*Berapa banyak dari petinggi agama dan rezim neo-mojopahit yang pernah
melakukan ibadah haji yang jujur, adil dan tidak korupsi?*


https://www.jawapos.com/nasional/humaniora/01/08/2018/bukan-rombongan-haji-dari-indonesia-116-wni-digerebek-petugas-arab


Laporan Langsung dari Madinah Bukan Rombongan Haji dari Indonesia, 116 WNI
Digerebek Petugas Arab

humaniora <https://www.jawapos.com/nasional/humaniora>

01/08/2018, 08:22 WIB | Editor: Ilham Safutra

[image: Bukan Rombongan Haji dari Indonesia, 116 WNI Digerebek Petugas Arab]

Rombongan CJH Indonesia saat berada di Madinah menuju Makkah (Firzan
Syahroni/ Jawa Pos)

Share this image

*JawaPos.com* - Petugas keamanan Arab Saudi bertindak tegas selama musim
haji. Terutama terhadap orang asing yang masuk ke Tanah Suci tanpa
mengantongi visa yang sesuai. Buktinya pada Jumat 27/7) tengah malam
petugas Arab Saudi menggerebek sebuah rumah penampungan di kawasan
Misfalah, Makkah. Sebanyak 116 WNI terjaring di sana, karena tidak
megantongi visa haji.

Berdasar berita acara pemeriksaan (BAP) yang dikeluarkan tim petugas dari
Konsulat Jenderal RI (KJRI) Jeddah di Tarhil (Pusat Detensi Imigrasi),
sebagian besar di antara 116 WNI yang terjaring itu memegang visa kerja.
Sisanya masuk Arab Saudi dengan umrah dan visa ziarah.

Sebagian besar WNI yang terjaring razia tersebut berdomisili di Makkah.
Sebagian lagi berasal dari luar Makkah
<https://www.jawapos.com/nasional/humaniora/26/07/2018/jamaah-haji-mulai-diberangkatkan-dari-madinah-ke-makkah>,
tapi mereka menyeberang melalui perbatasan masuk ke Kota Makkah untuk
melaksanakan ibadah haji.

[image: Bukan Rombongan Haji dari Indonesia, 116 WNI Digerebek Petugas
Arab] *Rombongan
CJH Indonesia saat akan diberangkatkan ke Arab Saudi. (Sutrisno/Radar
Banjarmasin/Jawa Pos Group)*

Menurut Koordinator Pelayanan dan Perlindungan Warga Safaat Ghofur,
sebagian besar di antara para WNI yang digerebek tersebut berasal dari
Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Safaat menjelaskan, saat di-BAP, mereka mengaku membayar sewa kamar dengan
besaran bervariasi. Yakni, 150 hingga 400 riyal per kepala. Mereka menyewa
beberapa syuggah (rumah) dalam satu imarah (gedung) melalui orang
Bangladesh (calo). Rumah-rumah tersebut dihuni 10 sampai 23 tiga orang,
campur laki-laki dan perempuan.

Salah seorang yang ditangkap mengaku berangkat dengan visa umrah dan masuk
ke Arab Saudi sebelum bulan puasa. Ada juga yang datang saat Ramadan. WNI
<https://www.jawapos.com/nasional/humaniora/23/07/2018/jamaah-haji-dari-madinah-ke-makkah-dilayani-bus-salawat>
yang tidak mau disebutkan namanya itu mengaku berniat haji. Seusai haji,
dia akan pulang ke Indonesia melalui Tarhil. Apes bagi dia. Sebelum
mewujudkan niatnya, dia keburu terjaring razia.

"Jamaah bayar ke travel Rp 50 hingga 60 juta," ucapnya.

Sesampai di Makkah, sambung dia, mereka harus membayar uang tambahan 500
riyal untuk menebus paspor ke *guide*.

"Setelah di Makkah, mereka bebas mau ke mana saja dan tidak ada urusan lagi
dengan travel," tutur Tolabul Amal, staf KJRI yang bertugas di Tarhil.

*(*/c10/ttg)*

Kirim email ke