http://mediaindonesia.com/read/detail/174999-dampak-perang-dagang-mulai-terasa-di-as
*Dampak Perang Dagang Mulai Terasa di AS*
Penulis: *Irene Harty* Pada: Minggu, 29 Jul 2018, 18:10 WIB
Internasional <http://mediaindonesia.com/internasional>
<http://www.facebook.com/share.php?u=http://mediaindonesia.com/read/detail/174999-dampak-perang-dagang-mulai-terasa-di-as>
<http://twitter.com/home/?status=Dampak%20Perang%20Dagang%20Mulai%20Terasa%20di%20AS%20http://mediaindonesia.com/read/detail/174999-dampak-perang-dagang-mulai-terasa-di-as%20via%20@mediaindonesia>
Dampak Perang Dagang Mulai Terasa di AS
/AFP PHOTO / LIONEL BONAVENTURE/
EKONOMI Amerika Serikat (AS) diprediksi akan melaju ke depan, tetapi
konsumen Negeri Paman Sam itu menghadapi prospek membayar lebih untuk
barang kebutuhan sehari-hari karena perang dagang.
Perusahaan-perusahaan besar yang melaporkan laba selama seminggu
terakhir menggambarkan kenaikan harga terjadi di segala hal mulai dari
soda hingga tiket pesawat, dari cat hingga peralatan rumah tangga.
Beberapa kenaikan harga masih dalam tahap perencanaan dan tidak semua
perusahaan yakin mereka mampu membuat harga lebih tinggi bertahan karena
tekanan persaingan.
"Kami telah menerapkan kenaikan harga untuk tarif yang diterapkan," kata
Donald Allan, Kepala Keuangan di Stanley Black & Decker, yang produknya
termasuk palu, gergaji, dan alat-alat listrik.
Stanley yang berusia 175 tahun mengharapkan penghasilan US$190 juta
lebih dalam pendapatan pada 2018 dari kenaikan harga.
Soda raksasa Coca-Cola juga baru-baru ini memberlakukan kenaikan harga
di Amerika Utara, sebagian karena tarif pada baja dan aluminium yang
menaikkan biaya kaleng dan beberapa proses produksi.
Chief Executive Coca-Cola James Quincey mengakui bahwa pengecer tidak
senang dengan perkembangannya.
"Jelas percakapan ini sulit, saya pikir itu sedang berjalan," katanya
kepada analis pekan ini.
"Pada akhirnya industri minuman bukan satu-satunya industri yang
menghadapi tekanan dari perubahan impor dan kebutuhan untuk mengambil
harga. Itu hanya sebagian dari lingkungan umum," lanjut Quincey.
Di perusahaan cat Sherwin-Williams, para eksekutif mengisyaratkan
kenaikan harga karena inflasi dalam komoditas terkait minyak.
"Praktek historis kami selalu berbicara dengan pelanggan kami terlebih
dahulu dan kemudian komunitas investasi," kata Kepala Eksekutif John
Morikis kepada analis Wall Street.
"Kami akan melindungi margin kami dan kami akan berbicara dengan
konsumen terlebih dahulu. Dan Anda dapat menghubungkan titik-titik dari
sana," jelasnya.
General Motors menyatakan terdapat US$2 miliar biaya yang lebih tinggi
karena tarif logam dan dolar yang kuat.
GM memangkas ramalan laba 2018, langkah yang membuat saham tenggelam.
GM telah berhasil mengimbangi sekitar setengah dari US$2 miliar melalui
negosiasi dengan pemasok dan berharap konsumen akan memikul sebagian
dari sisanya, menurut Kepala Keuangan Chuck Stevens.
American Airlines menanggung US$2 miliar tambahan biaya bahan bakar
tambahan tahun ini dengan memotong beberapa kapasitas tambahan yang
direncanakan dan menunda pengiriman pesawat baru.
Langkah-langkah ini akan memangkas US$1,2 miliar dalam belanja modal
selama tiga tahun ke depan dan para eksekutif mengatakan mereka juga
berharap untuk menaikkan harga tiket.(AFP/X-10)