Bau Busuk Lapas Sukamiskin Tercium Lagi

Sabtu , 21 Juli 2018 | 14:10
http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/2677/bau_busuk_lapas_sukamiskin_tercium_lagi
Bau Busuk Lapas Sukamiskin Tercium Lagi
Sumber Foto tribunnews.com
Lapas Sukamiskin Bandung, Jawa Barat.
POPULER
PKS, Partai Tanpa Masa Depan <http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/2677/hukumdanpolitik/read/2664/%22>Enam Jam KPK Garap Dirut PLN Sofyan Basir <http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/2677/hukumdanpolitik/read/2668/%22>JK Minta Putusan MK Soal Cawapres Sebelum Pendaftaran Pilpres <http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/2677/hukumdanpolitik/read/2671/%22>Berapa Nilai AHY Jika Disandingkan dengan Prabowo? <http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/2677/hukumdanpolitik/read/2667/%22>JK Diajukan sebagai Pihak Terkait Gugatan Cawapres <http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/2677/hukumdanpolitik/read/2669/%22>
Listen to this

JAKARTA – Alamak! Aroma busuk kembali tercium dari Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat (Jabar). Sabtu (21/7/2018), KPK menangkap Kalapas Sukamiskin, Wahid Husen dan lima orang lainnya. Lagi-lagi disebut soal izin keluar narapidana korupsi.

Kini, KPK masih terus mendalamani hasil operasi tangkap tangan (OTT) di Lapas yang dibangun 1918 dan mulai beroperasi 1924 di lahan seluas 2 hektare tersebut.

Bukan rahasia umum lagi soal kemewahan dan izin keluar masuk di Lapas Sukamiskin yang diobral habis-habisan ibarat menjelang hari-hari besar.

Majalah/Tempo/6-12 Februari 2017 lalu mengangkat/cover/“Tamasya Napi Sukamiskin”. Intinya: membayar petugas, narapidana korupsi meninggalkan penjara untuk pelesir. Luar biasa bobroknya pengelolaan lapas seperti di Sukamiskin tersebut.

Majalah Berita Mingguan ini menelusuri soal kebobrokan Lapas Sukamiskin. Dituliskan: sejumlah terpidana perkara korupsi tertangkap basah meninggalkan Lapas Sukamiskin Bandung. Bermodal izin berobat ke luar penjara, mereka bepergian tanpa pengawalan ke apartemen, rumah kontrakan bahkan pulang ke luar Jawa. Investigasi/Tempo/membuktikan beberapa terpidana juga hidup bergelimang kemewahan kendati diterungku. Singkat kata: semua bisa diatur menurut isi kantong. Gila bener!

Dibangun Belanda sebagai penjara khusus kaum intelek, Lapas Sukamiskin kini dijadikan “hotel prodeo” bagi pelaku korupsi di negeri ini. Lapas Sukamiskin berubah menjadi hotel dengan pelbagai fasilitas mewah.

Di dalam lapas ini terdapat sarana mulai dari bengkel perkayuan dan mekanis hingga areal olahraga seperti lapangan bulutangkis, futsal, basket hingga voli.

*Ada Kamar Mewah*

Nggak cuma itu. Lapas Sukamiskin juga memiliki lokasi rekreasi seperti pijat refleksi, salon, kafe di tengah taman hingga saung lengkap sofa dan tirai. Asik banget ya!

Para narapidana juga disebut-sebut mengincar kamar di lantai dua yang disebu-sebut mewah. Hanya napi berkantong tebal yang bisa menikmati kamar mewah itu. Mereka wajib membayar “uang pangkal”. Nilainya tergantung kondisi kamar dan negosiasi dengan pemilik lama atau sesepuh di dalam Lapas Sukamiskin.

Napi berduit ini dapat menikmati fasilitas mulai dari televisi, toilet duduk, ranjang dan kasur busa, dispenser, lemari hingga kipas angin.

Selain itu, napi juga dapat menerima kunjungan melebihi jam besuk bahkan hingga malam hari. Bahkan, napi dapat memegang telepon genggam, memesan makanan, memiliki “pelayan pribadi” termasuk cuci gosok dan menggelar pesta dan mengundang artis untuk syukuran.

Masih menurut laporan/Tempo/, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Laoly pernah direpotkan di awal jabatannya sebagai menteri. Itu lantaran mantan Wali Kota Bekasi Mochtar Muhammad yang ketahuan keluyuran hingga ke Jakarta. Itu terjadi 27 Oktober 2014.

Yasonna mengaku, persoalan pemasyarakatan paling membuat pusing dan sakit kelapa. Dalam kasus Mochtar Muhammad, doktor lulusan North Caroline State University, Amerika Serikat itu langsung mencopot kepala lapasnya. Terhadap Mochtar ditunda pembebasan bersyaratnya.

“Inilah mental orang-orang (petugas penjara) itu. Mereka menoleransi perbuatan semacam itu, ada iming-iming sogokan. Sudah beberapa kali kami pecat, turunkan pangkat, tapi masih ada yang bermain. Memang tidak mudah mengubah pola pikir banyak anggota kami di sana. Ini sudah lama terpelihara,” ujarnya.

Ditanya bagaimana cara membereskan masalah di Lapas Sukamiskin? Yasonna mengatakan, pihaknya harus mencari lagi kelapa LP yang punya kemampuan dan integritas. Kelapa pengamanan juga harus diganti. Sipirnya harus diganti semua, tak boleh terlalu lama di situ.

Kini, bau busuk Lapas Sukamiskin terkuak lagi. Akankah langkah sang menteri akan sama seperti itu? Atau ada terobosan baru! Maaf ini soal integritas sekelas Kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husen lho!(*nm*)



---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com

Kirim email ke