SBY memang tidak pantas disebut pembela kemiskinan, sangat jauh sekali tidak 
ada seujung kuku dibandingkan Sandyawan Sumardi. Juga saya rasa sewaktu SBY 
jadi presiden juga menggunakan data yang sama dengan BPS dan cara perhitungan 
yang sama. 
Diluar ribut2 metode kemiskinan yang dipakai saya miris melihat data yang 
diungkap Ketua Fraksi Demokrat dibawah 47% penduduk atau 120 juta jiwa dibawah 
$2 perhari, itupun dengan kurs Rp13000 bagaimana dengan kurs sekarang yang 
berkisar Rp14500 tentu lebih dari 50%. Bisa dikatakan median income berkisar $2 
per hari. Sukar dibayangkan seseorang bisa hidup dengan $2 perhari dan itu 
separuh dari penduduk.

kutipan:Ia menambahkan, jika menggunakan indikator Bank Dunia dalam menentukan 
batas kemiskinan, yaitu pendapatan sebesar US$ 2 per hari per orang atau dengan 
kurs Rp 13.000 maka diperoleh angka Rp 26.000 per hari atau Rp 780..000 per 
kapita per bulan, maka penduduk miskin Indonesia masih sangat tinggi. Penduduk 
miskin diperkirakan mencapai 47% atau 120 juta jiwa dari total populasi.
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4135415/respons-kubu-sby-soal-jumlah-penduduk-miskin-ri-100-juta

---In [email protected], <noroyono1963@...> wrote :

 "Demi menyelamatkan putranya AHY, SBY sampai lupa kalau dulu dia pernah 
ditempeleng oleh Prabowo".
----------------------------------------------------------------------------
Dengan “rai tembok”, SBY bersandiwara bagaikan seorang pembela "100 000 000 
orang miskin Indonesia”, padahal rumahnya (setidak-tidaknya ada dua) tidak ada 
bedanya dengan rumah tuan tanah besar. Mana pula ada tuan tanah besar mau bela 
orang miskin??? Apa saja SBY berkenan melakukannya, asal saja sang putra sulung 
tersayang -- AHY -- jadi Cawapres. Perkara dulu di Akademi Militer di lembah 
Tidar SBY pernah ditempeleng (plus dimaki) PBS gara-gara ngelaporin PBS ambil 
cuti tanpa izin Gubernur Akademi (menurut “cerita burung”), ya bagi SBY berlaku 
falsafah: “Duku, duku. Durian, durian. Dulu, ya dulu. Sekarang ya sekarang. 
Ngapain balik ke zaman dulu? Dianggap orang punya “rai tembok”, enggak 
apa-apa-lah. Méi guān xì. Yang paling penting sekarang AHY jadi Cawapres!  Agar 
di kemudian hari punya peluang Nyapres. "El final justifica los medios". “La 
fin justifie les moyens”. “Tujuan mengabsahkan segala cara.”   
Noroyono01/08/2018






Op woensdag 1 augustus 6:59 2018 schreef "kh djie djiekh@... [GELORA45]" 
<[email protected]> het volgende:


 Ini ceritanya SBY dikroyok, dan mengapa Prabowo lulusnya setahun lebih lambat, 
padahal SBVY dan Prabowo satu 
angkatan:https://tirto.id/kisah-prabowo-dan-sby-di-lembah-tidar-ctvU

2018-08-01 6:25 GMT+02:00 jonathangoeij@... [GELORA45] 
<[email protected]>:

 



Kirim email ke