https://metro.tempo.co/read/1109126/penderita-gangguan-jiwa-terus-bertambah-di-jakarta-ini-sebabnya
Penderita Gangguan Jiwa Terus Bertambah di
Jakarta, Ini Sebabnya
Reporter:
Imam Hamdi
Editor:
Zacharias Wuragil
Sabtu, 21 Juli 2018 12:03 WIB
0 komentar
<https://metro.tempo.co/read/1109126/penderita-gangguan-jiwa-terus-bertambah-di-jakarta-ini-sebabnya#comments>
003
#
#
#
#
Penyadang gangguan jiwa di PSBL Harapan Sentosa, Jakarta Barat, 6
Januari 2016. Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta meluncurkan program
klaster menjadi 3 bagian untuk penyandang gangguan jiwa psikotik ringan,
sedang dan berat. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat
<https://statik.tempo.co/data/2016/01/06/id_470506/470506_620.jpg>
Penyadang gangguan jiwa di PSBL Harapan Sentosa, Jakarta Barat, 6
Januari 2016. Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta meluncurkan program
klaster menjadi 3 bagian untuk penyandang gangguan jiwa psikotik ringan,
sedang dan berat. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat
*TEMPO.CO, Jakarta* - Puskesmas Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan,
berusaha menekan peningkatan jumlah orang dengan gangguan kejiwaan
dengan cara deteksi dini. Cara ini menjadi penting karena banyak faktor
bisa menjadi penyebab gangguan jiwa
<https://www.tempo.co/tag/gangguan-jiwa>.
Baca:
*Di Cilandak, Puluhan Ribu Orang Alami Gangguan Jiwa dan Terus Bertambah
<https://metro.tempo.co/read/1109040/penderita-gangguan-jiwa-di-kecamatan-cilandak-meningkat>
*
“Ada yang karena penyakit, kekerasan dalam rumah tangga, ekonomi, sampai
pelecehan seksual,” kata penanggung jawab program jiwa Puskesmas
Cilandak, Rathia Ayuningtyas, Sabtu, 21 Juli 2018.
Rathia mengungkapkan pernah menemukan ada penderita gangguan jiwa karena
merasa depresi terhadap penyakit ambeien atau wasir. Sehingga, kata
Ratih, setiap mau buang air besar, orang itu selalu cemas dan berujung
depresi.
Rathia pun menemui penderita gangguan jiwa yang disebabkan oleh
kekerasan dalam rumah tangga. "Ada istri yang sering dipukuli hingga
depresi," ujarnya.
Baca:
*Begini E-Jiwa Lacak Penderita Gangguan Jiwa di Setiap Rumah
<https://metro.tempo.co/read/1109078/begini-e-jiwa-lacak-penderita-gangguan-jiwa-di-setiap-rumah>
*
Selain itu, Rathia memperingatkan, usia remaja tidak luput dari masalah
gangguan kejiwaan. Sebab, dia menemukan ada remaja yang depresi karena
melihat orang tuanya selingkuh.
Jika menemukan problem gangguan kejiwaan seperti itu, menurut Rathia,
korban perlu diperkuat rasa percaya dirinya. Petugas, kata dia, harus
mengajaknya berdiskusi dan memahami akar persoalan yang dihadapi
penderita gangguan jiwa.
Puskesmas Kecamatan Cilandak mencatat kenaikan 25 persen jumlah pasien
gangguan jiwa selama 2016-2017. Pada 2016, tercatat jumlah pasien yang
datang mencapai 23.188 orang dan meningkat pada 2017 menjadi 30.926 orang.
Baca juga:
*Ini Penyebab 40 Pintu Tol Bakal Terdampak Asian Games 2018
<https://metro.tempo.co/read/1109117/ini-penyebab-40-pintu-tol-bakal-terdampak-asian-games-2018>
*
Selain itu, jumlah pasien dengan kategori berat, seperti skizofrenia,
mengalami peningkatan. Pada 2016, ada 187 orang, lalu meningkat menjadi
203 orang pada tahun lalu, dan pada Juli 2018 telah mencapai 227 orang.
Menurut Rathia, penderita gangguan jiwa
<https://metro.tempo.co/read/1077796/dapat-lukisan-dari-pasien-gangguan-jiwa-anies-baswedan-lapor-kpk>
ini seperti fenomena gunung es. "Jadi yang terlihat hanya sedikit di
permukaan, padahal sebenarnya banyak sekali."