Bung Karma,
Tegangan listrik di Indonesia = di Europa : 125 - 130 volt.
Saya kira yang bung maksud bukan KWh, tetapi kWp = kilo watt peak. Berarti
pada cahaya matahari yang optimal, didapat 1 Kw = 1000 watt.
Watt = Volt X ampere.
Jadi kalau tegangan listriknya 130 volt, maximum amperage yang bisa dipakai
adalah 1000/130 = 7.7 A.
Tetapi biasanya lebih gampangan dikatakan, maximum total daya yang dapat
dipakai adalah 1000 watt.
Kalau kita punya lampu dari 40 watrt, jumlah lampu yang dapat dipasang :
1000/40 = 25 lampu.
Rice cooker dari 1.8 liter perlu 700 watt.
Televisi butuh 80 -400 watts,tergantung TV nya.
Kalau orang lihat TV dari 400 watt selama 4 jam (hr), dia pakai enersi
sebesar 4hr X 400 Watt = 1600Watt hr =
1.6 kWhr.
Salam,
KH

2018-07-20 7:57 GMT+02:00 Karma, I Nengah [PT. BI-POS] <[email protected]
>:

> Maaf kalau listrik dirumah yang memakai listrik 1300 volt apakah bisa
> denan 1 kwh
>
>
>
> *From:* [email protected] [mailto:[email protected]]
> *Sent:* Friday, July 20, 2018 1:44 PM
> *To:* Jonathan Goeij <[email protected]>
> *Cc:* Gelora45 <[email protected]>
> *Subject:* [**EXTERNAL**] Re: [GELORA45] Tagihan Listrik Jonan Turun
> Tajam, Ada Apa Gerangan?
>
>
>
>
>
> Kutipan :
>
> *Untuk memasang panel surya dengan kapasitas sebesar itu, Widhyawan
> menghabiskan biaya kurang lebih Rp 70 juta atau hampir Rp 20 juta per kWp..
> "Itu total biaya solar panel, inverter, dan instalasi," ujarnya. Dari
> penggunaan solar panel itu, ia memperoleh penghematan sebesar Rp 800.000
> per bulan. "Kalau siang tidak menggunakan banyak listrik PLN. Di rumah saya
> 6.600 VA, kadi dengan adanya 4.000 kWp ya kalai sedang terik matahari
> enggak pakai listrik PLN," tutupnya. (mca/wdl)*
>
>
>
> Penghematan per tahun = 12 X 0.8 juta = 9.6 juta rupiah.
>
> Modal 70 juta rupiah, kembali dalam  70/9.6 = 7.3 tahun
>
> Dengan ongkos bersih2 paneel, mungkin kembali dalam 8 tahun.
>
> karena umur solar paneel bisa sampai 20 tahun, dia bisa menikmati
>
> penghematan sebesar 12 X 9.6 juta =  115.2 juta rupiah antara tahun ke 9
> sd. tahun ke 20.
>
> Tetapi seandainya dia bungakan uangnya dengan bunga 5 % setahun, selama 20
> tahun,
>
> dia akan dapat bunga sebesar70x (1.05) ^20 -modal 70= 185.7 - 70 = 115.7
> juta rupiah.
>
> Di atas kertas, dia tidak untung, tidak rugi ?
>
>
>
> Kalau dia pasang paneelnya dengan pinjam uang dari bank, dengan bunga 10
> %, dia rugi sekali.
>
>
>
> Kalau pasang paneelnya secara koperasi yang biasa dilakukan oleh orang2 di
> Belanda, dengan beli
>
> sekaligus bersama dengan banyak korting, dan ditukangi bersama (di Belanda
> biasanya selalu ada
>
> saja orang yang pandai bertukang, yang ngajari tetangga2 nya, waktu dia
> pasang solar paneel),
>
> katanya di Belanda untung, karena kelebihan listriknya bisa dijual pada
> perusahaan listrik.
>
> Bangun rumah saja ada yang dikerjakan bersama satu grup orang2 muda. Ada
> yang tidak biasa bertukang,
>
> bisa sampai bisa pasang tembok, lantai, pintu, jendela.
>
> Di Belanda juga bisa pakai tenaga dari polandia, ahli2 bertukang, dan
> bayarnya bisa 1/3 nya gaji resmi Belanda.
>
>
>
> Saya kira di Indonesia mestinya bisa untung karena banyaknya sinar
> matahari. Pajak import solar paneel
>
> mestinya dibikin 0 % ? dan kelebihan listrik dibeli PLN.
>
> Di Belanda kalau orang mau pasang solar paneel, instalateurnya sudah bikin
> perhitungan lengkap sampai2 sudah
>
> diberitahu bank2 mana yang bersedia beri bunga rendah untuk proyek ini,
> lalu dihitungkan precies kapan mulai
>
> untungnya, dan totalnya berapa. Dalam praktek, bisa beda karena cuaca dll..
>
>
>
> 2018-07-20 6:06 GMT+02:00 Jonathan Goeij <[email protected]>:
>
> Bung Djie ini ada berita tahun lalu harga2 kasaran, harga sekarang mungkin
> sudah lebih murah.
>
>
> Pasang Panel Surya, Tagihan Listrik Bisa Hemat Rp 1 Juta/Bulan
> <https://finance.detik.com/energi/d-3643972/pasang-panel-surya-tagihan-listrik-bisa-hemat-rp-1-jutabulan>
>
>
>
>
>
> On Thursday, July 19, 2018, 8:46:38 PM PDT, kh djie <[email protected]>
> wrote:
>
>
>
>
>
> Sudah jadi biasa bicara tanpa dukungan data.
>
> Tidak bisa begitu saja seolah olah sudah kwalitatif,
>
> tanpa dukungan kwantitatif, dengan angka.
>
> Tidak usah detail sekali, paling tidak ada angka2 kasar dulu.
>
>
>
> 2018-07-20 5:23 GMT+02:00 Jonathan Goeij <[email protected]>:
>
> Saya rasa Jonan tdk perlu berbicara sampai sedetil itu, cukup tujuannya
> dibawah.
>
>
>
> kutipan:
>
> "Kita akan membuat peraturan untuk mendorong semua pelanggan listrik PLN
> juga memesan* rooftop solar* panel pembangkit listrik tenaga surya. Saya
> nggak tahu animo sebesar apa, tapi kalau ditawarkan kepada pelanggan PLN
> R1-R4 dan juga golongan bisnis, mungkin pak, bisa dalam 5-10 tahun tambah
> 10..000 MW," tutupnya.
>
>
>
> On Thursday, July 19, 2018, 7:34:05 PM PDT, kh djie <[email protected]>
> wrote:
>
>
>
>
>
> Sayang Yonan tidak lengkapi dengan data :
>
> Modal yang diperlukan untuk beli dan pasang rooftop solar ?
>
> Beaya pemeliharaan rooftop solar ?
>
> Bunga pinjaman dari bank? Berapa tahun harus pinjaman dilunasi ?
>
> Perhitungan kalau pakai uang sendiri, tanpa pinjam dari bank.
>
> Berapa lama umur dari rootop solar sampai harus diganti ?
>
> Lalu perhitungannya seandainya 100 rumah sekaligus dipasangi rooftop solar,
>
> berapa % bisa murahan.
>
> Bisa ngirit sampai berapa % dibandingkan dengan pakai listrik PLN?
>
>
>
>
>
> 2018-07-20 1:12 GMT+02:00 Jonathan Goeij [email protected]
> [GELORA45] <[email protected]>:
>
>
>
> Dia mengatakan, biasanya membayar tagihan listrik hingga Rp 5 juta setiap
> bulannya. Dengan adanya *rooftop solar*, tagihannya turun menjadi Rp 1
> juta per bulan.
>
> ....
>
> Kamis, 19 Jul 2018 19:35 WIB
> Tagihan Listrik Jonan Turun Tajam, Ada Apa Gerangan?
> <https://finance.detik.com/energi/d-4123673/tagihan-listrik-jonan-turun-tajam-ada-apa-gerangan>
>
>
> Tagihan Listrik Jonan Turun Tajam, Ada Apa Gerangan?
>
> Achmad Dwi Afriyadi
>
> Tagihan listrik di rumah Menteri ESDM Ignasius Jonan turun tajam menjadi
> kurang dari Rp 1 juta per bulan. Apa se...
>
>
>
>
>
> Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
>
>
>
> [image: Foto: Dok. ESDM]Foto: Dok. ESDM
>
> *Jakarta* - Pemanfaatan panel surya atau *rooftop solar* membuat tagihan
> listrik lebih murah. Hal itu diungkapkan Menteri Energi dan Sumber Daya
> Mineral (ESDM) Ignasius Jonan saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI.
>
> Jonan sendiri mengaku, rumahnya sudah dipasang *rooftop solar*. Tidak
> hanya rumah dinas, namun juga pada rumah pribadinya.
>
> "Rumah saya juga dipasang, rumah pribadi, rumah jabatan juga dipasang.
> Rumah pribadi bayar sendiri," kata Jonan di Komisi VII DPR RI, Jakarta,
> Kamis (18/7/2018).
>
>
>
> *Baca juga: **Jonan Usul ke DPR Subsidi Solar Maksimal Rp 2.500/Liter*
> <https://finance.detik.com/read/2018/07/19/182812/4123574/1034/jonan-usul-ke-dpr-subsidi-solar-maksimal-rp-2500-liter>
>
>
> Dia mengatakan, biasanya membayar tagihan listrik hingga Rp 5 juta setiap
> bulannya. Dengan adanya *rooftop solar*, tagihannya turun menjadi Rp 1
> juta per bulan.
>
> "Saya sudah coba rumah saya pribadi 15,4 kWp tagihan mungkin Rp 5 juta Rp
> 4 juta, menjadi mungkin nggak sampai Rp 1 juta sekarang," ungkapnya.
>
> *Baca juga: **Soal Divestasi 51% Saham Freeport, Jonan: Ini Akuisisi
> Untung*
> <https://finance.detik.com/read/2018/07/19/175848/4123511/1034/soal-divestasi-51-saham-freeport-jonan-ini-akuisisi-untung>
>
>
> Jonan sendiri mengaku, pihaknya tengah berupaya mendorong pemanfaatan
> panel surya ini. Pemanfaatan panel surya bisa didorong ke pelanggan PLN
> golongan tertentu.
>
> "Kita akan membuat peraturan untuk mendorong semua pelanggan listrik PLN
> juga memesan* rooftop solar* panel pembangkit listrik tenaga surya. Saya
> nggak tahu animo sebesar apa, tapi kalau ditawarkan kepada pelanggan PLN
> R1-R4 dan juga golongan bisnis, mungkin pak, bisa dalam 5-10 tahun tambah
> 10.000 MW," tutupnya. *(ara/ara)*
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> 
>

Kirim email ke