*Penghentian Sengketa Perdagangan AS-UE Hanya Untuk Sementara*
2018-07-27 15:24:05
http://indonesian.cri.cn/20180727/852f9533-eb27-fa79-e792-41d647cea191.html
Presiden AS Donald Trump dan Ketua Komisi Uni Eropa Junk dalam jumpa
pers bersama di Gedung Putih mengumumkan setuju untuk melalui
perundingan menurunkan pagar perdagangan bilateral dan meredakan
pergesekan perdagangan, dan untuk sementara menghentikan pengenaan
kenaikan tarif yang baru. Pertarungan antara AS dan UE pada masalah
ekonomi dan dagang mereda serentak.
Akan tetapi, pemerintah Trump selalu berubah sikapnya, dan publik
mungkin akan menjadi lebih berhati-hati ketika memandang kesepakatan
yang dicapai pemerintah Trump dengan UE, lebih cenderung memandangnya
sebagai sekali gencatan senjata yang singkat, bukan gencatan senjata
yang resmi.
Dengan membaca teliti isi kesepakatan, publik akan mendapat lebih
banyak alasan.
Pertama, AS dan UE setuju berupaya menerapkan nol-tarif, menghapuskan
pagar perdagangan dan menghentikan subsidi terhadap produk non-otomotif,
akan memulai perundingan putaran baru, menyelesaikan masalah tarif
terhadap produk baja dan aluminium serta tarif balasan berbagai jenis
lainnya, sementara meningkatkan kerja sama energi.
Dianalisa dengan teliti, semua itu adalah pernyataan sikap yang bersifat
penyuluhan, belum ada jadwal, rincian pelaksanakaan kesepahatan serta
mekanisme penyelesaian. Dalam kesepakatan, pihak AS juga tidak dengan
tegas menyetujui menghentikan pengenaan kenaikan tarif terhadap produk
baja dan aluminium Uni Eropa.
Kedua, usulan non-tarif terhadap Eropa yang dikemukakan pemerintah Trump
bukan ciptaan aslinya melainkan “botol baru dengan alkohol lama”. Jauh
pada zaman pemerintah Obama, ketika AS dan Eropa berunding mengenai
TTIP, kedua pihak memprakarsai dihapuskannya tarif terhadap 97 persen ke
atas komoditi impor, tapi karena terdapat banyak perselisihan dalam
pembelanjaan pemerintah, akses pasar produk pertanian dan pengawasan
moneter, kedua pihak gagal mencapai hasil seusai perundingan selama
beberapa tahun.
Ketiga, Uni Eropa terdiri atas 28 anggota dan berbagai negara berbeda
taraf perkembangannya dan terdapat sikap yang berbeda pada masalah
pergesekan perdagangan dengan AS. Kalau salah seorang pemimpin Uni Eropa
bersikap menentang atau berkata kurang sopan terhadap Trump, seluruh
proses perundingan mungkin akan hancur.
Ternyata, dicapainya kesepakatan dihentikannya pengenaan kenaikan
tariff oleh AS dan UE hanya semacam pernyataan sikap belaka. AS belum
meletakkan senapan yang membidik UE dan hanya mengambil suatu siasat
untuk menggaet keuntungan yang lebih besar. Apalagi, juga sulit
dikesampingkan kemungkinan perubahan sikap lagi dari Trump.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com