosial juga
menunjukkan capaian positif dalam penyaluran dan penyerapannya yakni
program keluarga harapan (PKH), bantuan pangan nontunai (BPNT), beras
sejahtera (Rastra), kelompok usaha bersama (KUBE), hingga usaha ekonomi
prduktif (UEP).

Bansos tersebut akan disinergikan dengan beragam bansos dari kementerian
lain, misalnya program Indonesia pintar, program Indonesia sehat, subsidi
pupuk, subsidi listrik, dan sebagainya.

"Komplementaritas bansos ini menunjukkan hasil yang positif seperti yang
dilaporkan BPS yang menyebutkan bantuan sosial dari pemerintah tumbuh 87,6
persen pada Triwulan I Tahun 2018, lebih tinggi dibanding Triwulan I tahun
2017 yang hanya tumbuh 3,39 persen. Demikian halnya program rastra dan BPNT
pada Triwulan I telah tersalurkan sesuai jadwal," ujarnya.

*Baca juga: Mensos pastikan peserta PKH terima haknya
<https://www.antaranews.com/berita/725921/mensos-pastikan-peserta-pkh-terima-haknya>*

Pihaknya menyontohkan jika satu keluarga mendapat beragam bansos, subsidi
atau bantuan stimulan lainnya, diharapkan mereka dapat mandiri dalam waktu
kurang dari lima tahun. Misalnya anaknya dapat bantuan pendidikan dari
program Indonesia pintar, ibunya menerima bansos PKH. Saat sakit mereka
punya kartu Indonesia sehat, dan setiap bulan mereka menerima uang BPNT
yang bisa digunakan untuk membeli beras sesuai kualitas yang mereka
inginkan ataupun telur sebagai salah satu sumber protein yang baik untuk
anak-anak.

"Sesuai arahan Presiden Joko Widodo tentang pemerataan ekonomi yang
berkeadilan. Program-program yang ada diarahkan pada yang berkaitan dengan
pengurangan gini ratio, pengurangan kesenjangan. Apalagi tahun depan PKH
akan direncanakan ditambah anggarannya dua kali lipat untuk 10 juta
Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Harapannya grafik angka kemiskinan terus
menurun dan mempersempit kesenjangan," kata dia.

Dalam acara tersebut, selain dari petinggi Kementerian Sosial, juga hadir
sejumlah anggota DPR RI serta anggota BPK RI. Mereka dialog langsung dengan
warga serta pendamping PKH yang hadir dalam program tersebut.

Di kegiatan itu, sekaligus juga diberikan bantuan untuk anak-anak
berprestasi dari keluarga PKH. Selain hadiah langsung, mereka juga
mendapatkan tabungan dari BNI.

*Baca juga: Kelancaran bansos disebut kunci penurunan angka kemiskinan
<https://www.antaranews.com/berita/727497/kelancaran-bansos-disebut-kunci-penurunan-angka-kemiskinan>*

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Kirim email ke