https://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/18/08/01/pcs4fr428-semua-pihak-harus-bisa-tahan-diri-soal-gantipresiden2019
‘Semua Pihak Harus Bisa Tahan Diri Soal #Gantipresiden2019’

Rabu 01 August 2018 18:11 WIB

Red: Ratna Puspita


[image: Ilustrasi #2019GantiPresiden]Ilustrasi #2019GantiPresiden

Foto: Republika/Ronggo Astungkoro

*Di Kota Bandung akan ada deklarasi ganti presiden pada 11 Agustus 2018. *

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa
Barat, mengimbau semua pihak bisa menahan diri terkait dinamika politik
saat ini. Ini seperti adanya kegiatan deklarasi ganti presiden oleh
kelompok tertentu di masyarakat dengan mengusung tanda pagar (tagar) atau
#gantipresiden2019.

Sekretaris Umum MUI Jawa Barat, HM Rafani Akhyar, mengatakan MUI Jabar
mengeluarkan imbauan ini untuk pihak yang pro terhadap #gantipresiden2019
atau yang kontra terhadap #gantipresiden2019. “Imbauan ini semata-mata MUI
buat untuk kemaslahatan," kata dia, di Bandung, Rabu (1/8).


Rafani mengatakan, suhu politik mulai memanas setelah mencermati
perkembangan politik di Tanah Air. Hal ini terutama terkait dengan jelang
pelaksanaan pemilu legislatif dan pemilihan presiden yang akan berlangsung
pada 2019.

Menurut dia, situasi ini patut dicermati agar dinamika politik tetap
berjalan pada koridor demokrasi yang sudah disepakati. Bila tidak
terkendali dan mengarah pada tindakan inkonstitusional, ia mengatakan, akan
menimbulkan situasi buruk yang dapat mengganggu kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara.

Ia mengatakan perkembangan politik yang menimbulkan pro dan kontra di
masyarakat akhir-akhir ini adalah maraknya politisasi agama. Terutama, ia
menambahkan, melalui medsos kegiatan deklarasi ganti presiden oleh kelompok
tertentu di masyarakat dengan mengusung tagar #gantipresiden2019.

"Bahkan sudah melakukan kegiatan Deklarasi pada tanggal 29 Juli 2018 di
Batam dan menimbulkan konflik antar anak bangsa di sana," lanjut Rafani.

Berdasarkan informasi yang diterima MUI Jabar, di Kota Bandung akan ada
deklarasi ganti presiden pada 11 Agustus 2018. Deklarasi itu berbarengan
dengan rangkaian acara kegiatan Asian Games 2018, yaitu pawai obor Asian
Games.

"Sehingga tekait dengan rencana deklarasi #gantipresiden2019 di Jawa Barat
yang momentumnya bertepatan dengan penyelenggaraan Asian Games 2018, MUI
Jawa Barat mengimbau, sekali lagi agar semua pihak dapat menahan diri dan
memilih untuk tidak melaksanakan kegiatan baik yang pro maupun yang kontra
deklarasi #gantipresiden tersebut sehingga kondusivitas Wilayah Jawa Barat
dapat kita jaga secara bersama-sama," kata dia.

Ia menyatakan, kegiatan #gantipresiden2019 lebih dominan unsur provokasi
dan mengarah kepada aksi inskontitusional dibandingkan dengan kegiatan yang
menjunjung tinggi demokrasi. MUI Jabar menilai desakan mengganti presiden
sekarang dapat dinilai melanggar hak konstitusional presiden RI yang
mempunyai hak untuk dipilih kembali.

Seharusnya, gerakan tersebut menyuarakan ajakan untuk berkompetisi secara
sehat tentang calon-calon pilpres 2019 siapa pun calonnya sesuai dengan
aturan yang ada. Gerakan itu juga sebaiknya mengangkat hal-hal positif yang
ditawarkan kepada rakyat Indonesia.

Selain itu, lanjut dia, Bangsa Indonesia saat ini akan menghadapi hajat
besar yang merupakan *event* internasional. Jakarta dan Palembang akan
menjadi tuan rumah Asian Games 2018 yang tentu saja mata dunia akan
memandang ke Indonesia.

"Sehingga untuk menjaga nama baik bangsa, seluruh komponen masyarakat
Indonesia harus turut mensukseskan Asian Games 2018. Segala kegiatan yang
berpotensi mengganggu kondusifitas wilayah baik selama rangkaian kegiatan
Asian Games maupun sesudahnya sebaiknya dihindari dan tidak dilakukan,"
kata dia.

Kirim email ke