Masyumi gaya BARU.

2018-07-30 11:43 GMT+02:00 Sunny ambon [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
>
> *Tambah ramai NKRI.*
>
>
> http://www.panjimas.com/news/2018/07/30/kiprah-majelis-
> mujahidin-perjuangkan-penegakan-syariat-islam/
> Kiprah Majelis Mujahidin Perjuangkan Penegakan Syariat Islam
> <http://www.panjimas.com/news/2018/07/30/kiprah-majelis-mujahidin-perjuangkan-penegakan-syariat-islam/>
>
> 30 Jul 2018
>
>
> <http://www.panjimas.com/news/2018/07/30/kiprah-majelis-mujahidin-perjuangkan-penegakan-syariat-islam/>
> <http://www.panjimas.com/news/2018/07/30/kiprah-majelis-mujahidin-perjuangkan-penegakan-syariat-islam/>
>
>
>
> *YOGJAKARTA (Panjimas.com)* — Di hadapan peserta Mudzakarah Perwakilan
> Majelis Mujahidin, 12-13 Mei 2018 di Markaz MM Jogjakarta, jelang Kongres
> Mujahidin ke-V di Tasikmalaya ini, Amir Majelis Mujahidin, Al-Ustadz
> Muhammad Thalib menyampaikan amanah yang menggetarkan jiwa tentan sejarah
> lahirnya Majelis Mujahidin.
>
> “Eksistensi Majelis Mujahidin, suka atau tidak suka, telah merubah
> orientasi gerakan Islam di Indonesia. Sebelumnya, belum ada gerakan Islam
> yang berjuang untuk menegakkan Syariat Islam di lembaga negara, kecuali
> perjuangan partai Masyumi di masa orde lama,” ujarnya mengawali pidato
> amanahnya.
>
> Kiprah Majelis Mujahidin dalam memperjuangkan penegakan syariat Islam di
> Indonesia menjadi bukti para aktivis dakwahnya serius ingin memperbaiki
> Indonesia dari kemelut yang tak berkesudahan berlandaskan syaria’at Islam.
> Oleh karenaitu, lanjutnya, para mujahid yang tergabung dalam institusi
> Majelis Mujahidin harus memiliki mentalitas prima: “basthatamfil
> ‘ilmiwaljismi, luas ilmunya perkasa pisiknya”.
>
> Dikatakan Amir MM, sebuah gerakan Islam yang dipimpin oleh mereka yang
> tidak mengerti Qur’an dan Sunnah, tidak menguasai ilmu keislaman, tidak
> mampu menjauh ajaran Islam dari sumber aslinya, pasti akan berantakan.
>
> Dalam siaran pers yang diterima Panjimas, MM memandang, berbagai problem
> yang dihadapi bangsa Indonesia sekarang, utamanya terkait makin massifnya
> sikap Islamophobia, diskriminasi dan radikalisme sekuler, praktik korupsi,
> mafia hukum, serta pelanggaran HAM. Sehingga muncul pertanyaan, apakah
> sistem yang dipakai saat ini sebagai pengejawantahan dari butir sila di
> dalam Pancasila versi 1 Juni 1945, sehingga terjadi kekacauan hampir dalam
> segala hal?
>
> Presiden Joko Widodo secara resmi menandatangani Keputusan Presiden
> (Keppres) Nomor 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila. Presiden Jokowi
> sebagaimana dirilis dalam laman setkab.go.id di Jakarta, Senin,
> menandatangani Keppres tentang Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2016.
>
> Keppres tersebut menetapkan 1 Juni 1945 sebagai Hari Lahir Pancasila dan 1
> Juni merupakan hari libur nasional. Sedangkan dictum ketiga Keppres ini
> menyatakan, Pemerintah bersama seluruh komponen bangsa dan masyarakat
> Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni. Keputusan
> Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan yakni pada 1 Juni 2016..
>
> Padahal hari lahir Pancasila secara konstitusional adalah tanggal 18
> Agustus 1945, bukan 1 Juni 1945 seperti yang ditetapkan sebagai Hari Lahir
> Pancasila selama ini. (des)
>
>
>
>
>
> 
>

Kirim email ke