Sudah jadi biasa bicara tanpa dukungan data.
Tidak bisa begitu saja seolah olah sudah kwalitatif,
tanpa dukungan kwantitatif, dengan angka.
Tidak usah detail sekali, paling tidak ada angka2 kasar dulu.

2018-07-20 5:23 GMT+02:00 Jonathan Goeij <[email protected]>:

> Saya rasa Jonan tdk perlu berbicara sampai sedetil itu, cukup tujuannya
> dibawah.
>
> kutipan:
> "Kita akan membuat peraturan untuk mendorong semua pelanggan listrik PLN
> juga memesan* rooftop solar* panel pembangkit listrik tenaga surya. Saya
> nggak tahu animo sebesar apa, tapi kalau ditawarkan kepada pelanggan PLN
> R1-R4 dan juga golongan bisnis, mungkin pak, bisa dalam 5-10 tahun tambah
> 10.000 MW," tutupnya.
>
> On Thursday, July 19, 2018, 7:34:05 PM PDT, kh djie <[email protected]>
> wrote:
>
>
> Sayang Yonan tidak lengkapi dengan data :
> Modal yang diperlukan untuk beli dan pasang rooftop solar ?
> Beaya pemeliharaan rooftop solar ?
> Bunga pinjaman dari bank? Berapa tahun harus pinjaman dilunasi ?
> Perhitungan kalau pakai uang sendiri, tanpa pinjam dari bank.
> Berapa lama umur dari rootop solar sampai harus diganti ?
> Lalu perhitungannya seandainya 100 rumah sekaligus dipasangi rooftop solar,
> berapa % bisa murahan.
> Bisa ngirit sampai berapa % dibandingkan dengan pakai listrik PLN?
>
>
> 2018-07-20 1:12 GMT+02:00 Jonathan Goeij [email protected]
> [GELORA45] <[email protected]>:
>
>
>
> Dia mengatakan, biasanya membayar tagihan listrik hingga Rp 5 juta setiap
> bulannya. Dengan adanya *rooftop solar*, tagihannya turun menjadi Rp 1
> juta per bulan.
> ...
> Kamis, 19 Jul 2018 19:35 WIB
> Tagihan Listrik Jonan Turun Tajam, Ada Apa Gerangan?
> <https://finance.detik.com/energi/d-4123673/tagihan-listrik-jonan-turun-tajam-ada-apa-gerangan>
>
> Tagihan Listrik Jonan Turun Tajam, Ada Apa Gerangan?
>
> Achmad Dwi Afriyadi
>
> Tagihan listrik di rumah Menteri ESDM Ignasius Jonan turun tajam menjadi
> kurang dari Rp 1 juta per bulan. Apa se...
>
> <https://finance.detik.com/energi/d-4123673/tagihan-listrik-jonan-turun-tajam-ada-apa-gerangan>
>
>
> Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
>
> [image: Foto: Dok. ESDM]Foto: Dok. ESDM
> *Jakarta* - Pemanfaatan panel surya atau *rooftop solar* membuat tagihan
> listrik lebih murah. Hal itu diungkapkan Menteri Energi dan Sumber Daya
> Mineral (ESDM) Ignasius Jonan saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI.
>
> Jonan sendiri mengaku, rumahnya sudah dipasang *rooftop solar*. Tidak
> hanya rumah dinas, namun juga pada rumah pribadinya.
>
> "Rumah saya juga dipasang, rumah pribadi, rumah jabatan juga dipasang.
> Rumah pribadi bayar sendiri," kata Jonan di Komisi VII DPR RI, Jakarta,
> Kamis (18/7/2018).
>
> *Baca juga: *Jonan Usul ke DPR Subsidi Solar Maksimal Rp 2.500/Liter
> <https://finance.detik.com/read/2018/07/19/182812/4123574/1034/jonan-usul-ke-dpr-subsidi-solar-maksimal-rp-2500-liter>
>
> Dia mengatakan, biasanya membayar tagihan listrik hingga Rp 5 juta setiap
> bulannya. Dengan adanya *rooftop solar*, tagihannya turun menjadi Rp 1
> juta per bulan.
>
> "Saya sudah coba rumah saya pribadi 15,4 kWp tagihan mungkin Rp 5 juta Rp
> 4 juta, menjadi mungkin nggak sampai Rp 1 juta sekarang," ungkapnya.
>
> *Baca juga: *Soal Divestasi 51% Saham Freeport, Jonan: Ini Akuisisi Untung
> <https://finance.detik.com/read/2018/07/19/175848/4123511/1034/soal-divestasi-51-saham-freeport-jonan-ini-akuisisi-untung>
>
> Jonan sendiri mengaku, pihaknya tengah berupaya mendorong pemanfaatan
> panel surya ini. Pemanfaatan panel surya bisa didorong ke pelanggan PLN
> golongan tertentu.
>
> "Kita akan membuat peraturan untuk mendorong semua pelanggan listrik PLN
> juga memesan* rooftop solar* panel pembangkit listrik tenaga surya. Saya
> nggak tahu animo sebesar apa, tapi kalau ditawarkan kepada pelanggan PLN
> R1-R4 dan juga golongan bisnis, mungkin pak, bisa dalam 5-10 tahun tambah
> 10.000 MW," tutupnya. *(ara/ara)*
>
> 
>
>
>

Kirim email ke