Kan sesuai dengan namanya : Lembaga Kemasyarakatn kelas =- 1,
Jadi narapidana Kelas -1, dimasyarakatkan : boleh walking-walking,
shopping-shopping
dengan service kelas-1, service Hotel bintang 6 ?

2018-07-21 9:46 GMT+02:00 ChanCT [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
> Bau Busuk Lapas Sukamiskin Tercium Lagi Sabtu , 21 Juli 2018 | 14:10
> http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/2677/bau_
> busuk_lapas_sukamiskin_tercium_lagi
> [image: Bau Busuk Lapas Sukamiskin Tercium Lagi]
> Sumber Foto tribunnews.com
> Lapas Sukamiskin Bandung, Jawa Barat.
>  POPULER
> PKS, Partai Tanpa Masa Depan
> <http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/2677/hukumdanpolitik/read/2664/%22>Enam
> Jam KPK Garap Dirut PLN Sofyan Basir
> <http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/2677/hukumdanpolitik/read/2668/%22>JK
> Minta Putusan MK Soal Cawapres Sebelum Pendaftaran Pilpres
> <http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/2677/hukumdanpolitik/read/2671/%22>Berapa
> Nilai AHY Jika Disandingkan dengan Prabowo?
> <http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/2677/hukumdanpolitik/read/2667/%22>JK
> Diajukan sebagai Pihak Terkait Gugatan Cawapres
> <http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/2677/hukumdanpolitik/read/2669/%22>
> Listen to this
>
> JAKARTA – Alamak! Aroma busuk kembali tercium dari Lapas Sukamiskin,
> Bandung, Jawa Barat (Jabar). Sabtu (21/7/2018), KPK menangkap Kalapas
> Sukamiskin, Wahid Husen dan lima orang lainnya. Lagi-lagi disebut soal izin
> keluar narapidana korupsi.
>
> Kini, KPK masih terus mendalamani hasil operasi tangkap tangan (OTT) di
> Lapas yang dibangun 1918 dan mulai beroperasi 1924 di lahan seluas 2
> hektare tersebut.
>
> Bukan rahasia umum lagi soal kemewahan dan izin keluar masuk di Lapas
> Sukamiskin yang diobral habis-habisan ibarat menjelang hari-hari besar.
>
> Majalah *Tempo* 6-12 Februari 2017 lalu mengangkat *cover *“Tamasya Napi
> Sukamiskin”. Intinya: membayar petugas, narapidana korupsi meninggalkan
> penjara untuk pelesir. Luar biasa bobroknya pengelolaan lapas seperti di
> Sukamiskin tersebut.
>
> Majalah Berita Mingguan ini menelusuri soal kebobrokan Lapas Sukamiskin.
> Dituliskan: sejumlah terpidana perkara korupsi tertangkap basah
> meninggalkan Lapas Sukamiskin Bandung. Bermodal izin berobat ke luar
> penjara, mereka bepergian tanpa pengawalan ke apartemen, rumah kontrakan
> bahkan pulang ke luar Jawa. Investigasi *Tempo* membuktikan beberapa
> terpidana juga hidup bergelimang kemewahan kendati diterungku. Singkat
> kata: semua bisa diatur menurut isi kantong. Gila bener!
>
> Dibangun Belanda sebagai penjara khusus kaum intelek, Lapas Sukamiskin
> kini dijadikan “hotel prodeo” bagi pelaku korupsi di negeri ini. Lapas
> Sukamiskin berubah menjadi hotel dengan pelbagai fasilitas mewah.
>
> Di dalam lapas ini terdapat sarana mulai dari bengkel perkayuan dan
> mekanis hingga areal olahraga seperti lapangan bulutangkis, futsal, basket
> hingga voli.
>
> *Ada Kamar Mewah*
>
> Nggak cuma itu. Lapas Sukamiskin juga memiliki lokasi rekreasi seperti
> pijat refleksi, salon, kafe di tengah taman hingga saung lengkap sofa dan
> tirai. Asik banget ya!
>
> Para narapidana juga disebut-sebut mengincar kamar di lantai dua yang
> disebu-sebut mewah. Hanya napi berkantong tebal yang bisa menikmati kamar
> mewah itu. Mereka wajib membayar “uang pangkal”. Nilainya tergantung
> kondisi kamar dan negosiasi dengan pemilik lama atau sesepuh di dalam Lapas
> Sukamiskin.
>
> Napi berduit ini dapat menikmati fasilitas mulai dari televisi, toilet
> duduk, ranjang dan kasur busa, dispenser, lemari hingga kipas angin.
>
> Selain itu, napi juga dapat menerima kunjungan melebihi jam besuk bahkan
> hingga malam hari. Bahkan, napi dapat memegang telepon genggam, memesan
> makanan, memiliki “pelayan pribadi” termasuk cuci gosok dan menggelar pesta
> dan mengundang artis untuk syukuran.
>
> Masih menurut laporan *Tempo*, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia,
> Yasonna Laoly pernah direpotkan di awal jabatannya sebagai menteri. Itu
> lantaran mantan Wali Kota Bekasi Mochtar Muhammad yang ketahuan keluyuran
> hingga ke Jakarta. Itu terjadi 27 Oktober 2014.
>
> Yasonna mengaku, persoalan pemasyarakatan paling membuat pusing dan sakit
> kelapa. Dalam kasus Mochtar Muhammad, doktor lulusan North Caroline State
> University, Amerika Serikat itu langsung mencopot kepala lapasnya. Terhadap
> Mochtar ditunda pembebasan bersyaratnya.
>
> “Inilah mental orang-orang (petugas penjara) itu. Mereka menoleransi
> perbuatan semacam itu, ada iming-iming sogokan. Sudah beberapa kali kami
> pecat, turunkan pangkat, tapi masih ada yang bermain. Memang tidak mudah
> mengubah pola pikir banyak anggota kami di sana. Ini sudah lama
> terpelihara,” ujarnya.
>
> Ditanya bagaimana cara membereskan masalah di Lapas Sukamiskin? Yasonna
> mengatakan, pihaknya harus mencari lagi kelapa LP yang punya kemampuan dan
> integritas. Kelapa pengamanan juga harus diganti. Sipirnya harus diganti
> semua, tak boleh terlalu lama di situ.
>
> Kini, bau busuk Lapas Sukamiskin terkuak lagi. Akankah langkah sang
> menteri akan sama seperti itu? Atau ada terobosan baru! Maaf ini soal
> integritas sekelas Kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husen lho!(*nm*)
>
>
> <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
> 不含病毒。www.avg.com
> <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
> <#m_4170346282146779901_DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>
>
> 
>

Kirim email ke