http://mediaindonesia.com/read/detail/172468-naik-haji-mulai-dari-zaman-kapal-laut?utm_source=dable
*Naik Haji Mulai dari Zaman Kapal Laut*

Penulis: *Sri Utami/H-2* Pada: Selasa, 17 Jul 2018, 08:10 WIB Humaniora
<http://mediaindonesia.com/humaniora>


<http://www.facebook.com/share.php?u=http://mediaindonesia.com/read/detail/172468-naik-haji-mulai-dari-zaman-kapal-laut?utm_source=dable>

<http://twitter.com/home/?status=Naik%20Haji%20Mulai%20dari%20Zaman%20Kapal%20Laut%20http://mediaindonesia.com/read/detail/172468-naik-haji-mulai-dari-zaman-kapal-laut?utm_source=dable%20via%20@mediaindonesia>

[image: Naik Haji Mulai dari Zaman Kapal Laut]*ANTARA FOTO/Aprillio Akbar*

DENGAN mengenakan batik bercorak ungu hijau dan tas yang diselempangkan ke
samping serta kopiah putih, Mochammad Hasan Saad, 93, setia menanti namanya
dipanggil petugas. Sesekali dia bersenda gurau dengan sesama jemaah haji
sembari terus menyimak petugas.

Ketika mengawali pembicaraan, kakek yang sehari-hari beraktivitas sebagai
guru mengaji itu mengingat kembali saat pertama kali menunaikan rukun Islam
kelima tersebut. Dia mengaku sudah 20-an kali menunaikan ibadah haji sejak
1960. "Dulu saya naik haji pakai kapal. Lama perjalanannya sampai empat
bulan. Capek, tapi karena tujuannya ibadah, capeknya tidak dirasa,"
ungkapnya saat ditemui di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Ia bersama
jemaah lain yang tergabung di kloter satu dijadwalkan terbang ke Tanah Suci
dini hari tadi.


Jemaah asal Cipinang, Jakarta Timur, itu mengatakan pengurusan haji saat
ini jauh lebih menguntungkan jemaah. Hanya saja, Hasan merasa saat ini
lebih banyak atribut yang harus dikenakan.

"Sekarang itu diurusi segala urusan administrasinya dan dulu tidak disuruh
foto (biometrik) seperti sekarang. Fotonya nanti pas di sana. Terus harus
pakai kartu yang digantung-gantung begini," ujarnya.

Hasan mengungkapkan, dalam pengurusan administrasi dia dan keluarganya
takjub dengan satu aturan, yakni pengembalian uang paspor. "Lumayan karena
saya berangkat haji bersama keluarga, bertujuh," tuturnya.

Namun, dia meyakini setiap rupiah yang dia keluarkan untuk berhaji akan
dikembalikan Allah SWT. Hal itu, menurutnya, sudah terbukti sebab dia bisa
kembali menginjak tanah suci dengan uang yang dia tabung selama ini.

"Manfaat dari haji itu besar, hidayahnya juga besar, dan kalau bicara soal
uang haji, jangan khawatir, Allah akan mengembalikan lagi uang itu. Yang
penting niatnya benar untuk beribadah," papar pria yang masih kerap
mengendarai motor di usia senjanya itu.

Kepala Bagian Humas Embarkasi Jakarta Affat Sofwan menjelaskan pada
pemberangkatan haji kloter pertama dari DKI Jakarta, Mochammad Hasan Saad
merupakan jemaah tertua. Jemaah termuda ialah Sofamarwah yang berusia 21
tahun dari Cakung, Jakarta Timur.

"Untuk kloter pertama ini jemaah usia tertua 93 tahun dan termuda 21 tahun.
Semua sehat dan siap berangkat," tandasnya.

Kirim email ke