Pembayaran deviden kalau bisa dipakai buat cicilan kredit sdh terhitung bagus, seandainya ada saat deviden tdk dibagikan ya utang lagi buat bayar cicilan. Pd akhir 20 tahun kedepan nilai saham NOL karena emas sdh habis, mudah2an saja waktu itu cicilan kredit sudah lunas.
---In [email protected], <SADAR@...> wrote : Lho, ... bukankah kalau Hutang atau pinjaman pada Bank itu RI tidak MAMPU bayar, tidak akan ada bank yang mau beri pinjaman itu! Apalagi gunakan bank asal Jepang, PASTI bank sudah perhitungkan pembayaran kredit itu akan bisa dibayar sesuai perjanjian yg ditandatangani RI! Hanya saja, yang masih perlu diperdebatkan, setelah SELESAI pembayaran kredit dengan saham Freeport 51% itu, 20 tahun kedepan, tambang emas itu masih bisa beroperasi berapa tahun lagi? Apa jadinya kalau ternyata tambang emas yang tersisa sudah tidak seberapa lagi, ...? Hehehee, ... Sunny ambon ilmesengero@... mailto:ilmesengero@... [GELORA45] 於 2/8/2018 4:49 寫道: Lagaknya dengan hiruk pikuk mau ambil over tapi kantong kosong, ibarat kata pepatah :”Kehendak hati memeluk gunung apa daya tangan tak sampai", jadi harus serahkan kepada tomadachi nihongo untuk mendanai. Apakah setelah Pemilu akan aktual beritanya? https://ekonomi.kompas.com/read/2018/08/01/193113026/pendanaan-akuisisi-51-persen-saham-freeport-dipimpin-bank-asal-jepang https://ekonomi.kompas.com/read/2018/08/01/193113026/pendanaan-akuisisi-51-persen-saham-freeport-dipimpin-bank-asal-jepang Pendanaan Akuisisi 51 Persen Saham Freeport Dipimpin Bank Asal Jepang Akhdi Martin Pratama Kompas.com - 01/08/2018, 19:31 WIB AKARTA, KOMPAS.com - Pendanaan proses divestasi saham PT Freeport Indonesia akan didanai oleh bank asing. PT Indonesia Asahan Alumunium atau Inalum (Persero) akan menerima pinjaman dari bank asing untuk mencaplok saham 51 persen di Freeport Indonesia. Deputi Bidang Usaha Pertambangan Industri Staregis dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno mengatakan, Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ akan ditunjuk sebagai pemimpin kredit sindikasi. "Bank Mitsubishi, itu leadernya, nanti dia yang ngatur semuanya," ujar Fajar di Jakarta, Rabu (1/8/2018). Fajar menjelaskan, Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ dipilih karena memberikan bunga yang rendah untuk mendanai proses divestasi saham ini. Sayangnya Fajar enggan mengungkapkan berapa bunga yang ditawarkan bank asal Jepang tersebut. "Paling kecil, makanya kenapa Jepang, karena Jepang paling kecil," kata Fajar. Fajar menuturkan, akan ada 11 bank yang ikut mendanai proses akuisisi saham Freeport Indonesia tersebut. "Ya sekitar antara 8 sampai 11 (bank), yang sudah siap 11 Bank, pokoknya nanti kalau yang kasih itu 8 (bank) cukup itu kan tergantung Inalum. Sindikasi semuanya ya 3,85 miliar Dollar AS atau 4 miliar Dollar AS, itu tanya ke Inalum," ucap dia. Total dana yang diperlukan untuk divestasi 51 persen saham Freeport adalah 3,85 miliar dollar AS atau setara Rp 55,44 triliun dengan perhitungan kurs Rp 14.400 per Artikel ini telah tayang di Kompas.com http://kompas.com/ dengan judul "Pendanaan Akuisisi 51 Persen Saham Freeport Dipimpin Bank Asal Jepang", https://ekonomi..kompas.com/read/2018/08/01/193113026/pendanaan-akuisisi-51-persen-saham-freeport-dipimpin-bank-asal-jepang https://ekonomi.kompas.com/read/2018/08/01/193113026/pendanaan-akuisisi-51-persen-saham-freeport-dipimpin-bank-asal-jepang. Penulis : Akhdi Martin Pratama Editor : Bambang Priyo Jatmiko http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient 不含病毒。www.avg.com http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient #DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2
